Makalah Hubungan antara siklus produksi dengan siklus akuntansi biaya

BAB I 
PENDAHULUAN 

akuntansi
1.1 Latar Belakang 

Siklus Produksi adalah serangkaian aktifitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk dan terjadi secara terus-menerus. Keberadaan system informasi akuntansi sangat penting dalam siklus produksi, dengan system informasi akuntansi membantu menghasilkan informasi biaya yang tepat dan waktu kerja yang jelas. 

Untuk dijadikan masukan bagi pembuat keputusan dalam perancanaan produk atau jasa yang dihasilkan, berapa harga produk tersebut, dan bagaimana perencanaan penyerapan dan alokasi sumber daya yang diperlukan, dan yang sangat penting adalah bagaimana merencanakan dan mengendalikan biaya produksiserta evaluasi kinerja terhadap produktifitas yang dihasikan. 

Aliran biaya produksi pada perusahaan produksi dimulai dari pencatatan harga pokok bahan yang dibeli , pencatatan bahan yang dimasukan kedalam proses produksi, pencatatan biaya tenaga kerja langsung dan pencatatan biaya lain-lain (Biaya overhead pabrik) yang terjadi selama proses produksi dan berakhir pada pencatan harga pokok produk jadi, kemudian dilakukan penyerahan ke bagian gudang produk jadi oleh bagian produksi. 

1.2 Rumusan Masalah 

2.1. Apa hubungan antara siklus produksi dengan siklus akuntansi biaya ? 
2.2. Apa saja elemen – elemen biaya produksi ? 
2.3. Apa itu aliran biaya produksi ? 

1.3 Tujuan Masalah 

2.1. Untuk mengetahui hubungan antara siklus produksi dengan siklus akuntansi biaya 
2.2. Untuk mengetahui elemen – elemen biaya produksi 
2.3. Untuk mengetahui aliran biaya produksi 


BAB II 
PEMBAHASAN 

2.1 Hubungan antara siklus produksi dengan siklus akuntansi biaya 

2.1.1 Pengertian Siklus Produksi 

Siklus Produksi adalah serangkaian aktifitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk dan terjadi secara terus-menerus. Keberadaan system informasi akuntansi sangat penting dalam siklus produksi, dengan system informasi akuntansi membantu menghasilkan informasi biaya yang tepat dan waktu kerja yang jelas. 

Untuk dijadikan masukan bagi pembuat keputusan dalam perancanaan produk atau jasa yang dihasilkan, berapa harga produk tersebut, dan bagaimana perencanaan penyerapan dan alokasi sumber daya yang diperlukan, dan yang sangat penting adalah bagaimana merencanakan dan mengendalikan biaya produksiserta evaluasi kinerja terhadap produktifitas yang dihasikan. 


2.1.2 Diagram Siklus Produksi 

produksi

Penjelasan: 

1. Siklus pendapatan, yang memberikan informasi tentang produk apa yang dipesan dan ramalan penjualan (kuantitas), yang akan digunakan oleh bagian produksi untuk menyusun rencana produksi dan jumlah persediaan. Sebaliknya siklus produksi memberikan informasi kepada siklus pendapatan tentang produk apa saja yang telah selesai dibuat dan jumlah produk yang tersedia untuk dijual. 

2. Informasi tentang bahan baku dikirim ke siklus pembelian dalam bentuk surat permintaan pembelian , sebaliknya siklus pembelian juga memberikan informasi tentang bahan baku yang dibeli dan pengeluaran lain yang terhasuk dalam overhead pabrik. 

3. Informasi tentang kebutuhan tenaga kerja dikirimkan ke system manajemen sumber daya manusia/penggajian yang nantinya akan memberikan data tentang tersedianya tenaga kerja dan biayanya.Informasi tentang harga pokok produksi dikirimkan ke siklus buku besar dan pelaporan 

2.1.3 Aktivitas Siklus Produksi 

Terdapat empat aktivitas dasar dalam siklus produksi, yaitu: 

1. Desain Produk 

Langkah pertama dalam siklus produksi adalah desainproduk, tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi. 

Aktivitas desain produk menciptakan dua dokumen utama, yaitu pertama, daftar bahan baku yang menyebutkan nomor bahan baku, deskripsi, serta jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam satu unit produk jadi. 

Kedua, daftar operasi yang menyebutkan kebutuhan tenaga kerja dan mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut. Peran akuntan harus terlibat dalam desain produk karena 65 hingga 80 persen biaya produk ditentukan pada tahap proses produksi ini. 

Para akuntan dapat memberikan informasi yang menunjukkan bagaimana berbagai desain dapat mempengaruhi biaya produksi suatu lini produk-produk yang berkaitan dengan meningkatkan jumlah komponen bersama yang digunakan dalam masing-masing produk. 

Dengan memberikan data mengenai biaya perbaikan dan jaminan yang terkait dengan produk yang ada dapat berguna untuk mendesain produk yang lebih baik. 

2. Perencanaan dan Penjadwalan 

Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan, tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi. 

Terdapat dua metode perencanaan produksi yang umum digunakan adalah Perencanaan sumber daya produksi (manufacturing resource planning = MRP-II) dan Sistem produksi Just-in-time (JIT). MRP-II adalah kelanjutan dari perencanaan sumber daya bahan baku yang mencari keseimbangan antara kapasitas produksi yang ada dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi perkiraan permintaan penjualan. 

Sistem MRP-II sering disebut sebagai push manufacturing, karena barang diproduksi sebagai ekspetasi atas permintaan pelanggan. Sedangkan Just-in-time (JIT)memperluas prinsip sistem pengendalian persediaan untuk seluruh proses produksi. 

Tujuan produksi JIT adalah meminimalkan atau meniadakan persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. JIT sering kali disebut sebagai pull manufacturing, karena barang diproduksi sebagai tanggapan atas permintaan pelanggan. Jadi hanya berproduksi sebagai tanggapan atas pesanan pelanggan. 

Jadwal Induk Produksi (master production schedule – MPS) menspesifikasikan seberapa banyak produk akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan. Permintaan bahan baku mensahkan pengeluaran jumlah bahan baku yang dibutuhkan dari gudang ke lokasi pabrik, tempat bahan tersebut dibutuhkan. 

Dokumen ini berisi nomor perintah produksi, tanggal pembuatan, dan berdasarkan pada daftar bahan baku, nomor baarang serta jumlah semua bahan baku yang dibutuhkan. Perpindahan selanjutnya dari bahan baku di sepanjang pabrik akan didokumentasikan dalam dalam kartu perpindahan, yang mengidentifikasikan bagian – bagian yang di pindahkan, lokasi perpindahannya serta waktu perpindahan. 

Peran akuntan dalam aktivitas ini memastikan bahwa SIA mengumpulkan dan melaporkan biaya secara konsisten dengan teknik perencanaan produksi perusahaan. Para akuntan juga membantu perusahaan memilih antara MRP-II atau JIT untuk melihat manakah yang lebih tepat untuk perencanaan dan penjadwalan produksi perusahaan. 

3. Operasi Produksi 

Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk. Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan, perbedaan tersebut berdasarkan jenis produk yang diproduksi dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi. 

Penggunaan berbagai bentuk Teknologi Informasi dalam proses produksi, seperti mesin yang dikendalikan oleh komputer, disebut sebagai computer-intergrated manufacturing (CIM) untuk mengurangi biaya produksi. 

Para akuntan tidak diminta untuk menjadi ahli dalam setiap segi CIM, tetapi mereka harus memahami bagaimana hal tersebut mempengaruhi SIA. Salah satu pengaruh CIM adalah pergeseran dari produksi massal ke produksi sesuai pesanan. 

Walau sifat proses produksi dan keluasan CIM dapat berbeda diberbagai perusahaan, namun setiap perusahaan membutuhkan data mengenai empat segi berikut yaitu bahan baku yang digunakan, jam tenaga kerja yang digunakan, operasi mesin yang dilakukan serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi. 

4. Akuntansi Biaya 

Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya. Terdapat tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya yaitu: 

1). Memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi. SIA didesain untuk mengumpulkan data real-time mengenai kinerja aktivitas produksi agar pihak manajemen dapat membuat keputusan tepat waktu. 

2). Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk. SIA mengumpulkan biaya berdasarkan berbagai kategori dan kemudian membebankan biaya tersebut ke produk & unit organisasi tertentu. 

3). Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan. 

Sebagaian besar perusahaan menggunakan perhitungan biaya pesanan dan proses untuk membebankan biaya produksi. Perhitungan biaya pesanan membebankan biaya ke batch produksi tertentu, atau pekerjaan tertentu dan digunakan ketika produk atau jasa yang dijual terdiri dari bagian-bagian yang dapat di identifikasikan secara terpisah. 

Sebaliknya, Perhitungan biaya prosesmembebankan biaya ke setiap proses, dan kemudian menghitung biaya rata-rata untuk semua unit yang diproduksi. Digunakan ketika produk atau jasa yang hampir sama diproduksi dalam jumlah massal dan unit terpisah tidak dapat dengan mudah diidentifikasi. 

Pilihan perhitungan biaya berdasarkan pesanan atau proses hanya mempengaruhi metode yang digunakan untuk membebankan biaya-biaya tersebut ke produk, bukan pada metode pengumpulan data. Kedua sistem tersebut membutuhkan akumulasi dan mengenai empat jenis biaya: 

a. Bahan Baku 

Ketika produksi dimulai, pengeluaran permintaan bahan baku memicu debit barang dalam proses untuk bahan baku yang dikirim ke bagian produksi. 

b. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor) 

Kartu waktu kerja adalah sebuah dokumen kertas yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas pekerja. Dokumen ini mencatat jumlah waktu yang digunakan seorang pekerja untuk setiap tugas pekerjaan tertentu. Para pekerja memasukkan data ini dengan menggunakan terminal online di setiap bengkel kerja pabrik. 

c. Mesin dan Peralatan 

Ketika perusahaan mengimplementasikan CIM untuk mengotomatisasi proses produksi, proporsi yang lebih besar dari biaya produksi berhubungan dengan mesin dan peralatan yang digunakan untuk membuat produk tersebut. 

d. Overhead Pabrik 

Yaitu semua biaya produksi yang tidak secara ekonomis layak untuk ditelusuri secara langsung ke pekerjaan atau proses tertentu. 

2.2 Elemen – elemen biaya produksi 

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut objek pengeluarannya, biaya produksi terbagi atas tiga elemen biaya, yaitu: 

2.2.1 Biaya Bahan Baku 

Biaya bahan baku adalah biaya atas bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk jadi dan secara fisik menjadi bagian dari produk jadi tersebut. 

Contohnya biaya pembelian dan pemakaian bahan berupa kulit, benang, paku, lem dan cat perusahaan. 

2.2.2 Biaya Tenaga Kerja Langsung 

Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dibayarkan kepada tenaga kerja langsung. Istilah tenaga kerja langsung digunakan untuk menunjuk tenaga kerja (karyawan) yang terlihat langsung dalam proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. 

Contohnya upah yang dibayar kepada karyawan bagian pemotongan atau bagian perakitan atau bagian pengecatan pada perusahaan mebel. 

2.2.3 Biaya Overhead Pabrik 

Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. 

Contohnya antara lain bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya reparasi dan pemeliharaan mesin, gaji mandor, biaya listrik pabrik dan biaya penyusunan peralatan pabrik. 

2.3 Aliran biaya produksi 

Aliran biaya produksi pada perusahaan produksi dimulai dari pencatatan harga pokok bahan yang dibeli, pencatatan bahan yang dimasukan kedalam proses produksi, pencatatan biaya tenaga kerja langsung dan pencatatan biaya lain-lain (Biaya overhead pabrik) yang terjadi selama proses produksi dan berakhir pada pencatan harga pokok produk jadi, kemudian dilakukan penyerahan ke bagian gudang produk jadi oleh bagian produksi. Dari uraian diatas apabila digambarkan secara diagram akan tampak aliran biaya produksi seperti berikut: 

Tahap -tahap proses produksi: 

1. Pembelian dan penyimpanan bahan baku 
2. Pengolahan bahan baku agar menjadi produk jadi 
3. Persediaan produk jadi sebelum terjual 

Dari aliran biaya tersebut diatas maka untuk menampung seluruh biaya yang dikeluarkan secara garis besar maka dibentuk rekening-rekening sebagai berikut: 

1. Barang Dalam ProsesPerkiraan ini jika dicatat di posisi debet yang berfungsi untuk mencata pemakaian bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik sedangkan disebelah kiri untuk mencatat harga pokok. 

2. Persediaan bahan baku Perkiraan ini jika dicatat di posisi di debet untuk mencatat harga pokok bahan yang dibeli, sedangkan apabila dicatat disebelah kredit berfungsi untuk mencatat harga pokok bahan baku yang dipakai proses produksi (dikeluarkan untuk di produksi). 

3. Gaji dan UpahPerkiraan ini berada di sebelah debet untuk mencatat gaji dan upah yang akan dibayarkan kepada karyawan, sedangkan apabila posisinya berada di sebelah kredit digunakan untuk mencatat gaji dan upah yang dibebankan terhadap produk. 

4. Biaya Overhead PabrikBiaya overhead pabrik jika dicatat disebelah debet untuk mencatat perkiraan BOP yang sesungguhnya terjadi di pabrik, sedangkan jika dicatat disebelah kredit digunakan untuk mencatat BOP yang dibebankan terhadap produk (biasanya pembebanan dilakukan berdasarkan tarif yang sudah ditentukan dimuka). 

5. Persediaan Produk jadiRekening persediaan produk jadi jika disimpan disebelah debet digunakan untuk mencatat harga pokok produk jadi yang di transfer ke gudang produk jadi dari gudang produksi, sedangkan jika dicatat disebelah kredit untuk mencatat harga pokok produk jadi yang terjual. 

BAB III 
PENUTUP 

3.1 Kesimpulan 

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. 

Biaya bahan baku merupakan komponen biaya yang terbesar dalam pembuatan produk jadi. Dalam perusahaan manufaktur, bahan baku diolah menjadi produk jadi dengan mengeluarkan biaya konversi. 

3.2 Saran 

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan karenanya kritk serta saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi terciptanya makalah yang sempurna dikemudian hari dan dapat menjadi acuan dalam penulisan makalah makalah berikutnya. 

DAFTAR PUSTAKA 

https://dosenakuntansi.com › Akuntansi Biaya 
https://nearyouyourchoice.blogspot.com › Akuntansi 
https://desyputrinugraeni.wordpress.com/2012/01/23/aliran-biaya-produksi/ 

0 Response to "Makalah Hubungan antara siklus produksi dengan siklus akuntansi biaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel