PENGANTAR PARIWISATA: PENGERTIAN SATISTIKA PARIWISATA

Satistika Pariwisata 

Kata Statistik (Statistic) berasal dari "Status" (Bahasa Latin) yang berhubungan dengan suatu negara dan kemudian berkembang masuk kedalam Bahasa Inggris "State" yang mempunyai pengertian berkaitan dengan suatu negara.

statistika pStatistika Pariwisata
  • Statistik: Kumpulan data kuantitaf yang melukiskan, menganalisis suatu persoalan dan merupakan nilai hitung suatu sampel.
     
  • Statistika: Pengetahuan yang berhubungan milai dari cara pengumpulan data, bahan-bahan atau keterangan penyajian data, pengelolaan data, pengujian data, analisis data, penarikan kesimpulan sampai dengan pengambilan keputusan.
  • Pariwisata: Perpindahan orang untuk sementara dan dalam janggka waktu pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja serta kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.


Rata-rata Tamu Per Kamar (GPR) 

Adalah perbandingan antara banyaknya malam tamu atau malam tempat tidur dengan banyaknya malam kamar yang dihuni.
 
1. Penjelasan: 

GPR = 1,43 berarti bahwa rata-rata kamar yang terjual dihuni oleh 1,43 orang.

Catatan:
  • 1 malam kamar = 1 kamar x 1 malam
  • 1 malam tempat tidur = 1 tempat tidur x 1 malam
  • 1 malam tamu = 1 tamu x 1 malam.
2. Sumber: 

Statistik Indonesia

3. Penginapan Remaja: 

Adalah usaha jasa pelayanan, penginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan rekreasi memperluas pengetahuan/pengalaman.

4. Pondok Wisata: 

Adalah usaha jasa pelayanan, penginapan bagu umum yang dilakukan perorangan dengan menggunakan sebagian atau seluruh tempat tinggalnya (dengan pembayaran harian).

5. Perkemahan:

Adalah usaha penyediaan tempat penginapan di alam terbuka dengan menggunakan tenda atu kereta gandengan bawaan sendiri sebgai tempat penginapan, termasuk juga cavaran.

6. Tingkat Penghunian Kamar Hotel:

Ialah banyaknya malam kamar yang dihuni (room night occupied) dibagi dengan banyaknya malam kamar yang tersedia (room night available) dikalikan 100%.

Rata-rata Lamanya Tamu Menginap
 
ialah banyaknya malam tempat tidur yang dipakai (bed night used/guest night) dibagi dengan banyaknya tamu yang datang menginap ke akomodasi.
  • Tingkat Penghunian Tempat Tidur: ialah banyaknya malam tempat tidur yang dipakai (bed night used) dibagi dengan banyaknya malam tempat tidur yang tersedia (bed night available) dikalikan 100%
  • Rata-rata lama tamu mancanegara menginap: ialah banyaknya malam tempat tidur oleh tamu mancanegara dibagi dengan banyaknya tamu mancanegara yang menginap
  • Rata-rata lama tamu domestik menginap: ialah banyaknya malam tempat tidur oleh tamu domestik dibagi dengan banyaknya tamu domestik yang menginap.
  • Perbandingan Tamu Mancanegara dan Tamu Domestik: ialah perbandingan antara persentase tamu mancanegara dariseluruh tamu dan persentase tamu domestik dari seluruh tamu.
  • Rata-rata Tamu Per Kamar: ialah perbandingan antara banyaknya malam tamu atau malam tempat tidur (guest night or bed night) dengan banyaknya malam kamar yang dihuni (room night occupied).

Penjelasan:
 

GPR menggambarkan rata-rata banyaknya tamu yang menghuni satu kamar yang terjual. 
Contoh: GPR = 1,56, berarti bahwa rata-rata kamar yang terjual dihuni oleh 1,56 orang.

Catatan:

  • 1 malam kamar (room night) = 1 kamar x 1 malam. 
  • 1 malam tempat tidur (bed night) = 1 tempat tidur x 1 malam. 
  • 1 malam tamu = 1 tamu x 1 malam
a. Hotel: Ialah suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, untuk setiap orang dapat menginap, makan, memperoleh pelayanan dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran

b. Hotel berbintang: Ditentukan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)
Cabang Lampung. Persyaratan tersebut antara lain mencakup:
  • Persyaratan fisik, seperti lokasi hotel, kondisi bangunan
  • Bentuk Pelayanan yang diberikan (service)
  • Kualifikasi tenaga kerja, seperti pendidikan, dan kesejahteraan karyawan
  • Fasilitas olah raga dan rekreasi lainnya yang tersedia, seperti lapangan tenis, kolam renang dan cafe
  • Jumlah Kamar yang tersedia.
c. Hotel Non Bintang/ Akomodasi Lainnya: Hotel non bintang yaitu hotel yang belum memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang ditentukan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Lampung.

d. Losmen/ Penginapan: ialah usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum yang dikelola secara komersil dengan menggunakan sebagian atau seluruh bangunan

e. Pondok Wisata: ialah usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi umum dengan pembayaran harian, yang dilakukan perseorangan dengan menggunakan sebagian dari tempat tinggalnya

f. Penginapan Remaja: ialah usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi, memperluas pengetahuan atau pengalaman dan perjalanan

g. Akomodasi lainnya: ialah usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan yang tidak termasuk pada Hotel Melati, Penginapan Remaja dan Pondok Wisata, misalnya Wisma

h. Tenaga Kerja Dibayar: Adalah semua orang yang bekerja di perusahaan/ usaha dengan mendapatkan upah, gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya berupa uang maupun barang

Metodologi Untuk Statistik Pariwisata

Penyajian data statistik perhotelan berdasarkan hasil pengelolaan survei Statistik Tingkat Penghunian Kamar Hotel (VHT-S).

Keterangan yang dikumpulkan diperoleh melaui daftar banyaknya kamar yang tersedia maupun yang terpakai dan banyaknya tamu yang dirinci menurut tamu asing mauoun domestik.

Pendataan dengan menggunakan dilakukan secara bulanan pada tiap awal bulan dengan cakupan hotel berbintang (sensus) dan hotel non bintang/akomodasi lainnya (sampel).

0 Response to "PENGANTAR PARIWISATA: PENGERTIAN SATISTIKA PARIWISATA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel