Resume; “Strategi Tata Letak (Layout)”

1. Konsep Dasar dan Peran Strategis Petentuan Tatat Letak, Dalam Proses Produksi 

Tata letak merupakan satu keputusan yang penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategi karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang differensiasi, biaya rendah dan respon cepat. 

Strategi Tata Letak (Layout)
Menurut Russel dan Taylor (2000) tujuan tata letak adalah meminimalkan material handling cost, meningkatkan efisiensi ulitisasi ruangan, meningkatkan efisiensi ulitisasi tenaga kerja, mengurangi kendala proses, dan memudahkan komunikasi dan interaksi antara para pekerja dengan supervisinya atau antara pekerja dengan para pelanggan perusahaan. 

Dengan demikian secara umum tujuan tata letak adalah untuk mendapatkan susunan tata letak yang paling optimal dari fasilitas-fasilitas produksi yang tersedia di dalam perusahaan. 

Dengan adanya susunan tata letak yang optimal, diharapkan pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat berjalan dengan lancar dan para karyawan akan dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka dengan baik. Secara lebih terperinci perencanaan tata letak mecakup hal-hal sebagai berikut: 

1. Minimalisiasi Material Handling Cost 

Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh manajemen prusahaan adalah kesederhanaan proses produksi di dalam perusahaan yang bersangkutan. Penyusunan tata letak pabrik yang tepat diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan material handling cost. Disisi lain penataan tata letak yang baik akan menunjang pelaksanaan proses produksi secara efisien. 

2. Efektivitas Penggunaan Ruangan Pabrik 

Investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk membangun pabrik, membeli mesin dan peralatan produksi, umumnya berjumlah besar. Maka dari itu perusahaan dituntut untuk membuat sebuah perencanaan tata letak yang baik dan efisien. 

Dalam program dan perencanaan tata letak ini harus sudah dipikirkan penempatan mesin dan peralatan produksi, ruang untuk penempatan material handling, ruangan untuk penyimpanan bahan dan komponen rakitan, ruang untuk tenaga kerja manusia, dan ruang lain untuk menunjang proses pabrikasi yang lancar, agar tercapai pemanfataan yang baik dan efisiensi tercapai. 

3. Tingkat Penggunaan Tenaga Kerja Fabrikasi 

Pada umumnya, perusahaan dalam melaksanakan proses produksi mengharapkan waktu kerja yang efektif agar penggunaan SDM tidak terbuang percuma. Jam kerja efektif tenaga kerja akan berkurang bila tata letak pabrik kurang baik sehingga pekerja melakukan gerakan-gerakan yang melampaui kebutuhan. 

Tata letak yang kurang baik membuat pekerja harus hilir mudik dari satu ruangan ke ruangan yang lain dalam jarak yang cukup panjang. 

4. Mengurangi Kendala Kelancaran Proses Produksi 

Keteraturan peletakan mesin dan peralatan produksi dalam sebuah perusahaan akan menciptakan lingkungan kerj ayang baik. Tenaga kerja akan merasa nyaman dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 

Tekanan perasaan yang berujung pada timbulnya stress dapat dikurangi sehingga pekerja dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan gembira dan bebas dari beban mental yang tidak perlu. Hal tersebut akan terwujud apabila manajemen melakukan perencanaan layout secara tepat sejak awal dengan baik. Para manager berusaha untuk menghilangkan hambatan dan menimalisir penghalang (bottle neck) yang berpotensi yang akan dihadapi. 

5. Memudahkan Komunikasi 

Dari berbagai penelitian yang ada, perencanaan tata letak yang menimbulkan kesulitan komunikasi antar para pekerja, pekerja dengan supervisi, dan antar supervisi yang ada menghasilkan produktivitas yang rendah. 

Melihat sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan komunikasi antar satu dengan lainnya maka rancangan tata letak yang menghalangi manusia untuk dapat berkomunikasi atau pekerja yang menghadap dinding akan menurunkan moral pekerja. 

Maka dari itu untuk menghindari penurunan produktivitas yang diakibatkan karena adanya hambatan komunikasi antar manusia, maka diperlukan perencanaan tata letak yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka untuk saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Baca Juga Artikel Sebelumnya :

2. Tipe Tata Letak: Tata Letak Berdasarkan Posisi Tetap Dan Tata Letak Berorientasi Proses


1. Tata letak posisi Tetap 


Tata letak posisi tetap (fixed-position layout),merupakan tata letak dimana mengharuskan karyawan dan peralatan bekerja dalam satu wilayah kerja, sesuai dengan namanya tata letak posisi tetap, bersifat tidak fleksibel, dan biasanya diterapkan untuk proyek-proyek besar yang sangat memakan tempat, 

Contoh tipe proyek seperti ini adalah seperti proyek pembangunan kapal, jembatan, gedung jalan layang, rumah, dan sumur minyak bumi. 

Kelebihan layout dengan posisi tetap: 
  1. Fleksibel dapat ditetapkan pada setiap pekerjaan yang berbeda-beda. 
  2. Dapat diletakkan dimana saja sesuai kebutuhan. 
  3. Tidak memerlukan bangunan pabrik. 
Kelemahan layout dengan posisi tetap: 
  1. Tidak ada standar atau pedoman yang jelas untuk merencanakan layoutnya 
  2. Kegiatan pengawasan harus sering dilakukan dan relatif sulit 
  3. Biasanya keamanan barang-barang di sekitar pembuatan barang harus dijaga dengan baik karena rawan pencurian. 
2. Tata Letak Berorientasi Proses 


Tata letak letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat secara bersamaan digunakan untuk tata letak produk maupun jasa, tata letak ini juga paling efisien untuk perusahaan yang memproduksi produk yang pembuatannya berbeda-beda untuk komsumen yang berbeda, dengan kata lain tata letak yan berorientasi pada proses cocok diterapkan pada perusahaan yang memproduksi barang dengan jumlah yang sedikit tetapi variasi barangnya besar. 

Keuntungan dari tata letak yang berorientasi pada proses adalah fleksibilitas dalam penempatan mesin dan tenaga kerja, sehingga jika terjadi kerusakan di salah satu mesin tidak akan menghambat proses, karena pekerjaan dapat di transfer ke mesin lain. 

Tetapi kerugian dari system ini adalah penggunaan peralatan yang general-purpose (peralatan dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan) sehingga pemesanan memakan waktu lebih lama dan biaya yang lebih tinggi karena penjadwalan, pemasangan dan penanganan bahan baku sulit. contoh yang baik bagi tata letak yang berorientasi pada proses adalah rumah sakit atau klinik. 

Kelebihan dari tata letak ini diantaranya: 
  1. Adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. 
  2. Sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot, dan untuk memproduksi beragam komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda. 
Kelemahan tata letak yang berorientasi proses terletak pada 
  1. Peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. 
  2. Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena penjadwalan yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik.

3. Tata Letak Berorientasi Proses Untuk Sistem Batch Dan Kontinyu


Salah satu yang perlu di perhatikan dalam sistem proses adalah proses untuk sistem Batch dan Kontinyu; 

Proses Sistem (Batch) atau disebut dengan tumpak merupakan suatu system proses dimana selama proses berlangsung tidak ada masukan (input) maupun keluaran (output). 

Proses Sistem Kontinyu atau sinambung merupakan suatu system proses dimana selama proses berlangsung terdapat masukan dan keluaran 

Apabila hanya ada masukan saja atau hanya ada keluaran saja atau kadang-kadang ada yang dikeluarkan atau ditambahkan selama proses, maka proses disebut dengan semi tumpak (semi-batch).


Perbedaan Sistem Kontinyu dan Batch

Sistem Kontinyu
Sistem Batch
     1.     Ada Input dan Output
1. Tidak ada input dan output
     2.      Selalu Beroperasi
2. Operasi Terbatas
     3.      Tidak bergantung waktu
3. Bergantung waktu
     4.      Produksi sekala besar
4. Produksi kecil dan musiman
     5.      Produksi seragam
5. Produksi bervariasi
     6.      Alat lebih kecil
6. Alat lebih besar
     7.      Pengendalian proses lebih baik
7. Pengendalian Proses Sederhana


4. Tata Letak Kantor, Ritell, Dan Gudang /Tempat Penyimpanan 


1. Tata Letak Kantor 

Tata letak kantor berkaitan dengan penempatan pekerja dan perlengkapannya, ruang bagi mereka dengan tujuan agar arus informasi dapat berjalan dengan lancar, selain itu aspek kenyamanan dari para karyawan yang bekerja didalamnya juga harus diperhatikan dalam perencanaan tata letak kantor ini, pertimbangan-pertimbangan lain secara mendetail biasannya berkaitan dengan kerja kelompok, wewenang dan status karyawan dalam kantor tersebut, biasanya untuk karyawan biasa ruanganya dipisahkan dengan sekat, sementara untuk manager biasanya memiliki ruangan tersendiri. 

2. Tata Letak Retail 

Tata letak retail didasarkan pada pemikiran bahwa penjualan yang bervariasi tergantung sejauh mana produk dapat menarik perhatian dari konsumen, sehingga tata letak retail ditunjukan untuk sebanyak mungkin bisa memamerkan barang kepada konsumen, banyak penelitian yang menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pameran (display), maka semakin tinggi pula tingkat penjualan dan pengembalian investasinya.

3. Tata Letak Pergudangan Dan Penyimpanan 

Tujuan dari tata letak pergudangan adalah memenukan panduan yang optimal antara biaya penanganan barang dan ruang gudang. Biaya penanganan merupakan semua biaya yang berhubungan dengan transportasi ke gudang, biaya penyimpanan, dan transportasi ke luar gudang, biaya-biaya ini mencakup peralatan, manusia, bahan baku, pengawasan, asuransi dan penyusutan. Tata letak pergudangan yang efektif juga harus meminimalkan kerusakan barang di gudang. Ada dua istilah yang digunakan dalam tat letak gudang dan penyimpanan yaitu: 

Cross-Docking berarti menghindari penempatan bahan atau barang-barang dalam gudang dengan langsung memproses mereka saat diterima. 

Customizing gudang dapat menjadi tempat dimana nilai ditambahkan melalui customizing ini. Kustomisasi gudang biasanya merupakan cara yang berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat.

0 Response to "Resume; “Strategi Tata Letak (Layout)”"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel