MAKALAH METODE PENARIKAN SAMPEL

KATA PENGANTAR 


Om Swastyastu, 

Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), karena atas asungkerta waranugrahanya tugas makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya dalam rangka memenuhi tugas salah satu mata kuliah Statistik Ekonomi Lanjutan. 

Untuk memenuhi persyaratan tersebut disusunlah makalah ini yang berjudul “Metode penarikan sampel untuk mendapatkan sampel yang representatif” Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari betul terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran agar pembuatan makalah selanjutnya dapat di buat semaksimal mungkin. 

Meskipun dalam penyusunan makalah ini, penulis telah berusaha dengan maksimal, namun penulis masih merasa memiliki kekurangan dalam makalah ini, maka dari itu penulis meminta kritik dan saran pembaca makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. 

Harapan dari penulis semoga penyusunan makalah ini, dapat memberikan manfaat bagi setiap orang yang membacanya. Jika pada makalah ini terdapat banyak kekurangan, maka dari itu kritik dan saran yang konstruktif sangat dibutuhkan demi terwujudnya kesempurnaan makalah ini. 

Om Shanti Shanti Shanti Om 

Denpasar, 5 Oktober 2018 
Penyusun 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................ii

BAB I.............................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................1
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................2

BAB II...........................................................................................................3
PEMBAHASAN............................................................................................3
2.1 METODE PENARIKAN SAMPEL..........................................................3
2.2 Penarikan Sampel dengan dan Tanpa Pemulihan................................9

BAB III........................................................................................................11
PENUTUP..................................................................................................11
3.1 Kesimpulan..........................................................................................11
3.1 Saran...................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................12


BAB I 

PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang

Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya contoh, comotan atau mencomot yaitu mengambil sebagian saja dari yang banyak. Dalam hal ini yang dimaksud dengan yang banyak adalah populasi. Dalam suatu penelitian, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua individu dalam populasi karena akan memakan banyak waktu dan biaya yang besar. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel, dimana sampel yang diambil adalah sampel yang benar-benar representasi atau yang mewakili seluruh populasi. 

Dalam suatu penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan sampel adalah memperhitungkan masalah efisiensi (waktu dan biaya) dan masalah ketelitian dimana penelitian dengan pengambilan sampel dapat mempertinggi ketelitian karena jika penelitian terhadap populasi belum tentu dapat dilakukan secara teliti. Seorang peneliti dalam suatu penelitian harus memperhitungkan dan memperhatikan hubungan antara waktu, biaya dan tenaga yang akan dikeluarkan dengan presisi (tingkat ketepatan) yang akan diperoleh sebagai pertimbangan dalam menentukan metode pengambilan sampel yang akan digunakan. 

Karena berbagai alasan, tidak semua hal yang ingin dijelaskan atau diramalkan atau dikendalikan dapat diteliti. Penelitian ilmian boleh dikatakan hampit selalu hanya dilakukan terhadap sebagian saja dari hal-hal yang sebenarnya mau diteliti. Jadi penelitian hanya dilakukan terhadap sampel, tidak terhadap populasi. Generalisasi dari sampel ke populasi ini mengandung risiko bahwa akan terdapat kekeliruan atau ketidaktepatan, karena sampel tidak akan mencerminkan secara tepat keadaan populasi. 

Pengertian Sampel Sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi suatu objek penelitian. Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut dengan “Statistik”. 

Terdapat alasan pentingnya pengambilan sampel ialah sebagai berikut: 

1. Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. 
2. Lebih cepat dan lebih mudah. 
3. Memberikan informasi yang lebih banyak dan dalam. 
4. Dapat ditangani lebih teliti. 

1.2 Rumusan Masalah 

2.1. Apa pengertian dari metode penarikan sampel 
2.2. Apa pengertian dari penarikan sampel dengan dan tanpa pemulihan

1.3 Tujuan Penulisan 

2.1. Untuk mengetahui pengertian dari metode penarikan sampel 
2.2. Untuk mengetahui pengertian dari penarikan sampel dengan dan tanpa pemulihan 

BAB II 
PEMBAHASAN 


populasi
2.1 METODE PENARIKAN SAMPEL 

2.1.1 Populasi Dan Sampel 

Populasi adalah kumpulan dari seluruh elemen (unit, individu) sejenis dan dapat dibedakan yang menjadi obyek penyelidikan (penelitian). Sebagai elemen atau obyek penelitian dapat berupa orang, organisasi, barang, satuan nilai pengukuran dan yang lainnya. Sementara yang dimaksudkan disini dengan karakteristik dari elemen (obyek) penelitian adalah ciri – ciri, sifat – sifat, atau hal – hal yang dimiliki oleh elemen (obyek) penelitian tersebut. Bila orang yang menjadi obyek penelitian, maka karakteristik dari orang tersebut dapat berupa umurnya, tingkat pendidikannya, jenis kelaminnya, tingkat penghasilannya dan sifat atau karakteristiknya yang lainnya. Bila perusahaan yang menjadi obyek penelitian, maka karakteristik dari perusahaan tersebut dapat berupa jumlah karyawan yang dipekerjakan, jumlah produksinya per satuan waktu, besar omset per bulan, keuntungan yang diperoleh tiap bulan, dan lainnya. 

Populasi terbatas dan tak terbatas, dilihat dari banyaknya anggota dari populasi maka populasi dibedakan atas populasi terbatas dan populasi tak terbatas. 

Populasi terbatas adalah populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas–batasnya secara kuantitatif. Contohnya, jumlah penduduk Kabupaten A sebanyak 625.000 orang; jumlah produksi mobil merk A tahun lalu 3.000 unit. 

Sedangkan Populasi Tak Terbatas adalah populasi yang secara kuantitatif sumber data tidak dapat ditentukaan secara jelas. Contohnya, jumlah pengemis dan gelandangan di Indonesia. Jumlah pernikahan diusia muda karena “kecelakaan” di Indonesia. 

Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselediki. Unit yang akan diteliti dalam sampel disebut unit sampel. Unit sampel ini dapat saja berupa unit elemeter atau tidak. Bila ditiap unit sampel terdapat (mempunyai) satu dan hanya satu elemen dari populasi maka unit sampel identik dengan unit elemeter. Unit – unit sampel membentuk kerangka sampel dan dari kerangka sampel anggota sampel dipilih. Kerangka sampel (sampling prame) adalah suatu daftar atau urutan unut sampel yang telah tersedia. Bila petani dipakai sebagai unit sampel maka daftar petani yang tercatat dalam anggota subak dapat dipertimbangkan sebagai kerangka sampel. 

Dewasa ini, kegiatan survey atau penelitian banyak dilakukan dengan penaikan sampel, karena penarikan sampel lebih praktis, biayanya lebih hemat serta memerlukan waktu dan tenaga lebih sedikit dibandingkan dengan metode sensus. Suatu cara untuk menentukan dan mendapatkan sampel yang representatif (sampel yang dapat mewakili populasinya) disebut metode penarikan sampel. 

2.1.2. Beberapa Alasan Menarik Sampel dari Suatu Populasi 

Dewasa ini, penelitian kebanyakan dilakukan dengan mengambil sampel dibandingkan dengan cara sensus. Penelitian yang memakai sampel untuk meneliti/menyelidiki karakteristik objek penelitian dan berdasarkan hasil penelitian (sampel) dapat dilakukan penaksiran dan menarik simpulan terhadap keseluruhan anggota populasi, memiliki beberapa alas an. Gupta dan gupta (1985) dan Sekaran (2003) seta Lind, Marchal dan Weathen (2008) mengemukakan beberapa alasan sebagai berikut : 

1. Obyek yang diteliti sifatnya mudah rusak 
2. Tidak mungkin meneliti secara fisik seluruh obyek dalam populasi 
3. Untuk menghemat biaya 
4. Untuk menghemat waktu 
5. Keakuratan hasil sampel 

2.1.3. Dua Metode Dasar Penarikan Sampel 

Pada dasarnya ada dua metode penarikan sampel yaitu penarikan sampel secara acak (random sampling) dan penarikan sampel secara tidak acak (non random sampling). 

1. Penarikan sampel secara acak (random sampling) 

Penarikan sampel secara acak adalah suatu cara penarikan sampel sedemikian rupa, sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Dengan demikian cara ini cukup obyektif. Untuk memilih anggota dengan cara acak ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan undian dengan table bilangan acak. 

Pertama: Dengan cara undian 
  • Dengan cara ini tahapnya sebagai berikut: 
  • Daftarkan semua anggota populasi 
  • Beri nomor urut semua anggota populasi 
  • Nomor urut setiap populasi ditulis pada lembaran – lembaran kertas berukuran kecil 
  • Gulung kertas-kertas kecil tersebut 
  • Masukkan gulungan-gulungan kerta kecil tersebut ke dalam kotak kosong, lalu kotak    dikocok-kocok 
  • Ambil gulungan kertas tersebut satu persatu dari dalam kotak, sampai mencapai juah sampel yang diinginkan. 
Nomor-nomor dari gulungan kertas yang terpilih itu, merupakan merupakan nomor anggota populasi yang terpilih sebagai anggota sampel adalah anggota populasi yang bernomor sesuai dengan gulungan kerta yang terpilih. 

Kedua: dengan menggunakan table bilangan acak 

Untuk keperluan ini telah tersedia table bilangan acak dibawah ini, merupakan sebagian dari tabel bilangan acak yang terdiri dari 5 angka. 

Cara menggunakan tabel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 

KOLOM BARIS

Misalkan dari sebuah populasi yang berukuran 100 (100 anggota) hendak diambil sampel berukuran 10 (10 anggota). Cara pengambilan sampel sebanyak 10 ini tahapannya sebagai berikut: 
  • Anggota populasi mula-mula diberi number urut 01 sampai 100 
  • Penggunaan tabel bilangan random dengan dua angka sebelah kiri ( dua angka dari depan) 
Karena angka dalam tabel itu disusun secara kebetulan,maka pemakaian tabel itu boleh memilih angka mana saja (yang terdapat dalam sel) sebagai awal pengambilan sampel. Setelah memilih angka yang pertama,untuk pemilihan angka selanjutnya, dapat bergerak ke bawah pada kolom yang sama atau ke atas. Dapat juga bergerak ke kanan pada baris yang sama atau bergerak ke kiri. 

Apa bila dimulai dari angaka baris pertama dan kolom ke dua (yaitu angka 15011), maka yang akan di pilih sebagai sampel pertama adalah anggota populasi dengan nomorr 15 (dua angka dari depan). Bila angka yang terpilih selanjutnya bergerek ke bawah dalam kolom yang sama, maka sampul terpilih selengkapnya dapat dinyatakan sebagai berikut : 
  • Sampel ke – 1, anggota populasi dengan number 15 
  • Sampel ke – 2, anggota populasi dengan number 46 
  • Sampel ke – 3, anggota populasi dengan number 48 
  • Sampel ke – 4, anggota populasi dengan number 93 
  • Sampel ke – 5 , anggota populasi dengan number 39 
  • Sampel ke – 6, anggota populasi dengan number 06 
  • Sampel ke – 7, anggota populasi dengan number 72 
  • Sampel ke – 8, anggota populasi dengan number 91 
  • Sampel ke – 9, anggota populasi dengan number 13 
  • Sampel ke – 10, anggota populasi dengan number 36 
Apabila banyaknya sampel yang diinginkan belem terpenuhi, sedangkan angka dalam dalam kolom yang terpilih telah habis, maka angka pada baris pertama dari kolom berikutnya dipilih sebagai nomber selanjutnya . 

Penarikan sampel yang termasuk penarikan sampel secara acak (random sampling) antara lain adalah: penarikan sampel acak sederhana (simple random sampling), penarikan sampel acak berstrasta (stratified random sampling), penarikan sampel gugus (cluster sampling) dan penarikan sampel sistematis (systematic random sampling). 
  • Penarikan sampel acak sederhana 
Penarikan sampel acak sederhana adalah suatu cara pengambilan sampel (misalkan, berukuran n) dari sebuah populasi (misalkan, berukuran N) secara acak. Banyak sampel yang berukuran n, yang dapat ditarik dari sebuah populasi yang berukuran N (tanpa pemulihan), adalah kombinasi n dari N , (NCc), dan dengan pemulihan adalah sebanyak Nn dalam prakteknya, hanya ddiambil salah satu dari keseluruhan sampel yang berukuran n tersebut, pengambilan sampel biasanya tanpa pemulihan. 
  • Penarikan sampel acak berstrata 
Penarikan sampel acak berstrata adalah suatu cara pengambilan sampel dari sebuah populasi, dengan cara membagi terlebih dahulu anggota-anggota populasinya menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil (sub kelompok) yang relative homogen, yang disebut strata. 

Misalkan, periset ingin mengetahui penghasilan rata-rata sejumlah petani di suatu daerah tertentu. Misalkan pula, ukuran populasinya 500. Sampel yang diambil sebanyak 50. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendapatkan sampel sebanyak 50 itu, agar populasinya terwakili? Yang pertama dilakukan adalah membagi populasi tersebut atas beberapa strata berdasarkan luas tanah garapannya (sempit, sedang dan luas), dan misalnya saja hasilnya (jumlah petani per strata) seperti pada tabel berikut: 

STRATA

Untuk mendapatkan sampel di masing-masing strata, digunakan rumus: 
NN

SAMPEL

Selanjutnya proses pemilihan sampel pada masing-masing starta, dipilihan secara acak (random) 
  • Penarikan sampel bergugus 
Dalam Penarikan sampel berugugus, anggota-anggota populasi dibagi dalam sub kelompok yang disebut cluster pembagian anggota-anggota populasi dalam cluster ini dapat dilakukan atau didasarkan atas wilayah administrasi pemerintahan, batas-batas alam, seperti : sungai, gunung, jalan. 
  • Penarikan sampel acak sistematis 
Penarikan sampel acak sistematis adalah suatu cara pengambilan sampel secara acak, hanya untuk pengambilan anggota populasi yang pertama saja sebagai angota sampel. Sementara pemilihan anggota-anggota yang kedua dan seterusnya ditentukan secara sistematis, yaitu menggunakan interval tertentu sebesar k. besar kecilnya k, tergantung dari besar kecilnya jumlah anggota sampel atau ukuran sampel (n) yang akan diambil dari populasi (yang beranggotakan N), yaitu k = N/n. misalkan ukuran populasi 100 (N = 100), ukuran sampel 20 (n = 20), maka nilai k dapat dihitung sebagai berikut: 


Setelah semua anggota populasi diberi nomer urut, misalkan anggota populasi dengan nomer urut 10 terpilih sebagai anggota sampel yang pertama, maka anggota populasi yang terpilih sebagai anggota sampel yang kedua, ketiga, keempat … dan seterusnya, yaitu anggota populasi dengan nomer 15,20,25,30… dan seterusnya sampai dipenuhi jumlah sampel sebanyak 20. 

2. Penarikan sampel secara tidak acak 

Adalah suatu cara pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu, sehingga setiap anggota populasi tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. 
  • Penarikan sampel bertujuan 
Penarikan sampel bertujuan adalah suatu cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu. Anggota-anggota sampel akan dipilih sedemikian rupa, sehingga sampel yang dibentuk tersebut diharapkan dapat mewakili (mencerminkan) sifat-sifat induknya 
  • Penarikan sampel kuota 
Penarikan sampel kuota hamper sama dengan penarikan sampel berstrata, akan tetapi pemilihan anggota-anggota dari setiap kelompok (strata) tidak ditentukan secara acak, dan jumlah anggota dari setiap srata ditentukan berdasarkan jatah ( quota ). 

2.2 Penarikan Sampel dengan dan Tanpa Pemulihan 

Penarikan sampel dengan pemulihan (sampling with replacement) adalah penarikan sampel yang memberikan peluang bagi setiap anggota populasi untuk dipilih lebih dari satu kali sebagai anggota sampel. Banyaknya sampel berukuran n yang dapat ditarik dari populasi berukuran N dengan pemulihan adalah Nn. Sedangkan penarikan sampel tanpa memulihan (sampling without replacement) adalah penarikan sampel yang dilakukan sedemikian rupa sehingga anggota populasinya hanya dapat dipilih satu kali untuk menjadikan anggota sampel. Banyaknya sampel berukuran n yang dapat ditarik dari populasi berukuran N tanpa pemilihan adalah kombinasi n dari N, NCc



Seperti sudah dijeaskan dimuka, populasi dapat finite (anggota terbatas) atau ifinite (anggota tak terbatas). Bila dari sutu populasi yang terbatas dilakukanpenarikan sampel dengan pemulihan, maka secara teoritis populasi tersebut menjadi tak terbatas (infinite), karena berapapun ukuran sampel dapat ditarik kembali tanpa menghabiskan populasi. Dalam prateknya, penarikan sampel dari populasi terbatas yang sangat besar dapat dipertimbangkan sebagai penarikan sampel dari suatu populasi tak terbatas. Untuk populasi terbatas bila, n/N ≤ 5% maka populasinya dianggap populasi tak terbatas. 

Contoh soal 

Perusahaan perikanan dalam satu hari rata-rata mampu memproduksi 1.000 000. bungkus bakso ikan. Perusahaan ini menyatakan bahwa rata-rata berat sebungkus bakso ikan adalah 255 g dengan standart devisi 10 g. rata-rata populasi dianggap menyebar normal. 

Jika diambil sampel secara acak sebanyak 100 bungkus dengan pemulihan, hitunglah peluang isi sebungkus bakso ikan kurang dari 258 g. 

Penyelesaian: 
baku

BAB III 
PENUTUP
3.1 Kesimpulan 

Dalam suatu penelitian, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua individu dalam populasi karena akan memakan banyak waktu dan biaya yang besar. Oleh karena itu dilakukan pengambilan sampel, dimana sampel yang diambil adalah sampel yang benar-benar representasi atau yang mewakili seluruh populasi. 

Sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi suatu objek penelitian. Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut dengan “Statistik”. 

Terdapat alasan pentingnya pengambilan sampel ialah sebagai berikut: 

1) Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. 
2) Lebih cepat dan lebih mudah. 
3) Memberikan informasi yang lebih banyak dan dalam. 
4) Dapat ditangani lebih teliti. 

Bidang Inferensia Statistik yaitu bidang yang membahas generalisasi/penarikan kesimpulan dan prediksi/ peramalan. Generalisasi dan prediksi tersebut melibatkan sampel/contoh, sehingga sangat jarang yang menggunakan populasi. Pendataan seluruh populasi disebut sensus dan pendataan sebagian anggota populasi = penarikan contoh = pengambilan sampel disebut sampling, 

3.1 Saran 

Demikianlah makalah yang dapat kami susun. Kami sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya. Kami minta maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan isi makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. 

DAFTAR PUSTAKA 

Saifuddin azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar Offeset, 2004) 
Cholid Narbuko dan Abu Achamad, Metodologi Penelitian, (Jakarta, Bumi Aksara, 1997) 

0 Response to "MAKALAH METODE PENARIKAN SAMPEL"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel