Makalah Konsep Presepsi, Konsep Sikap, Konsep Kepuasan Kerja dan Konsep Stres

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang unik karena memiliki perbedaan dengan individu lainnya. Wolberg (1967) mengatakan, selain sebagai makhluk social, manusia merupakan makhluk individual. Begitupun pandangan mereka mengenai suatu obyek, ada yang suka ada juga yang membenci obyek tersebut, tergantung “persepsi” individu tersebut. Karena pada hakikatnya, persepsi adalah proses  penilaian seseorang terhadap  obyek tertentu .

Persepsi (perception) merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adalah persepsi manusia yang bersangkutan. Dalam pembicaraan antar individu, sering kali kita simak kata persepsi yang terselip di dalam pembicaraan tersebut. Akan tetapi masih banyak  yang belum memahami arti dari persepsi itu.

Oleh karena itu,untuk lebih memahami mengenai materi dari persepsi, kami akan membahas lebih spesifik mengenai  persepsi serta proses dari persepsi sehingga berpengaruh terhadap sikap dan perilaku individu (manusia).

Salah satu teori yang mencoba menjelaskan mengapa persepsi manusia berbeda-beda terhadap suatu hal adalah teori atribusi (attribution theory). Teori ini menjelaskan ketika seorang individu mengamati sebuah perilaku, mereka mencoba menentukan apakah perilaku tersebut disebabkan oleh internal diri si individu ataukah disebabkan oleh factor eksternal. Dari sinilah kemudian seseorang mendasarkan penilaian terhadap perilaku individu. 

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan konsep presepsi ?
2. Apa yang dimaksud dengan konsep sikap ?
3. Apa yang dimaksud dengan konsep kepuasan kerja ?
4. Apa yang dimaksud dengan konsep stres ?

1.3 tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian konsep presepsi !
2. Untuk mengetahui pengertian konsep sikap !
3. Untuk mengetahui pengertian konsep kepuasan kerja !
4. Untuk mengetahui pengertian konsep stres !

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Persepsi

Persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian di analisa (diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna.

presepsi
Persepsi Seseorang artinya bagaimana persepsi yang dibuat oleh individu tentang individu yang lainnya. Persepsi seseorang ini dipengaruhi oleh:

1. Homo Valens

Manusia adalah mahluk yang berkeinginan atau memiliki keinginan. Dalam diri manusia semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. 

Baik yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa dengan mudah kita akses(preconscious) dan ada yang sulit kita akses untuk dibawa ke alam bawah sadar(unconscious). Dalam pikiran manusia 82% dikendalikan oleh pikiran alam bawah sadar, 12% pikiran sadar dan 6% faktor lain. Di alam bawah sadar individu terdapat dua struktur mental yang bisa diibaratkan sebagai gunung es dari kepribadian kita, yaitu: 
  • Id, atau yang disebut primary process thingking atau yang dikenal dengan EQ (Emotional Quotient) yaitu berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.
  • Superego, atau yang dikenal dengan SQ (SpiritualQuotient ) yaitu berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosialyang diserap individu dari lingkungannya. 
  • Ego, atau yang disebut secondary process thingking atau yang dikenal dengan IQ (Inteligents Quotient) yaitu sebagai pengawas realitas.
contoh: 

Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian, toh tak ada yang tahu!”. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu, jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”.

Pada masa anak-anak, kita dikendalikan sepenuhnya oleh id kita, jika tidak mendapatkan sesuatu mereka akan memuaskan kebutuhannya mereka dengan mencari pengganti seperti(bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya). 

Terkadang pada orang dewas muncul sikap seperti primary process thingking yaitu mencari pengganti pemuas keinginan contohnya menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos kantor. Ego atau secondary process thingking berkembang pada saat anak – anak memasuki dewasa contohnya manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya).

2. Adanya Teori Hubungan 

Artinya suatu usaha ketika individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal. Prilaku yang disebabkan secara internal adalah prilaku yang dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu. Prilaku yang disebabkan secara eksternal adalah prilaku yang dipengaruhi oleh sebab–sebab dari luar pribadi individu seperti individu dipaksa untuk berprilaku demikian oleh situasi.

Misalnya: jika karyawan datang terlambat, dan atasan mengasumsikan bahwa karyawan tersebut bangun kesiangan karna menghadiri pesta sampai larut malam, atau menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam atau nonton pertandingan bola sampai laurut malam, ini disebut sebagai hubungan internal, tetapi jika keterlambatan tersebut disebabkan oleh kemacetan lalulintas karna kecelakaan ini disebut sebagai hubungan eksternal.

3. Persepsi Selektif 

Adalah menginterprestasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman dan sikap seseorang. Misalnya kita hanya memperhatikan sesuatu yang sama dengan apa yang kita miliki. 

4. Efek Halo

Efek halo adalah membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuahkarakteristik. Misalnya kepandaian, keramahan, atau penampilan seperti mahasiswa memberikan penilaian terhadap dosen mereka oleh karena dosen tersebut pendiam walaupun pandai dan sangat cakap maka mahasiswa menilai dosen rendah.

5. Efek Kontras

Efek kontras adalah eveluasi tentang karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapatkan nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik yang sama. Misalnya seorang pelamar yang memiliki kemampuan menengahmendapatkan evaluasi yang kurang baik dibandingkan dengan pelamar yang memiliki kemampuan yang unggul.

6. Proyeksi

Proyeksi adalah menghubungkan karakteristik diri sendiri dengan individu yang lain. Misalnya pada saat kita menginginkan tantangan dan tanggung jawab dalam pekerjaan kita, kita juga mengasumsikan bahwa indvidu lain juga meninginkan hal yang sama atau pada saat kita menganggap diri kita jujur dan dan bisa dipercaya, maka kita juga mengasumsikan hal yang sama terhadap orang lain.

7. Pembentukan Stereotip 

Ini terjadi ketika penilaian yang kita berikan didasrkan pada kelompok tempat orang tersebut, bukan didasarkan pada individunya sendiri.

Misalnya: pada saat terjadi bom bali, banyak orang beranggapan bahwa semua muslim adalah teroris sehingga bagi negara- negara  tertentu sangat proteksi terhadap muslim. Pekerja–pekeraja asia merupakan pekerjas keras dan selalu berhati–hati. Lulusan lembaga pendidikan atau perguruan tinggi tertentu lebih diterima dari pada lembaga pendidikan atau perguruan tinggi lainnya

Baca Juga Artikel Sebelumnya :

2.2 Konsep Sikap 


Sikap adalah kecenderungan individu untuk bertingkahlaku berdasarkan pengetahuan, perasaan dan kemauannya. Menurut Walgito (2004), sikap mengandung tiga komponen: 

a. Kognitif (konseptual) 

Komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan yang berkaitan dengan  bagaimana orang mempersepsi objek sikap. Komponen perkembangan kognitif yang ditinjau dari  pengetahuan menjadi focus utama karena perkembangan kognitif mempengaruhi semua aktifitas  pembelajaran.  

b. Afektif (emosional) 

Komponen efektif yaitu yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. Komponen ini perlu mendapat penekanan secara khusus karena sikap afektif ini merupakan sumber motif yang terdapat di dalam diri individu. 

Sikap belajar yang positif dapat disamakan dengan minat, sedangkan minat akan memperlancar jalannya pelajaran siswa yang malas, tidak mau belajar yang disebabkan oleh tidak adanya minat.

Jadi sikap siswa dapat dipengaruhi oleh motifasi sehingga ia dapat menentukan sikap belajar. Kemudian diyakini bahwa objek yang menarik minat siswa misalnya terhadap proses pemmbelajaran di kelas akan menjadi dasar motifasi siswa sehingga akan menentukkan sikap siswa untuk belajar. 

c. Konatif (perilaku) 

Komponen konatif yaitu komponen yang berkaitan dengan kecenderungan untuk berperilaku terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap. 

Secara garis besar komponen sikap kognitif ini berpengaruh terhadap komponen afektif (emosional) yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap objek sikap. 

Rasa senang merupakan hal positif , sedang rasa tidak senang merupakan hal yang negative. Kemudian sikap tersebut diaplikasikan dalam bentuk perilaku, yaitu komponen yang berkaitan dengan kecenderungan untuk berperilaku. New Comb, Turner dan Converse (1985) mengemukakan hal ini berkaitan dengan fungsi sikap, sebagai berikut: 
  • Sikap sebagai instrumen atau alat pencapai tujuan, Fungsi ini juga sering disebut sebagai fungsi penyesuaian, karena dengan mengambil sikap tertentu seseorang akan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya.  
  • Sikap sebagai pertahanan ego, Kadang-kadang orang mengambil sikap tertentu terhadap suatu objek karena untuk mempertahankan ego atau akunya. Apabila seseorang merasa egonya terancam maka ia akan mengambil sikap tertentu terhadap objek demi pertahanan egonya.
  • Sikap sebagai ekspresi nilai, ialah bahwa sikap seseorang menunjukkan bagaimana nilai-nilai pada orang tua. Sikap ini kemudian mendasari dan mendorong kearah sejumlah perbuatan yang satu sama lainnya berhubungan. 
  • Sikap sebagai fungsi pengetahuan, berarti bahwa bagaimana sikap seseorang terhadap suatu objek akan mencerminkan keadaan pengetahuan dari orang tersebut. Jadi harus ada informasi pada seseorang untuk dapat bersikap terhadap suatu objek. Informasi merupakan kondisi pertama untuk sikap. Dari informasi yng didapatkan itu akan menimbulkan berbagai macam perasaan positif atau negative terhadap suatu objek.
2.3 Konsep Kepuasan Kerja 

Kepuasan kerja diartikan sebagai sikap individu terhadap pekerjaannya. Seseorang yang memiliki kepuasan kerja tinggi akan memiliki sikap yang positif terhadap pekerjaannya. Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak puas akan memiliki sikap yang negative terhadap pekerjaannya.

Kepuasan kerja seseorang dapat diukur dengan menggunakan pendekatan summation score. Pendekatan ini mencoba mengukur kepuasan kerja seseorang dilihat dari enam elemen kunci pekerjaan, yaitu: pekerjaan saat ini, atasan, teman sekerja, gaji yang diperoleh, kesempatan promosi dan pekerjaan secara umum. 

Individu diminta merespon keenam hal tersebut apakah ia merasa puas ataukah tidak. Respon-respon tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja secara keseluruhan.Kepuasan kerja memiliki pengaruh dan dampak-dampak terhadap  tingkat produktivitas, tingkat absensi dan tingkat turnover.

2.4 Konsep Stres

Stress adalah suatu perasaan tertekan yang dialami seseorang karena adanya Ketidakpastian atau Opportunity. Hal ini akan disertai dengan suatu kegagalan (frustrasi) atau keberhasilan (sukses).Konsep Pengaruh Stres dibagi menjadi dua yakni: 

1. Kontruktif

Kontruktif adalah stress yang memberikan dampak positif atau yang bersifat membangun seperti kemampuan adaptasi, tingkat performance yang tinggi.

2. Destruktif

Destruktif adalah stress yang memberikan dampak negatif atau merusak jika tidak adanya daya tahan mental individu terhadap beban yang dirasakan.

A. Gejala – Gejala Stress:
  • Gejala Fisik seperti nafas memburu, mulut & kerongkongan kering, tangan lembab, merasa panas/gerah, otot menegang, gangguan pencernaan, sakit kepala dan gelisah.
  • Gejala perilaku umum seperti perasaan cemas, sedih, jengkel, mudah tersinggung, salah paham, tidak menarik, dan tidak bersemangat, merasa tidak berharga mengakibatkan kesulitan dalam bepikir, konsentrasi, sulit dalam mengambil keputusan, hilangnya minat terhadap orang lain, hilangnya kreatifitas dan hilangnya gairah dalam berpenampilan.
  • Gejala ditempat Kerja seperti kepuasan kerja rendah, kinerja menurun, komunikasi tidak lancar, kreatifitas dan inovasi menurun, serta bergulat pada tugas – tugas yang tidak produktif.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan suatu proses yang diterima stimulus individu melalui alat reseptor yaitu alat indera. Proses penginderaan tidak dapat lepas dari proses persepsi. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya karena individu mengenali dunia luarnya dengan menggunakan indera.

Dari pembahasan mengenai persepsi yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli,maka dapat disimpulkan bahwa persepsi sangat mempengaruhi perilaku kita sehari-hari. Banyak sekali pilihan-pilihan yang kita lakukan didalam hidup ini, tergantung pada pandangan kita terhadap obyek pilihan tersebut. Persepsi yang berkembang di masyarakat sulit dirubah, walaupun kenyataan menunjukkan hal yang sebaliknya

3.2 Saran 

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Gerungan, W. A. 1996. Psikologi Sosial. (edisi kedua). Bandung : PT Refika Aditama.

Kotler, Philip. 2000. Marketing Manajemen: Analysis, Planning, implementation, and Control 9th Edition, Prentice Hall International, Int, New Yersey Mar’at, 1991. Pengukurannya Sikap Manusia Perubahan Serta. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Robbins, S.P. 2003. Perilaku Organisasi. Jilid I. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Garmedia.

0 Response to "Makalah Konsep Presepsi, Konsep Sikap, Konsep Kepuasan Kerja dan Konsep Stres"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel