Makalah Definisi Estimasi Fungsi Permintaan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kegiatan perekonomian, tidak terlepas dari adanya permintaan dan penawaran. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahasa masalah “Estimasi Permintaan dan Pendekatan Riset Pemasaran”. Estimasi Permintaan itu ada yang di lakukan secara langsung dan tidak langsung. Yaitu estimasi yang bersifat kualitatif direktif. Diantaranya, Customer Survey, Metode Observasi, dan Metode Market Eksperimen.

Selain itu, agar hasil analisis ini bersifat mendalam kita harus membubuhinya dengan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif yang sering digunakan adalah analisis Regresi. Pada makalah ini, akan di bahas juga contoh analis yang menggunakan metode “Regresi”. Dan contoh penggunaan dari metode Regresi tersebut.

Kemudian, dalam makalah ini juga di kaji tentang “Pendekatan Riset Pemasaran”. Akan di bahas, gambaran umum dari Pendekatan Riset Pemasaran itu seperti apa, dan akan di bahas lagi secara mendetail.

1.2 Rumusan Masalah 

1. Apa definisi estimasi fungsi permintaan ?
2. Apa saja metode estimasi permintaan ?

1.3 Tujuan Penulisan 

1. Untuk mengetahui definisi estimasi fungsi permintaan !
2. Untuk mengetahui metode estimasi permintaan !

BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Definisi Estimasi Fungsi Permintaan

Estimasi permintaan merupakan kegiatan memperkirakan jumlah permintaan konsumen terhadap barang atau jasa dimasa yang akan datang berdasarkan data atau keadaan masa lalu dan saat ini. Dalam melakukan estimasi permintaan konsumen, metode yang sering digunakan, antara lain:

1. Customer Survey

Suatu metode yang digunakan untuk mengetahui sikap dan persepsi para pelanggan dengan cara wawancara secara langsung atau memberikan questioner yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Kelemahan dari metode ini, antara lain: biaya relative mahal (besar), dan hasil survey tidak realistic karena konsumen tidak memberkan jawaban yang akurat (ditutupi kekurangan mereka).

2. Metode Observasi 

Suatu metode yang digunakan untuk mengetahui perilaku konsumen /pelanggan dengan cara pengamatan yang dilakukan oleh salesman (ditugaskan oleh manager perusahaan). Kelemahan dari metode ini adalah hasil dari sering kali tidak memberikan gamabarn yang objektif dari konsumen, tapi gambaran justru subyektif dari salesman.

3. Metode Market Experiment 

Suatu cara untuk membuat estimasi permintaan dengan malakukan uji coba dapa segmen pasar tertentu. Uji coba ini dilakukan dengan memberikan perlakukan tertentu terhadap factor –factor yang mempengaruhi permintaan

Metode estimasi permintaan konsumen yang ada diatas merupakan beberapa metode estimasi yang bersifat kualitatif direktif, artinya metode yang mengunakan data yang secara langsung diperoleh dari konsumen untuk mengestimasi permintaan mendatang dengan mengunakan analisis secara kualitatif.

Agar hasil analisis ini bersifat mendalam kita harus membubuhinya dengan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif yang sering digunakan adalah analisis Regresi. Metode Regresi adalah metode statistik untuk mencari besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.variabel bebas antara lain: harga barang tersebut dan barang lain; pendapatan konsumen; selera konsumen dan lain – lain. 

Varibel terikatnya adalah permintaan atas barang/ jasa itu sendiri. Analisis Regresi ini terdapata dua macam yaitu: analisi regresi sederhana dan berganda. Dalam analisis regresi sederhana persamaan dapat dirumuskan dengan

Y = a + bX, 

dimana:

b = ∑(Xt-X)(Yt-Y)
∑(Xt-X)2
a = Y – bX

2.2 Metode Estimasi Permintaan.

Metode estimasi nilai koefisien beta dalam fungsi permintaan bisa digolongkan baik sebagai yang langsung maupun tidak langsung. Estimasi permintaan dengan metode langsung diperoleh melalui wawancara, survay dan eksperimen paper, dalam mana pembeli potensial diberi pertanyaan tentang reaksi yang mungkin muncul sebagai akibat adanya perubahan harga maupun perubahan variabel lainnya.  Metode estimasi (penaksiran) dalam fungsi permintaan bisa digolongkan menjadi 2 yaitu:

A. Metode Langsung

Metode langsung adalah metode yang langsung melibatkan konsumen, misalnya melalui wawancara dan survey, pasar simulasi dan eksperimen pasar terkendali.

1) Wawancara dan Survey

Metode penaksiran permintaan secara langsung adalah dengan cara mewawancarai para pembeli atau pembeli potensial mengenai berapa kenaikan atau penurunan jumlah produk yang mereka beli jika harganya berubah. Kelompok sasaran dapat dikumpulkan untuk membicarakan masalah tersebut, atau kuesioner ditujukan kepada suatu sampel pembeli. Walaupun kelihatannya sederhana, dalam pelaksanaannya pendekatan ini menghadapi banyak kesulitan, yaitu:

a. Kecakapan Random

Individu yang disurvei harus mewakili pasar secara keseluruhan sehingga hasilnya tidak bias. Oleh sebab itu sampel harus cukup besar dan menggunakan metode random sehingga informasi pasar yang layak untuk mengadakan rencana perubahan.

b. Bias Pewawancara

Dalam hal ini kehadiran pewawancara dapat mempengaruhi perasaan responden sehingga responden dapat memberikan jawaban-jawaban yang tidak benar. Bias pewawancara sering terjadi baik dalam personal interview, dan bahkan koesioner yang diposkan sekalipun (sebab ada orang lain yang membacanya).

c. Adanya Kesenjangan Antara Niat dan Tindakan

Masalah ini sering disebut juga sebagai masalah akurasi jawaban (response accurasy). Konsumen benar-benar berniat membeli suatu produk ketika diwawancarai, tetapi ketika dipasarkan mungkin sesuatu hal telah mengubah niat dan pikiran konsumen tersebut. 

Akhirnya jawaban-jawaban responden juga tidak dapat dipercaya bila pertanyaan yang diajukan membingungkan atau ditafsir salah atau mengundang hal-hal di luar dunia imajinasi konsumen. Secara ringkas bisa dikatakan bahwa dalam membuat koesioner, harus dipikirkan masak-masak dan hati-hati dan harus disertai a\nalisis dalam menginterprestasikan hasil survei.

2). Pasar Simulasi

Alat lain untuk mengetahui respon konsumen terhadap perubahan harga atau kegiatan promosi adalah dengan cara membuat suatu pasar simulasi (buatan) dan mengamati perilaku dari para partisipan terpilih dalam pasar simulasi tersebut.

Cara seperti ini disebut “klinik konsumen”dan dilakukan dengan cara memberikan sejumlah uang kepada para partisipan tersebut dan meminta mereka agar membelanjakan uang tersebut pada lingkungan toko buatan tersebut. 

Untuk kelompok partisipan yang berbeda ditetapkan harga dan peragaan promosi yang berbeda pula. Bila para partisipan dipilih secara seksama sehingga dapat mewakili pasar produk-produk tersebut, kita dapat mengamati sesudah reaksi mereka terhadap perubahan harga dan berbagai kegiatan promosi dan menyimpulkan bahwa seluruh pasar akan merespon perubahan harga tersebut dengan cara yang sama.

Hasil dari uji pasar simulasi ini harus diamati secara cermat. Ada kemungkinan bahwa cara para partisipan tersebut membelanjakan uang orang lain berbeda dengan cara mereka membelanjakan uang mereka sendiri. Kemungkinan lain adalah para partisipan tersebut akan memilih produk tertentu bila harganya diturunkan agar tampak bahwa mereka adalah pembelanja yang hemat dan bertanggung jawab. 

Metode ini nampaknya merupakan metode pencarian data yang mahal sebab biaya relatif tinggi karena kita harus menyediakan produk yang akan dipilih para partisispan dan prosesnya memakan banyak waktu. Konsekuensinya, tentu saja kita akan menunjukkan jumlah sampel yang sedikit. 

Namun demikian, metode eksperimen ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi kita untuk mengetahui kesadaran harga konsumen dan reaksi mereka secara umum terhadap perubahan variable-variabel promosi tertentu.

3). Eksperimen Pasar Secara Langsung

Eksperimen pasar secara langsung ini melibatkan orang-orang yang benar-benar berada di situasi pasar sebenarnya yang membelanjakan uangnya untuk barang dan jasa yang mereka inginkan. 

Perusahaan memilih satu kota atu lebih, pasar regional, atau negara dan melakukan eksperimen pada “pasar-pasar uji” ini dirancang untuk mencari tahu “penerimaan” konsumen atas produk dan mengidentifikasi dampak perubahan dari satu variabel yang dapat dikendalikan atau lebih terhadap jumlah yang diminta.

Sebagai contoh, pada sebuah pasar regional perusahaan dapat memotong harga produknya sebesar 10% dan membandingkan reaksi penjualan pada pasar tersebut dengan pasar regional serupa lainnya. Kemungkinan lain, perusahaan tersebut dapat meningkatkan promosi di pasar tertentu untuk “menilai” dampak dari suatu perubahan sebelum menanggung biaya dan resiko yang lebih besar untuk melakukan perubahan tersebut di seluruh wilayah negara.

B.  Metode Tidak Langsung

Metode tidak langsung adalah metode yang dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan kemudian dilakukan upaya-upaya untuk menemukan hubungan-hubungan statistic antara variable dependen dengan independen.


BAB III



PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penaksiran permintaan berkaitan dengan cara memperoleh nilai-nilai parameter pada fungsi permintaan yang cocok pada saat kini. Informasi ini penting bagi pengambilan keputusan sekarang dan dalam mengevaluasi apakah keputusan sudah optimal dalam konteks situasi permintaan sekarang.

Secara sederhana dapat disimpulkan, para praktisi riset, mendefinisikan riset pemasaran sebagai suatu identifikasi yang obyektif dan sistematis, dilanjutkan dengan pengumpulan, analisa, dan perangkaian informasi yang bertujuan untuk memperbaiki pengambilan keputusan yang berkaitan solusi masalah dan penemuan peluang dalam proses pemasaran. 

3.2 Saran


Demikianlah makalah ini kami buat, bila ada terdapat kesalahan maka kami meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca, sekaligus atas kritik dan sarannya kami ucapkan terima kasih

DAFTAR PUSUTAKA





0 Response to "Makalah Definisi Estimasi Fungsi Permintaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel