MAKALAH: DESAIN BARANG dan JASA

KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah Statistik Ekonomi Lanjutan dengan membahas topik “Desain Barang dan Jasa” dalam bentuk makalah. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, banyak hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dosen pembimbing dan sahabat, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

Ibu Dosen Pembimbing mata kuliah yang telah memberikan tugas, petunjuk kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. Teman satu kelompok yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Sekian dan terima kasih.

Om Shanti Shanti Shanti Om


Denpasar, 2- Oktober - 2018

Penyusun


     
                                                       Daftar Isi


KATA PENGANTAR ......................................................................................i

DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I. PENDAHULUAN ...............................................................................1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................1
1.3 Tujuan ....................................................................................................1

BAB II. PEMBAHASAN .................................................................................3
2.1 Konsep Barang, Jasa, Desain Barang dan Jasa.....................................3
2.2 Peran Strategid Desain Barang dan Jasa Dalam Proses Produksi.........4
2.3 Proses Desain Barang dan Jasa.............................................................5
2.4 Strategi Meningkatkan Proses Desain Barang dan Jasa........................6
2.5 Pengembangan Produk...........................................................................7
2.6 Tantangan/Isu Strategis Dalam Desain Barang dan Jasa.......................8

BAB III. PENUTUP .....................................................................................10
3.1 Kesimpulan ...........................................................................................10
3.2 Saran ....................................................................................................10


STUDI KASUS.............................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................12




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam abad modernisasi seperti sekarang ini, globalisasi adalah hal yang tak dapat terelakan lagi dalam semua aspek kehidupan, terutama bagi kehidupan perusahaan yang selalu ingin berkembang. Wujud nyata dari modernisasi dan globalisasi tersebut yaitu dengan diterapkannya pasar bebas dan masuknya perusahaan asing sebagai investor sebuah perusaahaan.

Tak dapat dipungkiri, masuknya investor asing tersebut tentu membawabudaya kerja dan bisnis yang berbeda dengan apa yang ada di perushaan lokal selama ini. Hal ini bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan akan tercapainya standarisasi yang berdampak pada efektivitas dan efisiensi kerja yang lebih baik. Tetapi hal yang baik bisa saja mendapat penerimaan yang kurang baik apabila tidak didukung oleh cara penyampaian yang baik.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Konsep Barang, Jasa, Desain Barang dan Jasa ?
2. Bagaimana Peran Strategi Desain Barang dan Jasa Dalam Proses Produksi ?
3. Bagaimana Proses Desain Barang dan Jasa ?
4. Bagaimana Strategi Meningkatkan Proses Desain Barang Dan Jasa?
5. Mengapa harus ada Pengembangan Produk ?
6. Apa saja Tantangan / Isu Strategis Dalam Desain Barang dan Jasa ?

1.3 Tujuan

1. Agar Mengetahui Konsep Barang, Jasa, Desain Barang dan Jasa
2. Untuk Memahami Peran Strategi Desain Barang dan Jasa Dalam Proses Produksi
3. Agar Mengerti Proses Desain Barang dan Jasa
4. Untuk Mengetahui Strategi Meningkatkan Proses Desain Barang Dan Jasa
5. Mengetahui Pengembangan Produk
6. Untuk Mengetahui Tantangan / Isu Strategis Dalam Desain Barang dan Jasa

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Barang, Jasa, Desain Barang Dan Jasa

2.1.1 Konsep Barang
Barang adalah produk yang berwujud fisik sehingga bisa dapat dilihat, irasa, diraba, disentuh, disimpan, dan perlakuan fisik lainnya. Para ahli ekonomi menjelaskan Barang adalah suatu hal yang diciptakan melalui proses produksi dan akan dijual sehingga menghasilkan nilai tambah bagi produsen dan memberikan manfaat (utilitas) bagi konsumen. Konsep barang ini bisa berupa benda jadi maupun jasa

2.1.2 Konsep Jasa
Zethaml dan Bitner dalam Lipiyoadi (2014)
Menjelaskan bahwa Jasa adalah semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan berbentuk produk fisik atau kontruksi yang umumnya dihasilkan atau dikonsumsi secara bersamaan serta memberikan nilai tambah (misalnya kenyamanan, liburan, kesenangan, atau kesehatan konsumen).

Youeti (2001)
Menjelaskan bahwa Jasa (service) adalah suatu produk yang tidak nyata (intangible) dari hasil kegiatan timbal balik antara pemberi jasa (producer) dan penerima jasa (customer) melalui suatu atau beberapa aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

2.1.3 Konsep Desain Barang dan Jasa
Desain jasa (Service Design) menetapkan bentuk penampilan fisik, gaya, manfaat kenikmatan, dan manfaat psikollogis yang akan diterima oeh pelanggan yang memakai jasa yang bersangkutan. Dengan keadaan dan sifat seperti yang dikemukakan di atas, suatu desain akan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap mutu suatu produk atau jasa. Agar suatu proses desain efektif, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Selaraskan karakteristik produk atau jasa dengan persyaratan kebutuhan pelanggan.
2. Penuhi persyaratan kebutuhan pelanggan secara paling sederhana dan murah.
3. Kurangi waktu yang diperlukan untuk mendesain suatu produk atau jasa baru.
4. Perkecil revisi yang diperlukan untuk membuat suatu desain yang dapat dikerjakan


2.2 Peran Strategis Desain Barang Dan Jasa Dalam Proses Produksi
Berikut ini merupakan beberapa peranan strategis disain barang dan jasa dalam proses produksi :

2.2.2 Sebagai penyampaian pesan
Peranan disain barang dan jasa ialah untuk menyampaikan pesan tersembunyi dalam bentuk grafis. Hal ini bisa dilihat dengan desain produk tertentu yang memiliki pesan tersembunyi. Misalnya dengan tanda, huruf atau warna dalam desain produk itu sendiri.
Namun tidak mudah untuk mendapatkan desain produk yang berkualitas dan dapat menyampaikan pesan yang dimaksud kepada konsumen.

2.2.3 Sebagai nilai jual
Peranan desain produk selanjutnya ialah desain produk dibuat agar produk yang dijual menjadi lebih menarik dan unik. Bila produk tampak menarik pastinya harga jual produk tersebut menjadi meningkat. Tak hanya itu produk yang didesain dengan tehnik khusus akan terlihat berbeda dari produk lainnya bahkan tampak lebih berkualitas. Karena itu tidak jarang perusahaan sengaja membuat desain produk sesuai dengan tren, namun tetap sesuai dengan kebutuhan konsumen dan masih sesuai dengan biaya produksi.

2.2.4 Sebagai acuan dalam proses produksi
Peranan selanjutnya ialah sebagai acuan dalam proses produksi sehingga dapat mengindari terjadinya kegagalan saat pembuatan produk tersebut. Anda pun menjadi dapat memilih metode yang paling baik serta ekonomis dalam produksi produk. Dengan desain
produk, maka Anda dapat dengan mudah menentukan standar dan spesifikasi produk yang dibuat dengan lebih detail. Peranan lainnya ialah untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan mempunyai tingkat nilai jual yang tinggi. Mampu untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan trend pada waktunya. Peranan lainnya adalah untuk membuat produk yang seekonomis mungkin dalam pengeluaran biaya saat produksi (bahan baku) dan tanpa mengurangi nilai jual dari produk tersebut

2.2.5 Sebagai penentu harga barang dan jasa
Ketika menjalan desain produk, maka Anda akan dapat menghitung biaya dan menentukan harga produk yang akan dibuat.

2.3 Proses Desain Barang Dan Jasa

2.3.1 Menjelajahi ide
Sebagai seorang Product Manager tugas awal Anda adalah menciptakan sebuah ide untuk kemudian dibuat menjadi sebuah produk. Ketika ide telah ada, Anda sebagai PM wajib untuk memberikan penjelasan hingga gambaran yang jelas kepada anggota tim. Mulai dari rencana, skema 3 strategi sebelum tahapan lanjutan dilakukan. Tumbuhkan komitmen dari
anggota tim yang terlibat, demi menciptakan produk yang berfungsi dengan baik.

2.3.2 Mengurai masalah
Langkah selanjutnya yang wajib untuk dilakukan adalah menguraikan masalah demi mendapatkan solusi yang tepat. Mulai dari mengumpulkan data, membuat kerangka hingga menentukan tengah waktu untuk produk. Dalam tahap ini biasanya akan lebih ‘chaos’ karena tahap ini yang bakal menentukan langkah paling tepat yang akan diambil oleh Anda sebagai PM bersama dengan anggota tim. Untuk itu lakukan koordinasi dan konsolidasi yang tepat sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

2.3.3 Membuat desain barang dan jasa
Tahap berikut ini biasanya sudah tersusun dengan jelas desain seperti apa yang akan dibuat oleh anggota tim. Tugas Anda sebagai PM di sini adalah memastikan desain tersebut sesuai dan tentunya berfungsi dengan baik. Lakukan pengecekan serta pengawasan secara rutin kepada anggota tim yang terlibat, pastikan desain tersebut telah melalui validasi. Tahap ini biasanya masalah atau kendala akan muncul, untuk itu Anda sebagai PM dan anggota tim harus lebih cerdas menentukan solusi yang paling tepat terkait masalah yang bakal dihadapi.

2.3.4 Pembuatan
Seiring berjalannya waktu, tidak terasa deadline akan segera tiba, tahap berikut ini akan menjadi penentu seberapa besar keberhasilan akan diraih. Lakukan proses pembuatan secepat mungkin, agar Anda bisa menghemat waktu dan tenaga. Tentunya pembuatan bisa dilakukan setelah tahap sebelumnya telah dilalui dengan baik. Lakukan komunikasi yang lancer dengan anggota tim, karena biasanya pada tahap ini kreativitas akan lebih sulit untuk didapatkan karena proses yang ada.

2.3.5 Penyelesaian
Tahap yang satu ini tentunya bakal menjadi penentu apakah produk berfungsi dengan baik, diterima oleh target pasar atau tidak. Sebagai PM Anda wajib untuk memberikan penghargaan serta apresiasi kepada anggota tim yang terlibat, apakah hasilnya bakal berakhir baik atau tidak, terima semua respon yang ada. Karena tahap akhir menjadi pembuktian kerja keras anggota tim yang telah mewujudkan ide awal Anda sebagai PM

2.4 Strategi Meningkatkan Proses Desain Barang Dan Jasa

Dilihat dari sudut strategis, desain mendefinisikan pelanggan sasaran perusahaan dan juga perusahaan pesaingnya. Untuk dapat menhasilkan desain yang baik, desain harus memaksimalkan pemanfaatan kompetensi inti perusahaan. kompetensi ini pada dasarnya merupakan kapasitas atau kemampuan personil perusahaan untuk melakukan sesuatu berdasarkan keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dimilikinya.

Kemampuan personil perusahaan dapat dilihat menurut apa yang sekarang ini dikuasi dan diterapkan, kapasitas potensial yang dimiliki sekarang, dan kapasitas potensial di masa yang akan datang. Kapasitas yang dimiliki dan diterapkan sekarang (current applied capability) pada dasrnya merupakan kapasitas yang secara sistematis benar-benar dikuasai aplikasinya dan tingkatan pengembangannya dalam melaksanakan suatu tugas.

Kapabilitas potensial yang dimiliki sekarang ini (current potential capability) merupakan tingkatan pekerjaan yang maksimum yang dapat diselesaikan oleh seseorang di setiap titik atau tahapan pada waktunya, pada wilayah tugas pekerjaan yang mereka hargai dan berikan dukungan lingkungan. Kapasitas itu merupakan wujud keseimbangan antara pemikiran kritis dan pemikiran bersifat membangun (yang memperhatikan kompleksitas pengolahan) serta tingkatan pengembangan dan aspirasi pribadi.

Selanjutnya, kapabilitas potensial di masa datang (future potential apabilityatau FPC) merupakan tingkat kemampuan potensial yang dapat iamalkan dapat dimiliki seseorang atau sebuah organisasi dalam waktu tertentu di masa yang akan datang, baik dalam waktu dekat atau masa mendatang yang jauh. kegiatan pengolahan (manufacturing) sebagai proses kerja yang mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap jual merupakan kegiatan produksi yang sangat dekat dengan teknik dan rekayasa (engineering). Oleh karena itu, teknik manufaktur merupakan ilmu yang berkaitan dengan produksi yang meliputi:
(1) desain produk (perancangan produk)
(2) desain proses produksi (perancangan proses produksi)
(3) manajemen produksi (pengelolaan sistem manufaktur).

Perancangan untuk kepentingan estetika dan memenuhi kebutuhan dari pemakai untuk menggunakan produk yang dihasilkan digolongkan sebagai desain industrial (industrial design). Desain industrial ini dapat menjadi wilayah yang paling lazim disalah bebankan sebagai kesalahan pihak pabrikan. Manfaat utama desain yang baru produk atau jasa adalah terutama untuk mempertahankan dan atau meningkatkan penjualan dan pangsa pasar. Proses desain itu sendiri sangat bermanfaat karena desain membantu perusahaan melihat keluar batas organisasinya, memberikan gagasan yang baru, dan mendorong lahirnya pemikiran yang menantang pemikiran tradisonal, dan melalui percobaan- percobaan, perusahaan dapat lebih banyak melakukan inovasi.

2.5 Pengembangan Produk
Perkembangan produk baru adalah suatu proses dari pencarian ide-ide untuk barang-barang dan pelayanan-pelayanan baru, dan mengubahnya menjadi tambahan lini produk yang berhasil secara komersil (Darymple & Parsons, 2000, p. 219 ). Alasan dasar perusahaan mengembangkan produk baru adalah untuk menggantikan item-item yang telah kehilangan minat dari konsumen. Produk baru menjadi pusat perhatian seluruh perusahaan, karena sumbangannya jelas untuk kelangsungan hidup dan kemakmuran perusahaan.

Perencanaan produk baru merupakan kegiatan strategis yang penting dan menuntut. Produk baru, yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, membantu memperkuat posisi organisasi di pasar yang sudah ada dan untuk berpindah ke pasar produk baru. Perusahaan penting mengembangkan produk baru karena untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan dan keunggulan perusahaan dan mengganti produk lama. Kenapa perlu adanya pengembangan produk, hal ini salah satu strategi untuk memperpanjang daur hidup produk (life cycle product) sehingga produk tidak mengalami tahap decline. Pengembangan
produk ini diperlukan jika produk sudah memasuki tahap maturity yaitu, dimana produk perusahaan mengalami titik jenuh, ditandai dengan tidak terjadi penambahan konsumen sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu.

Jika produk sudah mencapai tahap ini, dan perusahaan tidak segera melakukan strategi
untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Hal ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh semakin menurun serta penjualan yang cenderung turun. Sebagian besar pelaku usaha pastinya berusaha untuk menciptakan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Strategi ini memang cukup efektif, sehingga produk yang diciptakan memiliki daya saing yang cukup kuat dan mampu bertahan di tengah padatnya persaingan pasar. Selain menciptakan produk baru, juga bisa mengembangkan produk yang sudah ada menjadi produk yang luar biasa. Dalam hal ini bisa meningkatkan kualitasnya, memperbaharui bentuknya, atau mempercantik kemasan produknya. Ada beberapa Hal yang bisa dilakukan dalam menciptakan produk baru:

a. Produk unik dan menarik
Sebagian besar pelaku usaha pastinya berusaha untuk menciptakan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya. Strategi ini memang cukup efektif, sehingga produk yang diciptakan memiliki daya saing yang cukup kuat dan mampu bertahan di tengah padatnya persaingan pasar. Selain menciptakan produk baru, juga bisa mengembangkan produk yang sudah ada menjadi produk yang luar biasa. Dalam hal ini bisa meningkatkan kualitasnya, memperbaharui bentuknya, atau mempercantik kemasan produknya.

b. Memanfaatkan teknologi modern inovasi produk
Strategi inovasi juga bisa dijalankan dengan memanfaatkan bantuan teknologi modern dalam setiap proses produksi maupun operasional usaha. Dengan begitu bisa lebih produktif, memiliki daya saing produk yang lebih tinggi, serta bisa lebih teliti untuk mengurangi resiko kesalahan kerja yang disebabkan oleh human error.

c. Meningkatkan kualitas SDM
Untuk menciptakan produk yang inovatif, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang berkompetensi dan memiliki kreativitas cukup tinggi. Karenanya sebelum merencanakan sesuatu yang inovatif, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan sesuai dengan perkembangan perusahaan. Sebab, tanpa tangan-tangan kreatif, mustahil sebuah produk inovatif bisa tercipta.

d. Meningkatkan Pelayanan
Disamping strategi inovasi dengan menciptakan sebuah produk, juga bisamenawarkan pelayanan khusus bagi konsumen. Misalnya saja melayani pemesanan secara online, memberikan layanan delivery order, serta menawarkan paket one stop service untuk memberikan total solusi bagi para konsumen.

2.6 Tantangan / Isu Strategis Dalam Desain Barang dan Jasa

2.6.1 Desain yang tangguh (Robust Design)
Adalah sebuah desain yang dapat diproduksi sesuai dengan permintaan walaupun pad kondisi yang tidak memadai pada proses produksi.

2.6.2 Desain Modular (Modular Design)
Adalah bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dengan mudah dapat ditukar atau digantikan.

2.6.3 Computer Aided Design (CAD)
Adalah penggunaan sebuah computer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk.

2.6.4 Computer Aided Manufacturing (CAM)
Adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan mesin.

2.6.5 Teknologi Virtual Realitas (Reality Virtual Technology)
Adalah bentuk komunikasi secara tampilan dimana gambar menggantikan kenyataan dan biasanya pengguna dapt menanggapi secara interaktif.

2.6.6 Analisis Nilai (Value Analysis)
Merupakan kajian dari produk sukses yang dilakukan selama proses produksi.

2.6.7 Desain yang ramah lingkungan (Environtmentally Friendly Design)
Merupakan perancanagn produk yang telah memasukkan unsure kepekaan terhadap permasalan lingkungan yang sangat luas pada proses produksi. Cara yang bisa dilakukan antara lain dengan:
a. Membuat produk yang dapat didaur ulang
b. Menggunakan bahan baku yang dapt di daur ulang.
c. Menggunakan komponen yang tidak membahayakan.
d. Menggunakan komponen yang lebih ringan.
e. Menggunakan energi yang lebih sedikit.
f. Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Barang adalah produk yang berwujud fisik sehingga bisa dapat dilihat, dirasa, diraba, disentuh, disimpan, dan perlakuan fisik lainnya. Zethaml dan Bitner dalam Lipiyoadi (2014) Menjelaskan bahwa Jasa adalah semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan berbentuk produk fisik ataukontruksi yang umumnya dihasilkan atau dikonsumsi secara bersamaan
serta memberikan nilai tambah (misalnya kenyamanan, liburan, kesenangan, atau kesehatan konsumen). Peranan Disain barang dan jasa dalam proses produksi,ialah:
1.Sebagai penyampaian pesan
2. Sebagai nilai jual
3.Sebagai acuan dalam proses produksi
4.Sebagai penentu harga barang dan jasa

Proses dalam disain barang dan jasa, ialah sebagai berikut:
1.Menjelajahi ide
2.Mengurai masalah
3.Membuat desain barang dan jasa
4.Pembuatan
5.Penyelesaian

3.2 SARAN

Dalam memproduksi suatu barang atau jasa disain dalam produksi sangatlah pnting. Disain yang mnarik dapat meningkatkan jumlah penjualan suatu barang dan jasa terebut.

STUDI KASUS

Strategi Desain Produk Memberikan Keunggulan Bersaing di Regal Marine Regal Marine didirikan pada tahun 1967 di Florida oleh Paul Kuck. Regal menjadi satu dari sepuluh kapal terbaik didunia yang mengekspor ke 30 negara, termasuk Rusia dan Cina. Regal Marine menggunakan system perancangan yang dibantu komputer (computer aided design – CAD).

Desain yang baru menjadi seakan-akan hidup dengan menggunakan system CAD tiga dimensi Regal yang dipinjam dari teknologi otomotif. Tujuannya adalah mengurangi waktu, mulai dari konsep menjadi purwarupa hingga produksi dan juga mengurangi permasalahan dengan peralatan produksi yang hasilnya adalah produk unggulan.

Semua produk Regal, mulai dari perahu 19 kaki seharga $14.000 hingga yacht Commodore 44 kaki seharga $500.000, menjalani proses produksi serupa. Lambung dan haluan kapal diproduksi dengan menggunakan tangan secara terpisah dengan menyemprotkan cetakan yang belum dibentuk dengan tiga hingga lima lapisan pelapis dari fiberglass.

Lambung dan haluan kapal dibiarkan mengeras, lalu diangkat untuk menjadi struktur bagian atas dan bawah perahu. Selanjutnya mereka dibawa ke lini perakitan, digabungkan, dan berbagai komponen ditambahkan pada setiap stasiun kerja. Bagian-bagian kapal yang terbuat dari kayu, dipotong sendiri terlebih dahulu oleh mesin yang dikendalikan computer, diantar tepat waktu untuk dipasang pada satu stasiun kerja. Mesin – satu dari sedikit komponen yang dibeli oleh Regal – dipasang di stasiun yang lain. Rak kabel listrik diatur dan dibor sendiri, selanjutnya dipasang.

Sebuah departemen bertugas memasang tempat duduk dan tempat tidur yang dibuat khusus, juga dashboard atau komponen lainnya yang menggunakan bantalan. Akhirnya, peralatan yang terbuat dari krom dipasang pada tempatnya dan perahunya dikirim ke tangki uji Regal untuk diuji kekedapan, ukuran, dan sistemnya.


DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Desainhttps://www.academia.edu/8768000/ MANAJEMEN_OPERASI_MANUFAKTUR_DESAIN_PRODUK_DAN_JASA
Heizer Jay, barry Render. 2009 . Manajemen Operasi . Jakarta : Salemba Empat
Hani Handoko. 2000. Dasar- dasar anajemen produksi dan operasi . Yogyakarta: BPFE-UGM
http://nnif.blogspot.com/2011/12/desain-produk-dan-jasa.html

0 Response to "MAKALAH: DESAIN BARANG dan JASA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel