Pengertian Seleksi: Tujuan, Metode, Kendala, Beserta Tahapan Seleksi

Pengertian Seleksi

Seleksi adalah Proses memilih dari kelompok pelamar mencari orang yang oaling sesuai untuk menduduki posisi tertentu/usaha pertama yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang kualifikasi dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan semua pekerjaan pada perusahaan.  

seleksi Pengertian Seleksi Menurut Para Ahli
  • Dale Yoder (1981), seleksi adalah suatu proses ketika calon karyawan dibagi dua bagian, yaitu yang akan diterima atau yang ditolak.
  • Malayu Hasibuan, seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang akan diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahan bersangkutan.
Tujuan Seleksi

tujuan dilaksanakan proses seleksi adalah untuk mendapatkan “The Right Man In The Right Place”. Didalam proses seleksi perusahaan harus mendapatkan tenaga kerja yang tepat di dalam posisi yang tepat pula.


Tujuan Seleksi tersebut diantaranya :

  1. Menjamin perusahaan memiliki karyawan yang tepat untuk suatu jabatan/ pekerjaan.
  2. Memastikan keuntungan investasi SDM perusahaan.
  3. Mengevaluasi dalam mempekerjakan dan penempatan pelamar sesuai minat.
  4. Memperlakukan pelamar secara adil dan meminimalkan deskriminasi.
  5. Memperkecil munculnya tindakan buruk karyawan yang seharusnya tidak diterima.
Baca Juga Artikel Sebelumnya:
Metode Pengadaan Seleksi

Metode Non Ilmiah 

Yaitu seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan kepada kriteria, standar atau spesifikasi kebutuhan nyata pekerjaan, tetapi hanya didasarkan kepada perkiraan dan pengalaman saja. Seleksi ini tidak berpedoman kepada uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan dari jabatan yang akan diisi. 

Unsur-unsur yang diseleksi biasanya meliputi:
  1. Surat lamaran.
  2. Ijazah terakhir dan transkrip nilai.
  3. Surat keterangan pekerjaan dan pengalaman.
  4. Referensi/rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya.
  5. Walk interview.
  6. Penampilan dan keadaan fisik.
  7. Keturuan dari pelamar dan tulisan pelamar.
Metode ilmiah

Yaitu pengembangan seleksi non ilmiah dengan mengadakan analisis cermat tentang unsur-unsur yang akan diseleksi supaya diperoleh karyawan yang kompeten dengan penempatan yang tepat.

Seleksi Ilimah dilaksanakan dengan cara-cara berikut:
  1. Metode kerja yang jelas dan sistematis.
  2. Berorientasi kepada prestasi kerja.
  3. Berorientasi kepada kebutuhan riil karyawan.
  4. Berdasarkan kepada job analysis dan ilmu sosial lainnya.
  5. Berpedoman kepada undang-undang perburuhan.
Proses Seleksi

Terdapat empat komponen dalam suatu proses seleksi tersebut :
  1. Kuantitas (jumlah) tenaga kerja yang dibutuhkan.
  2. Standard kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
  3. Kualifikasi dari sejumlah calon tenaga kerja.
  4. Kualifikasi yang menjadi dasar dalam seleksi: Keahlian, pengalaman, umur, jenis kelamin, pendidikan, keadaan fisik, tampang, bakat, tempramen, dan karakter, Kerja sama, Kejujuran, kedisplinan, inisiatif serta kreatif.
Kendala Seleksi

1. Tolak ukur:


Yaitu kesulitan untuk menentukan standar yang akan digunakan mengukur kualifikasi-kualifikasi seleksi secara objektif. Misalnya; kejujuran, kesetian dan prakarsa dari pelamar mengalami kesulitan. Bobot nilai yang diberikan didasarkan pada pertimbangan yang subjektif.

2. Penyeleksi: 

Yaitu kesulitan mendapatkan penyeleksi yang tepat, jujur dan objektif penilainnya. Penyeleksi sering memberikan nilai atas pertimbangan peranannya, bukan atas fisis pikirannya, bahkan pengaruh dari efek “halo” sulit dihindarkan.

3. Pelamar: 

Yaitu kesulitan untuk mendapatkan jawaban yang jujur dari pelamar. Mereka selalu berusaha memberikan jawaban mengenai hal-hal yang baik-baik saja tentang dirinya, sedangkan yang negatif disembunyikan.

Untuk mengurangi kendala-kendala ini, diperlukan kebijaksanaan seleksi secara bertingkat, karena semakin banyak tingkatan seleksi yang dilakukan semakin cermat dan teliti penerimaan karyawan.

Tahapan Seleksi

Dalam tahapan seleksi terdapat beberapa langkah dalam tahapan seleksi yaitu :


1. Wawancara Awal (Preliminary Interview)


Proses wawancara awal atau preliminary interview ini bertujuan untuk menghilangkan para pelamar yang tidak memenuhi syarat yang ditentukan oleh organisasi berdasarkan data dan informasi yang diberikan oleh pelamar kerja.


Dalam wawancara awal ini, para pelamar akan diberikan penjelasan singkat tentang organisasi dan pekerjaan yang dibutuhkan. Wawancara awal juga akan menguji pengetahuan pelamar terhadap organisasi yang dilamarnya.


2. Pengujian Seleksi (Selection Test)


Pelamar yang dinyatakan lulus pada proses wawancara awal akan diuji untuk menilai seberapa baik pelamar tersebut dapat melakukan tugas yang berkaitan dengan pekerjaan yang dibutuhkan oleh organisasi.


Tes atau Pengujian ini dapat berupa pengujian kemampuan, pengujian keterampilan teknis, pengujian pengetahuan umum dan pengujian kepribadian. Tes atau pengujian ini biasanya disesuaikan dengan jabatan dan tingkatan dalam organisasi.


Selain itu, ada juga perusahaan atau organisasi yang menerapkan tes minat (activity preferences test), tes tulisan tangan (graphology test), tes kesehatan (Medical Test), tes psikometri (Psycometric Test) dan tes lainnya.


3. Wawancara Ketenagakerjaan (Employment Interview)


Langkah selanjutnya dalam tahap Seleksi adalah wawancara kerja. Wawancara kerja ini merupakan interaksi antara pewawancara dengan pelamar yang berpotensi untuk diterima menjadi karyawannya.


Wawancara ini biasanya merupakan percakapan formal untuk mengetahui apakah pelamar yang diwawancarai tersebut sesuai untuk mengisi posisi yang dibutuhkan.


Interview atau wawancara dapat dilakukan secara One to One (antara pewawancara dan pelamar), Panel Interview(antara komite penyeleksi dengan pelamar) atau Group Interview (antara pewawancara dengan beberapa orang pelamar).

4. Pemeriksaan Latar Belakang dan Referensi


Pemeriksaan Latar Belakang dan pemeriksaan referensi adalah suatu proses untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan oleh pelamar.


Perusahaan akan menelepon atau mengirimkan surat resmi kepada teman-teman dekat pelamar ataupun keluarga pelamar dan perusahaan tempat pelamar sebelumnya bekerja untuk memastikan informasi yang diberikan oleh pelamar tersebut adalah benar dan sesuai.


5. Evaluasi Medis


Setelah melalui beberapa proses seleksi, proses selanjutnya adalah evaluasi medis terhadap pelamar yang paling berpotensi untuk dijadikan karyawan.


Evaluasi Medis tersebut bertujuan untuk memastikan pelamar tersebut memiliki kesehatan fisik yang baik sehingga mengurangi absensi, menekan biaya pengobatan dan biaya asuransi jiwa ataupun mendapatkan karyawan yang memenuhi persyaratan kesehatan fisik untuk pekerjaan tertentu.


6. Keputusan Penyeleksian (Selection Decision)


Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan dan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan, langkah yang paling penting dalam proses seleksi adalah keputusan pemilihan.


Keputusan pemilihan diambil berdasarkan hasil dari wawancara awal, pengujian seleksi, wawancara kerja dan pemeriksaan latar belakang dan pemeriksaan referensi serta evaluasi medis. Di proses inilah perusahaan akan memutuskan apakah pelamar tersebut diterima sebagai karyawan atau tidak.


7. Surat Pengangkatan (Appointment letter)


Langkah paling terakhir dalam tahap Seleksi adalah mengangkat pelamar yang sudah terpilih menjadi karyawan dengan menerbitkan surat pengangkatan atau appointment letter.

0 Response to "Pengertian Seleksi: Tujuan, Metode, Kendala, Beserta Tahapan Seleksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel