MANAJEMEN OPERASIONAL: RESUME BAB III “PERAMALAN (FORECASTING”

“PERAMALAN (FORECASTING”

peramalan
1. Konsep Dasar Peran Strategi Peramalan dalam Proses Produksi

Peranan strategi peramalan dalam perencanaan proses produksi adalah sebagai berikut:

1. Business Planning 
Berisi rencana pendanaan, pembiayaan dan keuangan perusahaan sebagai dasar untuk membuat rencana pasar 

2. Marketing Planning 
Rencana tentang produk yang akan dibuat, penjualan dan pemasaran, sebagai dasar untuk membuat production planning 

3. Master Produktion Schdule (MPS) 
Rencana produk akhir yang harus dibuat pada tiap periode selama 1-5 tahun. Produk akhir, merupakan dekomposisi dari production planning 

4. Resource Planning 
Rencana kapasitas yang diperlukan untuk memenugi production planning, dapat dinyatakan dalam jam-orang atau jam-mesin. Merupaka bahan pertimbangan untuk ekspansi orang, mesin, pabrik, dan lain-lain, yang ditetapkan berdasarkan kapasitas yang tersedian 

5. Rought Cut Capacity Planning (RCCP) 
Rencana untuk menentukan kapasitas yang dierlukan untuk memenuhi MPS. Hasilnya berupa jenis orang/mesin yang diperlukan untuk tiap work centre pada setiap periode. Merupakan bahan pertimbangan untuk penambahan jam kerja atau sub kontrak 

6. Demand Management 
Aktivitas memprediksi kebutuhan di masa datang dikaitkan dengan kapasitas. Terditi dari aktivitas forecasting, distribution requirement planning, order entry, shipment dan service part requirement. 

7. Purchasing 
Merupakan aktivitas memilih vendor, membuat order pembelian dan menjadwalkan vendor 

8. Performance Measurement 
Evaluasi system untuk melihat seberapa jauh hasil yang diperoleh dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Sebagai bahan evaluasi pencapaian bisnis planing. 

2. Komponen dari Proses Peramalan Tingkat Permintaan Produk dan Jasa 

Proses peramalan biasanya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: 

1. Penentuan tujuan 
Langkah pertama terdiri atas penetuan macam estimasi yang diinginkan. Analisis membicarakan dengan para pembuat keputusan untuk mengetahui apa-apa kebutuhan mereka dan menentukan: 
a) Variable-variabel apa yang akan diestimasi 
b) Siapa yang akan menggunakan hasil peramalan 
c) Untuk tujuan-tujuan apa hasil peramalan akan digunakan 
d) Estimasi jangka panjang atau jangka pendek yang diinginkan 
e) Derajat ketetapan estimasi yang diinginkan 
f) Kapan estimasi dibutuhkan 
g) Bagian-bagian peramalan yang diinginkan, seperti peramalan untuk kelompok pembeli, kelompok produk atau daerah geografis. 

2. Pengembangan model 
Dalam peramalan, model adalah suatu kerangka analitik yang bila dimasukkan data masukan menghasilkan data estimasi penjualan di waktu mendatang. 

3. Pengujian model 
Sebelum diterapkan, model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi, validitas, dan reliabilitas yang diharapkan. Dengan kata lain, pengujian model bermaksud untuk mengetahui validitas atau kemampuan prediksi secara logik suatu model. 

4. Penerapan model 
Setelah pengujian, analisis menerapkan model dalam tahap ini, data historik dimasukkan dalam model untuk menghasilkan suatu ramalan. 

5. Revisi dan evaluasi 
Ramalan-ramalan yang telah dibuat harus senantiasa diperbaiki dan ditinjau kembali. Perbaikan mungkin perlu dilakukan karena adanya perubahan-perubahan dalam perusahaan atau lingkungannya, seperti tingkat harga produk suatu perusahaan, karakteristik-karakteristik produk, pengeluaran-pengeluaran pengiklanan dan lain-lain. 

3. Model Peramalan Time Series 

Analisis time series merupakan hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang mempengaruhi-nya (independent variable), yang dikaitkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun. Dalam analisis time series yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu. Metode peramalan ini terdiri dari: 

a). Metode Smoting, merupakan jenis peramalan jangka pendek seperti perencanaan persediaan, perencanaan keuangan. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi ketidakteraturan data masa lampau seperti musiman. 

b). Metode Box Jenkins, merupakan deret waktu dengan menggunakan model matematis dan digunakan untuk peramalan jangka pendek. 

c). Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis. 

4. Model Peramalan Kasual: Analisis Regresi 

1. Model peramalan kasual 
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya tetapi bukan waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari: 

a). Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis. 

b). Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang. 

c). Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek. 

2. Analisis Regresi 

Penggunaan metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil peramalan. Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu kondisi- kondisi seperti: 
a). Adanya informasi masa lalu 
b). Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan) 
c). Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang. 

Dalam menyusun ramalan pada dasarnya ada 2 macam analisis yang dapat digunakan yaitu: 
1. Analisi deret waktu(Time series), merupakan analisis antara variabel yang dicari dengan variabel waktu 
2. Analisis Cross Section atau sebab akibat (Causal method), merupakan analisis variabel yang dicari dengan variabel bebas atau yang mempengaruhi. 

5. Tingkat Akurasi Dalam Metode Peramalan 
Dalam pengukuran akurasi pada metode peramalan ini kita harus memepelajari kesalahan standar dari suatu estimasi dan kesalahan taksir dalam suatu peramalan yang akan dibahas berikut ini 

a). Kesalahan Standar dari suatu Estimasi 
Titik prediksi adalah rata-rata(mean) atau nilai harapan (expected value) dari suatu distribusi penjualan yang mungkin. Untuk menghitung keakuratan regresi yang diperkirakan, kita harus menghitung kesalahan standar estimasi (standard error of the estimate), perhitungan ini disebut deviasi standar regresi (standard deviation of the regression) yang menghitung kesalahan dari variable terikat terhadap garis regresi dan bukan terhadap rata-rata. 
Dimana 
= Nilai untuk setiap titik data 
= Nilai terhitung variable terikat, dari persamaan regresi 
= Jumlah data 

b). Kesalahan taksir dalam peramalan 
Perusahaan perlu menetapkan keputusan atas perbedaan yang signifikan dengan yang diramalkan melalui variable yang dievaluasi. Satu cara untuk mengawasi peramalan berjalan dengan baik adalah dengan menggunakan sebuah sinyal penelusuran (tracking signal). Sinyal penelusuran adalah sebuah perhitungan seberapa baik peramala memprediksi nilai actual. 

6. Tantangan/Isu Strategis Dalam Peramalan 

a). Faktor-faktor lingkungan eksternal 
Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer. Organisasi mendapatkan masukan-masukan yang dibutuhkan, seperti bahan baku, dana, tenaga kerja dan energi dari lingkungan eksternal, mentransformasikan menjadi produk dan jasa, kemudian memberikan sebagai keluaran-keluaran kepada lingkungan eksternal. 

b). Lingkungan Ekstern Mikro 
Komponen-komponen lingkungan ekstern mikro yang paling penting adalah para pesaing yang harus dihadapi perusahaan, langganan yang harus dilayani, pasar tenaga kerja, lembaga-lembaga keuangan, para penyedia (suppliers) dan perwakilan-perwakilan pemerintah. 

Tentu saja beberapa lingkungan ekstern mikro lainnya penting juga diperhatikan, walaupun tingkat pengaruhnya berbeda, seperti saluran distribusi yang digunakan, media, asosiasi-asosiasi bisnis, kelompok- kelompok pencinta lingkungan, dan kelompok-kelompok politik tertentu yang sebagian besar merupakan perwujudan potensi pengaruh lingkungan ekstern mikro. 

c). Lingkungan Ekstern Makro 
Lingkungan ekstern makro mempengaruhi organisasi dengan dua cara. 

1. Kekuatan-kekuatan di luar tersebut mempengaruhi suatu organisasi secara langsung atau secara tidak langsung melalui satu atau lebih unsur-unsur lingkungan ekstern mikro. 

2. Unsur-unsur lingkungan makro menciptakan iklim – misal teknologi tinggi, keadaan perekonimian cerah atau lesu dan perubahan-perubahan sosial – dimana organisasi ada dan harus memberikan tanggapan. 

d). Organisasi dan Lingkungan 
Tanggung jawab manajer terhadap organisasi dalam menyikapi pengaruh lingkungan: 
1. Usaha mempengaruhi lingkungan ekstern mikro 
2. Peramalan (forecasting) dan lingkungan ekstern makro 
3. Perancanaan, perancangan organisasi dan lingkungan 

e). Tanggungjawab Sosial 
Tanggung jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusan. Manajer dituntut mengimplemetasikan etika berusaha (the ethics of manager), terutama dalam hal yang berhubungan dengan langganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan-perusahaan lain, supplier, kreditur, pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat. 

0 Response to "MANAJEMEN OPERASIONAL: RESUME BAB III “PERAMALAN (FORECASTING”"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel