Ilmu Alamiah Dasar: Metode Ilmiah Dan Implementasinya

Ilmu Alamiah Dasa


Metode Ilmiah Dan Implementasinya Merupakan perkembangan pola berpikir manusia yang dimulai dari zaman babylonia (650 SM). Pada saat zama itu orang masih mempercayai dengan adanya mitos, ramalan nasib berdasarkan perbintangan, bahkan percaya adanya dewa seperti ada dewa angin, dewa matahari, dewa petir dan sebagainya.


Berbagai cara dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan baik melalui pendekatan non ilmiah maupun (terutama) dengan pendekatan ilmiah. 

Dibawah ini akan dibahas mengenai perkembanga pengetehuan yang dilihat dari pendekatan ilmiah.

Baca Juga Artikel Sebelumnya :
A. Metode Ilmiah

Marilah kita mengingat kembali bagaimana sejarah memperoleh pengetahuan melalui pendekatan sains semu (pseudo science), antara lain sebagai beriku:

1. Mitos

Mitos merupakan gabungan dari pengamatan dan pengalaman, namun sebagian lainya berupa dugaan, imajinasi, dan kepercayaan. Mitos muncul karena keterbatasan alat indra manusia (sebagai alat bantu utama)

2. Wahyu

Manusia dalam menerima pengetahuan ini bersifat pasif, namun dengan keyakinan bahwa semuanya ialah benar. Wahyu merupakan kebenaran mutlak dan tidak dapat dipertanyakan dan diperdebatkan kebenarannya dengan akal saja.

3. Otoritas Dan Tradisi

Merupakan pengetahuan yang telah ada dan mapan sering digunakan oleh pemimpin (sudah tradisi) untuk menyatakan kebenaran. Sebagai contoh sampai abad pertengahan manusia menganggap, bahwa bumi ialah pusat dari alam  semesta  (geosentris).

4. Intuisi

Yakni suatu pendapat seseorang yang diangkat dari perbendaharaan pengetahuan yang terdahulu, melalui suatu proses yang tidak disadari. Jadi seola-ola begitu saja muncul, pendapat itu tentu saja tanpa dipikirkan lagi. Pengetahuan yang dicapai dengan cara demikian sungkar dipercaya. Ungkapan-ungkapannya sering masuk akal, namun belum tentu cocok dengan kenyataan.

5. Trial and Error

Merupaka metode coba-coba atau untung-untungan, Pengetahuan pada manusia, yang diperoleh melalui cara ini banyak sekali, sejak zaman manusia purba hingga kini. Penemuan dengan cara coba-coba ini jelas tdak efisien sebagai suatu cara untuk mencari kebenaran.

Pada zama yunani, orang cenderung untuk mengikuti saja ajaran para pakar ataupun peuasa. Namun, ajaran-ajaran ini ternyata banyak yang keliru, karena ahli-ahli pikir itu terlalu mengandalkan atas pemikiran atau akal sehat. Kebenaran yang dianut ini ialah kebenara yang masuk diakal.

Contoh;

a. Setiap hari kita melihat matahari terbit dari timur lalu terbenam di barat, maka masuk akallah bila dikatan bahwa matahari beredar mengelilingi bumi.

b. Bila kayu dibakar, maka berubah menjadi api, udara dan abu (tanah), maka menurut akal sehat, unsur dasar pembentakan kayu itu ialah tanah, api dan udara.

Pengetahuan yang didapat dengan cara-cara diatas. Termasuk pada golongan pengetahuan yang tidak ilmiah (kebenaran yang dianut ialah kebenaran yang masuk diakalnya).

Jadi pengetahuan dinamakan atau disebut sebagai suatu ilmu pengetahuan ilmiah apabila pengetahuan itu memeuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Logis atau masuk akal, 

Sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang telah diakui kebenarannya.

2. Metodik, 

Yakni merupaka suatu pengetahuan yang didapatkan dengan mempergunakan  seerti, cara-cara tertentu, teratur dan terkontrol.

3. Berlaku umum, 

Yakni pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi oleh semua orang, dengan cara eksperimentasi yang sama dan akan memperoleh hasil yang sama pula atau konsisten, dan lain sebagainya.

0 Response to "Ilmu Alamiah Dasar: Metode Ilmiah Dan Implementasinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel