Masalah Ekonomi Makro, Pengertian Pengangguran dan Jenis-Jenis Pengangguran

MASALAH EKONOMI MAKRO

EKONOMI

Ekonomi Makro adalah suatu ilmu ekonomi yang mempelajari variable-variable secara menyeluruh. Ilmu ekonomi makro menganalisis mengenai keseluruhan kegiatan dari perekonomian yang sifatnya global dan tidak memperhatikan kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh unit-unit perekonomian kecil.

Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyarakat, perusahaan, dan pasar.

Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja, dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam ekonomi makro adalah pengangguran.

Pengertian PDB (Produk Domestik Bruto) dan PNB (Produk Nasional Bruto)

PENGERTIAN PENGANGGURAN

Pengangguran merupakan salah satu permasalahan besar yang sering terjadi di sebuah negara. Istilah pengangguran merujuk kepada ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan lowongan pekerjaan untuk setiap penduduk yang ada dalam jangkauan pemerintahannya.

Fenomena pengangguran terjadi sebagai dampak ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah kesempatan kerja (lowongan pekerjaan).

Fenomena pengangguran hanya terjadi ketika jumlah angkatan kerja yang ada pada suatu negara jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah kesempatan kerja/lowongan kerja yang ada dalam negara tersebut.

Dampaknya, sebagian angkatan kerja menjadi tidak dapat bekerja dan terpaksa menganggur untuk sementara waktu/hingga tersedia lowongan pekerjaan tambahan yang baru dan yang sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya.

Istilah pengangguran pada dasarnya berasal dari kata “menganggur” yang artinya tidak melakukan apa pun sama sekali. Jika diartikan dari asal katanya maka arti kata pengangguran adalah setiap orang yang tidak melakukan apapun sama sekali di bidang pekerjaan (setiap kegiatan yang menghasilkan uang).

Jika diartikan secara lengkap, maka pengertian pengangguran adalah setiap orang yang masuk ke dalam usia atau pun angkatan kerja (yaitu berada di rentang usia 15 tahun hingga 64 tahun) yang sedang mencoba untuk mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.

Jika dipahami dari penjelasan di atas, maka orang-orang yang termasuk ke dalam kategori pengangguran hanyalah orang-orang yang tidak mau dan mampu melaksanakan pekerjaan. Orang-orang yang tidak mau ataupun tidak mampu bekerja baik karena alasan usia atau pun rasa malas tidak dapat dikategorikan sebagai seorang pengangguran.


Jumlah angkatan kerja yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan peningkatan jumlah kesempatan kerja akan menimbulkan pengangguran. Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak melakukan kegiatan kerja, atau sedang mencari pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal.

Atau dengan kata lain, seseorang dapat dikatakan sebagai pengangguran bila memenuhi salah satu kategori di bawah ini:

1. Sedang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan
2. Sedang mempersiapkan suatu usaha baru
3. Tidak memiliki pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (discourged worker)
4. Sudah mendapatkan pekerjaan tetapi belum bekerja.


Jenis-jenis pengangguran dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.

1. Pengangguran Normal/Terbuka. Penggangguran normal adalah golongan angkatan kerja yang betul-betul tidak mendapatkan pekerjaan karena pendidikan dan keterampilan tidak memadai.

2. Setengah Menganggur (Under Employment). Setengah menganggur terjadi apabila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena ketiadaan lapangan kerja atau pekerjaan.

3. Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment). Pengangguran terselubung terjadi apabila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

4. Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment). Pengangguran friksional adalah pengangguran temporer yang terjadi karena pergantian pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja. Pengangguran ini disebabkan karena seseorang tidak langsung menemukan pekerjaan baru setelah berhenti dari pekerjaan lamanya atau dihambat oleh keterbatasan mereka sendiri.

5. Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment). Pengangguran musiman disebabkan oleh perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala. Pengangguran seperti ini biasa terjadi pada tenaga kerja paruh waktu (part time).

6. Pengangguran Siklikal/Konjungtural (Cyclical Unemployment). Pengangguran siklikal berkaitan dengan naik-turunnya aktivitas atau keadaan perekonomian suatu negara (business cycle).

7. Pengangguran Struktural (Structural Unemployment). Pengangguran ini muncul akibat perubahan struktur ekonomi, misalnya dari struktur agraris menjadi industri, sehingga banyak tenaga kerja yang tidak dapat mmenuhi syarat yang diminta perusahaan.

8. Pengangguran Sukarela (Voluntary Unemployment). Pengangguran ini terjadi karena adanya orang yang sesungguhnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela dia tidak mau bekerja, karena mungkin sudah cukup dengan kekayaan yang dimiliki atau pekerjaannya diberikan kepada pegawai baru.

9. Pengangguran Deflasioner (Deflationary Unemployment). Pengangguran deflasioner disebabkan lowongan pekerjaan tidak cukup untuk manampung seluruh pencari kerja.

10 Pengangguran Teknologi. Pengangguran teknologi disebabkan karena kemajuan teknologi, yakni pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.

PENYEBAB PENGANGGURAN

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

AKIBAT PENGANGGURAN


Akibat pengangguran dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
 
Perekonomian Negara yaitu:

1. Penurunan pendapatan perkapita.
2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.
3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.
4. Dapat menambah hutang Negara.

Bagi Masyarakat yaitu:


1. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.
2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan.
3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

KEBIJAKAN PEMERINTAH


1. Kebijakan Fiskal: Kebijakan pemerintah untuk mengatur pengeluaran serta mengatur besarnya tarif pajak.

2. Kebijakan moneter: Kebijakan pemerintah untuk mengatur tingkat suku bunga.

CARA MENGATASI PENGANGGURAN


Memberikan pendidikan gratis bagi yang kurang mampu, rata-rata jumlah pengangguran itu di miliki oleh orang yang tidak berpendidikan, jadi masalah utama pengangguran adalah tidak memiliki pengetahuan yang cukup sehingga sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. 

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasi pengangguran sebagai berikut:

1. Sebaiknya pemerintah menyediakan tempat lapangan kerja sehingga dapat membantu dan mengatasi tingkat pengangguran.


2. Tidak hanya pemerintah masyarakat setempat pun seharusnya juga di himbau menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

3.Selain itu menyediakan tempat tempat keterampilan seperti kursus menjahit, kerajinan tangan dll. Walaupun tidak punya pendidikan tetapi mereka mempunyai modal ketrampilan untuk bekerja sesuai dengan skillnya, karena di dunia kerja yang di butuhkan adalah ketrampilan skillnya.

0 Response to "Masalah Ekonomi Makro, Pengertian Pengangguran dan Jenis-Jenis Pengangguran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel