Paper Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian

PERILAKU KEORGANISASIAN

organisasi
1. Pengertian dan Unsur – unsur Organisasi 

a. Pengertian Organisasi 
Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan (Indriyo Gitosudarmo, 1997). Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. 

Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. 

Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:

1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

2.Stephen P.Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

b. Unsur – unsur Organisasi 
Dari pengertian diatas disimpulkan bahwa organisasi memiliki 4 unsur, yaitu: sistem, pola aktifitas, sekelompok orang/individu dan tujuan.

1. Organisasi merupakan suatu sistem,terdiri dari sub sistem atau bagian-bagian yang dalam melaksanakan aktifitasnya saling berkaitan satu sama lain. Demi keberhasilan misinya, suatu organisasi harus selalu peka dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan eksternal, seperti : selera konsumen, teknologi, sosial politik, penduduk, social budaya,dan lain sebagainya. Ada kecenderungan semakin besar dan kuat suatu organisasi akan semakin mampu untuk beradaptasi dengan faktorlingkungan.

2. Pola aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi pada umumnya mengikuti pola tertentu dengan urutan pola kegiatan relatif teratur dan berulang-ulang. Sedangkan aktivitas yang dilakukan secara temporer/sementara tidak dapat dikatakan organisasi, seperti kegiatan demo dll.

3. Sekelompok orang, organisasi pada dasarya merupakan kumpulan orang-orang, setiap manusia mempunyai keterbatasan baik kemampuan fisik, daya pikir maupun uaktu.oleh karna itu mereka berorganisasi, agar dapat saling bekerja sama dan melengkapi untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.

4. Tujuan organisasi, Organisasi didirikan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan organisasi terbagi dua, yaitu:
a. Tujuan jangka panjang bersifat abstrak – Misi.
b. Tujuan jangka pendek = Tujuan operasional ( Obyektif)

2. Pengertian Perilaku Keorganisasian 
Perilaku Keorganisasian merupakan bidang studi yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi, meliputi studi secara sistimatis tentang prilaku, struktur dan proses dalam Organisasi. Organisasi diciptakan oleh manusia untuk mencapai suatu tujuan, dan pada saat yang sama manusia juga membutukan Organisasi untuk mengembangkan dirinya. 

Oleh sebab itu antara organisasi dengan manusia memiliki hubungankan yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Mempelajari perilaku keorganisasian sivatyah agak abstrak, tidak menghasilkan perinsip-perinsip yang sederhana, tetapi seringkali menemui perinsip-perinsip yang komplek dimana penjelasan atau analisanya bersifat situasional. Dalam perilaku keorganisasian tidak ada prinsip-prinsip yang berlaku umum yang dapat diterapkan pada semua situasi.

3. Tingkat Analisis Dalam Perilaku Keorganisasian 

Kejadian-kejadian atau permasalahan yang terjadi dalam organisasi dapat dianalisis dari tiga tingkatan analisis, yaitu : tingkat individu, kelompok dan organisasi.

a. pada tingkat individu, kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian dalam suatu situasi. Masing-masing orang dalam organisasi memiliki sikap, kepribadian, nilai dan pengalaman yang berbeda bedayang mempengaruhinya dalam berperilaku.

b. Pada tingkat kelompok, perilaku anggota kelompok dipengaruhi oleh dinamika anggota kelompok, aturan kelompok, aturan kelompok dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok.

c. Pada tingkat organisasi, kejadian-kejadian yang terjadi dalam kontek struktur organisasi, struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.
Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi dikomunikasikan dan keputusan tersebut. Faktor lingkungan eksternal memiliki pengaruh yang kuat pada masing-masing tingkatan analisis. 

Misalnya rendahnya produktivitas, karyawan yang malas/tidak masuk kerja. Kelambanan dalam penyelesaian unjuk rasa dan dipihak lain banyaknya desakan factor lingkungan yang mempengaruhi efektifitas organisasi, seperti: Tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas tinggi, persaingan yang bersifat global, fluktuasi ekonomi, tuntutan gaya hidup dll.

4. Karakteristik Perilaku Keorganisasian


Dalam mempelajari perilaku keorganisasian dipusatkan pada tiga karakteristik yaitu:

1. Perilaku (Perilaku individu dan organisasi) 
Focus dari perilaku keorganisasian adalah perilaku individu dalam organisasi. Untuk dapat memahami perilaku keorganisasian maka harus mampu memahami perilaku berbagai individu dalam organisasi.

2. Struktur (organisasi dan kelompok) 
Struktut berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi, bagaimana pekerjaan itu diatur dalam bagan organisasi. Struktur organisasi berpengaruh besar terhadap perilaku individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi tersebut.

3. Proses 
Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi antara lain meliputi kominikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kekuasaan.

5. Tujuan Mempelajari Perilaku Keorganisasian 

Menurut Robbins (2002) tujuan perilaku organisasi pada dasarnya ada tiga, yaitu menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan perilaku manusia.

1. Menjelaskan berarti kajian perilaku organisasi berupaya mengetahui factor-faktor penyebab perilaku seseorang atau kelompok. Penjelasan fenomena dalam manajemen merupakan hal yang penting karena membantu para manajer atau pemimpin tim dalam melakukan sasaran kelompok tim.

2. Meramalkan berarti perilaku organisasi membantu memprediksi kejadian organisasi pada masa mendatang. Pengetahuan terhadap factor-faktor penyebab munculnya perilaku individu atau kelompok membantu manajer meramalkan akibat-akibat dari suatu program atau kebijakan organisasi.

3. Mengendalikan berarti bahwa perilaku organisasi menawarkan berbagai strategi dalam mengarahkan perilaku individu atau kelompok. Berbagai strategi kepemimpinan, motivasi dan pengembangan tim kerja yang efektif merupakan contoh-contoh dalam mengarahkan perilaku individu atau kelompok.

6. Sumbangan Beberapa Bidang Ilmu Terhadap Perilaku Keorganisasian 

1. Psikologi 
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan,dan kadang mengubah perilaku. Kontribusinya ilmu ini terhadap perilaku keorganisasian adalah dalam hal: pembelajaran, motivasi, kepribadaian, persepsi, pelatihan, efektifitas kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan individu, penilaian kinerja, pengukuran sikap, seleksi karyawan, desain kerja, stress kerja.

2. Sosiologi 
Sosiologi adalah studi tentang orang-orang dalam hubungannya dengan sesama.Terkait pemahaman tentang sistem sosial dan interaksi manusia dalam suatu sistem sosial. Sumbangannya meliputi: dinamika kelompok, tim-tim kerja, kekuasaan,konflik, perilaku antar kelompok, teori organisasi formal, perubahan organisasi, budaya organisasi.

3. Antropologi 
Antropologi adalah studi tentang masyarakat khususnya tentang manusia beserta kegiatannya. Jadi sumbangannya yang tidak kecil terhadap Perilaku Keorganisasian adalah dalam hal: nilai komparatif, analisis lintas budaya, lingkungan organisasional.

4. Ilmu Politik, Sejarah, dan Ekonomi 
Ilmu politik adalah pengetahuan tentang perilaku individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik. Sumbangan dari ilmu politik terutama dalam proses mempengaruhi, pengalokasian wewenang dan pengelolaan konflik. 

Ilmu sejarah terutama tentang sejarah dari pemimpin-pemimpin besar dimasa lampau atas keberhasilan dan kegagalannya. Dan ilmu ekonomi mencoba menjelaskan perilaku individu ketika mereka dihadapkan pada suatu pilihan. Ilmu Ekonomi tersebut memberikan sumbangan yang berarti terutama dalam proses pengambilan keputusan.

7. Sejarah Perkembangan Perilaku Keorganisasian 

A. Masa industri 
Pada masa industri ini pada umumnya para teoritikus memberikan perhatiannya terhadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Para teoritikus yang terkenal antara lain :

a. Robert Owen (1771-1858) 
Adalah salah satu orang yang sangat membenci dan melarang praktek mempekerjakan anak-anak dibawah umur. Julukan untuk Robert Owen adalah bapak personal manjemen modern. Sifatnya yang sangat memperhatikan karyawan, investasi yang tinggi, dan prinsip produktivits yang tinggi ini membuatnya sangat disegani dikalangannya.

b. Charles Babbage (1792-1871) 
Adalah seorang guru besar matematika yang sangat tertarik dengan usaha penilaian efisiensi pada operasional suatu pabrik dengan prinsip ilmiah agar terwujud peningkatan produktifitas dan penurunan biaya.

c. Federick W Taylor (1856-1915) 
Tekenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktifitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja.

d. Henry Fayol 
Henry fayol menerbitkan buku yang berjudul General and Industrial Administration yang memberikan dampak kuat terhadap pemikiran manajemen di Amerika Serikat. 


Dia berpendapat bahwa semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut:
a. Aspek-aspek teknik dan komersial dari kegiatan pembelian, produksi dan penjualan,
b. Kegiatan- kegiatan keuangan yang berhubungan dengan masalah- masalah permintaan dan pengendalian kapital,
c. Unit- unit keamanan dan perlindungan,
d. Fungsi perhitungan, dan
e. Fungsi administrasi dari perencanaan, organisasi, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian.

Teori administrasi Fayol dikenal dengan sebutan teori fungsional. Usaha-usahanya ini mempunyai pengaruh terhadap perilaku organisasi karena mendominasi pemikiran-pemikiran modern tentang administrasi dan pengaruh terhadap perilaku organisasi.

B. Masa Neo Klasik 
Fokus perhatian para teoritikus masa neoklasik adalah pengakuan mengenai sifat sosial dari organisasi. Pada masa inilah hubungan-hubungan manusiawi mulai diperhatikan, memandang organisasi sebagai suatu yang terdiri dari tugas tugas maupun manusia. Para teoritikus neo klasik mewakili pandangannya dari sisi manusianya dibandingkan sisi mesin yang dipandang oleh para teoritikus masa klasik.

1. Elton mayo 
Merupakan ahli psikologi havard yang bertindak sebagaian konsultasi sebagai konsultan pada kajian tersebut pada tahun 1927-1932. Kajian-kajian yang dilkukannya mengantarkan ke arah humanisme organisasi dengan melihat pertimbangan akibat terhadap kelompok kerja, sikap pegawai dn hubunagn amnajemen dan pegawai.

2. Chester Benard
Gagasan bahwa organisasi merupakan kerja sama mulanya dikemukakan oleh Chester. Ia menuangkan berbagai macam ide-ide terbaiknya bdalam beberapa buku yang ia tulis. Bernard adalah orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu sitem.

3. Douglas Mc Gregor 
Pendapatnya yang paling terkenal adalah pandnagn tentang manusia, yaitu pandangan positif dan pandangan negatif. Pendapat tersebut atas dasar pengelompokan asumsi tertentu dan bahwa manusia cenderung untuk menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannya sesui dengan asumsi tersebut.

Menurut Raymond Miles, pendekatan hubungan kemanusiaan menempatkan para pekerja atau karyawan sebagai manusia, bukan sebagai mesin. Mereka harus diperhatikan dan disejahterakan. Pada sejarah hubungan kemanusiaan, terdapat 3 kejadian yang memberikan kontribusinya terhadap ilmu perilaku organisasi, yakni:

a. Masa depresi 
Terjadi karena menumpuknya inventaris usaha, konsumen menolak naiknya harga dan biaya usaha, akumulasi dalam jumlah yang berbeda dari kemampuan produksi baru dan pengembangan teknologi, jarangnya investasi yang berskala besar, serta melemahnya kepercayaan dan harapan-harapan. Sehingga mengakibatkan pengangguran dan ketidakamanan hidup.

Lalu, timbul gagasan bahwa unsur manusia sebagai unsur yang sangat dominan dalam manajemen. Dan akhirnya, perilaku kemanusiaan dan perilaku organsasi mendapatkan perhatian secara seksama.

b. Gerakan Serikat buruh 
Gerakan serikat buruh secara lansung ataupun tidak memberikan dampak yang besar terhadap studi perilaku individu-individu yang mendukung kerjasama dalam suatu organisasi untuk mendapatkan perhatian yang perlu ditelaah dan dikembangkan.

c. Hasil penemuan Hawthorne 
Serangkaian percobaan yang dilakuakan Elton Mayo pada pabrik Hawthorne (1927-1932) seperti percobaan tentang cahaya lampu, percobaan ruang istirahat dan percobaan ruang bank telegram untuk mempelajari pengaruh kondisi fisik. 


Percobannya membuktikan bahwa selain kondisi fisik ruangan, ikatan sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap prestasi kerja para karyawan yang akhirnya melahirkan pendekatan Neo-Klasik yang disebut juga pendekatan Human Relation.

C. Masa Modern 
Pendekatan modern tentang perilaku organisasi memusatkan pada sifat politis organisasi. Penekanan pada unsur keterbukaan organisasi mulai diperhatikan perhtian juga diberikan kepada bagaimana membina hubungan sosial, kebijakan rasional, dan design-design kontingensi serta polotik organisasi. Pakar-pakar teori modern dalam perilaku organisasi ini antaralaid adalah: Herbert Simon, Katz dan Khan, March dan Simon serta Jeffrey Pfeffer.

8. Konsep Dasar Dalam Perilaku Keorganisasian

a. Pengertian Organisasi 
Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Pengertian yang dapat dipetik dari definisi tersebut diatas adalah kesatuan sosial berarti bahwa unit itu terdiri dari orang atau sekelompok orang yang berinteraksi satu sama lain. 

Dikoordinasikan dengan sadar mengandung pengertian manajemen. Batasan sosial yang relatif dapat diidentifikasikan maksudnya adalah batasan tersebut dapat berubah seiring eksplisit maupun implisit antara anggota dan organisasinya.
Orang-orang dalam organisasi mempunyai keterikatan yang terus menerus, biasanya berbentuk hak, kewajiban, tugas dan tanggungjawab.Selanjutnya organisasi itu ada untuk mencapai tujuan. “Sesuatu” itu adalah tujuan

b. Perilaku Organisasi Mengikuti Prinsip-prinsip Perilaku Manusia 
Keefektifan setiap organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusianya. Orang adalah sumber daya yang umum bagi semua organisasi. Tidak ada organisasi “tanpa orang”. Satu prinsip yang penting dalam psikologi ialah bahwa setiap orang berbeda-beda. Setiap orang mempunyai keunikan persepsi, kepribadian dan pengalaman hidup, perbedaan sikap, kenyakinan, dan tingkat cita-cita. Agar efektif, para manajer organisasi harus memandang sikap pegawai atau anggotanya sebagai perwujudan yang unik dari seluruh faktor keperilakuan itu.

c. Organisasi sebagai Sistem Sosial 
Hubungan antara individu dan kelompok dalam organisasi menciptakan harapan harapan bagi perilaku individu. Harapan-harapan ini menghasilkan peranan-peranan tertentu yang harus dimainkan. Sebagian orang harus memainkan peranan sebagai pemimpin, sementara yang lainnya memainkan peranan sebagai pengikut. 


Manajer tingkat menengah harus memainkan kedua peranan itu, karena ia mempunyai seorang atasan dan bawahan. Organisasi mempunyai sistem wewenang, status, dan kekuasaan; dan orang-orang di dalam organisasi itu mempunyai kebutuhan yang beraneka dari setiap sistem. Kelompok di dalam organisasipun mempunyai dampak yang sangat uat terhadap perilaku individu dan terhadap prestasi organisasi.

d. Faktor Membentuk Perilaku Organisasi 
Perilaku kita dalam setiap situasi melibatkan interaksi karakteristik pribadi kita dan karakteristik situasi. Jadi untuk mengidentifikasi semua faktor itu memakan waktu dan sulit, malahan sering tidak mungkin. Untuk membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor manajerial yang penting, kita menggunakan pendekatan kontingensi atau pendekatan menurut situasi. Dasar pemikiran dari pendekatan kontingensi ialah bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam memimpin.

Suatu metode yang sangat efektif dari satu situasi tidak akan sesuai pada situasi yang lain. Pendekatan kontingensi telah berkembang secara populer dalam dua dasa warsa lebih, karena hasil riset telah membuktikan bahwa suatu karakteristik tertentu dari suatu pekerjaan dan karakteristik tertentu dari orang yang melakukan pekerjaan itu menghasilkan beberapapraktek manajemen tertentu yang terbukti lebih baik dari praktekpraktek manajemen lainnya.

Jadi jika dihadapkan kepada suatu masalah, seorang manajer yang menggunakan pendekatan kontingensi tidak berasumsi bahwa suatu pendekatan tertentu akan berhasil. Melainkan ia akan mendiagnosis berbagai karakteristik individu dan kelompok yang terlibat, struktur organisasi itu dan corak kepemimpinannya sendiri sebelum memutuskan suatu penyelesaian.

e. Bagaimana Struktur dan Proses Mempengaruhi Perilaku Organisasi
Struktur organisasi ialah pola formal tentang bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokkan. Struktur sering digambarkan dengan suatu bagan organisasi. Proses berkenaan dengan aktivitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi itu. Komunikasi, pengambilan keputusan, evaluasi prestasi kerja sosialisasi, dan pengembangan karier adalah proses dalam setiap organisasi. 

Kadang-kadang pemahaman masalah proses seperti gangguan komunikasi, pengambilan keputusan, atau sistem evaluasi prestasi kerja yang disusun secara kurang baik, dapat menghasilkan pengertian yang lebih tepat atas perilaku organisasi daripada hanya mengkaji tatanan struktural.

0 Response to "Paper Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel