Pengantar Ekonomi Makro, INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER.

INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER


moneter

Pengertian kebijakan moneter adalah langkah-langkah yang diambil penguasa moneter (Bank Sentral atau Bank Indonesia) untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan daya beli uang.

Kebijakan berasal dari kata bijak, ditambah dengan imbuhan ke-an. Kebijakan artinya kepandaian atau kemahiran. Moneter artinya keuangan atau mengenai keuangan. Jadi, menurut artinya katanya kebijakan moneter adalah kepandaian mengenai keuangan.

Caranya dengan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan moneter seperti operasi pasar terbuka, Kebijakan suku buga , Kebijakan Cadangan Khas, Pendekatan Moral , dan Kebijakan Kredit Ketat.

Melalui instrumen-instrumen tersebut akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar. Perubahan jumlah uang ini pada akhirnya akan memengaruhi kestabilan moneter agar lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan kebijakan moneter biasanya diukur dari peningkatan kesempatan kerja, perbaikan neraca pembayaran, dan kestabilan tingkat harga. Kebijakan moneter meliputi langkah-langkah kebijakan yang dilaksanakan oleh bank sentral atau bang indonesia untuk dapat mengubah penawaran uang atau mengubah suku bunga yang ada, dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran dalam perekonomian.

Pengertian Sistem Barter beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Tujuan kebijakan ekonomi tidak statis, namun bersifat dinamis karena selalu disesuaikan dengan kebutuhan perekonomian suatu negara. akan tetapi kebanyakan negara menetapkan lima instrumen kebijakan moneter sebagi berikut:

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi Pasar Terbuka adalah salah satu kebijakan moneter yang dilakukan bank pusat dengan cara menjual Sertifikan Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat berharga di pasar modal. Tujuan utamanya adalah untuk mengontrol uang yang beredar di masyakarakat. Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar, pemerintah akan lebih fokus untuk menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sedangkan untuk menambah jumlah uang yang beredar pemerintah dapat membeli surat berharga di pasar.

2. Kebijakan suku buga (Discount Rate policy)

Kebijakan suku buga adalah kebijakan moneter yang memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol uang yang beredar dalam masyarakat. Jika pemerintah ingin menambah uang yang beredar, maka suku bunga akan diturunkan sehingga masyarakat merasa keuntungan lebih sedikit jika menabung sehingga tidak menyimpan uangnya di bank, sedangkan jika pemerintah ingin mengurangi uang yang beredar maka pemerintah akan menaikkan suku bunga sehingga masyarakat terangsang untuk menabung. Mungkin tinggi rendahnya suku bunga tidak terlalu berpengaruh untuk jumlah tabungan yang kecil, tetapi sangat mempengaruhi jumlah tabungan yang besar.

3. Kebijakan Cadangan Khas

Kebijakan ini berhubungan dengan cash ratio, dimana Bank sentral memiliki wewenang untuk membuat peraturan yakni dalam menaikkan ataupun menurunkan cadangan khas atau yang sering kita sebut dengan cash ratio. Bank umum dalam keadaan ini akan menerima uang dari para nasabah dalam bentuk giro, tabungan, deposito, dan jenis tabungan lainnya. Namun dalam hal ini ada sebuah pengecualian yakni adanya presentase tertentu dari uang yang disetor oleh nasabah yang tidak diperbolehkan untuk dipinjamkan.


4. Pendekatan Moral (Moral Persuasion)

Pendekatan Moral merupakan kebijakan moneter yang mengandalkan ajakan atau larangan untuk menahan tabungan atau melepas pinjaman yang dilakukan oleh bank pusat dengan berbagai cara seperti melalui pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan kepada bank umum dan masyarakat.

5. Kebijakan Kredit Ketat

Kebijakan kredit ketat adalah instrumen kebijakan moneter dimana pemerintah memperketat syarat untuk mengambil kredit bagi setiap individu. Kebijakan ini biasanya digunakan jika gejala inflasi membahayakan mulai muncul. Tujuannya adalah untuk mengurangi uang yang beredar dalam masyarakat, dengan berkurangnya orang yang bisa mengambil kredit, maka uang yang beredar dalam masyarakat juga akan berkurang.

0 Response to "Pengantar Ekonomi Makro, INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel