CONTOH KASUS PASAR MONOPOLI PT. PERTAMINA

 PT. PERTAMINA 
CONTOH KASUS PASAR MONOPOLI PT. PERTAMINA

PT. Perusahaan tambang minyak negara (PT. Pertamina) merupakan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang memiliki perintah untuk menyediakan kebutuhan minyak bagi masyarakat indonesia. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban PT.Pertamina untuk menyediakannya, tetapi pada kenyataan sekarang ini masih adanya keterlangkaan Bahan Bakar Minyak di beberapa daerah. Ini menunjukkan bahwa PT.Pertamina tidak memperlihatkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan minyak masyarakat. 



PT. Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan minyak nasional dan sekaligus pendistribusi tunggal untuk memenuhi kebutuhan minyak di indonesia. Oleh karena itu PT. Pertamina termasuk ke dalam jenis monopoli murni karena penjual dan produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka khendaki. Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. 

Contoh kasus monopoli yang di lakukan oleh PT. Pertamina adalah : 

1. Fungsi PT. Pertamina sebagai pengkilang, distribusi, dan penjual minyak dan Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pengkilangan minyak tetapi dalam menentukan harga minyak yangdi jual kepada masyarakat tetap ditentukan oleh PT. Pertamina sendiri. 

2. Terjadinya krisis minyak yang di akibatkan oleh PT. Pertamina karena menaikan harga bahan bakar minyak premium di semua wilayah indonesia pada tahun 2009. PT. Pertamina pun melakukan kesalahan menaikan harga bahan bakar minyak premium tetapi masih banyak daerah – daerah terpencil yang kebetuhan minyaknya tidak terpenuhi dan sering juga terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak. Ini menyebabkan kerugian bagi masyarakat dari kalangan bawah hingga atas dan investor pun enggan untuk berinvestasi.

Baca Juga Artikel Terbaru :
PT. Pertamina Bisa Menjadi Pasar Monopoli Karena: 

Namun perlu diketahui perusahaan PT. Pertamina dikatan sebagai pasar monopoli karena adanya regulasi atau undang-undang yang diberikan pemerintah. Bentuk monopoli lain, yaitu hak paten yang merupakan bentuk khusus dan monopoli undang-undang untuk memasuki suatu industri. Hak paten ini diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk merangsang adanya penemuan-penemuan baru terutama bagi perusahaan kecil dan individu. 

Perusahaan Monopoli Memiliki Suatu Sumber Daya yang Unik dan Tidak Dimiliki oleh Perusahaan Lain. Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah pemilikan suatau sumber daya yang unik (istimewa) yang tidak dimiliki oleh orang atau perusahaan lain. Perusahaan air minum di suatu kota adalah salah satu contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya yang unik. 2. Perusahaan Monopoli pada Umumnya Dapat Menikmati Skala Ekonomi (Economies of Scale) hingga ke Tingkat Produksi yang Sangat Tinggi. 

Kendala Yang Dihadapi Pasar Monopoli PT. Pertamina 

a. Adanya penetapan harga pasar yang sangat rendah untuk menghalangi pesaing baru masuk pasar monopoli. 

b. Adanya kepemilikan hak paten dan hak cipta terhadap pasar tersebut. Hak paten ini sangat penting karena tanpa adanya hak kepemilikan suatu perusahaan akan sulit atau bahkan tidak dapat memasuki pasar monopoli. 

c. Terdapat pengawasan yang ketat terhadap semua agen pemasaran dan distribusi sehingga perusahaan pendatang sulit untuk masuk. Hal ini dilakukan untuk menghambat para pendatang baru yang bersaing agar tidak bisa mengambil konsumen dari pasar monopoli 

d. Terdapat skala ekonomi yang sangat besar yang dimiliki oleh perusahaan pemegang monopoli. Dengan memiliki skala ekonomi yang besar maka produksinya menjadi sangat efisien. 

e. Memiliki sumber daya yang unik. Contoh nyatanya adalah PT Freeport di Papua yang memiliki sumber daya tembaga, emas, dan perak. Perusahaan ini memiliki sumber daya manusia, teknologi, dan pengalaman yang sulit dimiliki oleh perusahaan lain. 

Strategi Pasar Monopoli PT. Pertamina Dalam Mencari Keuntungan 
  • Tingkat hambatan rendah 
Artinya produsen memiliki kebebasan dan kemudahan untuk keluar masuk pasar. Rendahnya tingkat hambatan memungkinkan produsen baru untuk masuk dan turut meramaikan persaingan monopolistik. Kemudahan keluar masuk pasar ini sekaligus memastikan bahwa tidak ada produsen tunggal yang mendominasi bahkan memiliki kekuatan monopoli untuk mengeksploitasi konsumen, karena produsen-produsen baru berkesempatan untuk turut mengambil bagian dalam pasar tersebut. Adanya kemudahan dan kebebasan keluar masuk pasar menjadikan persaingan semakin ketat. Meski demikian, hal tersebut justru menjadi cambuk bagi para produsen yang bermain di pasar monopolistik untuk selalu meningkatkan kreativitas dalam menciptakan produk-produk baru yang tentunya berkualitas. 
  • Fokus diferensiasi produk memberikan konsumen lebih banyak pilihan 
Pasar monopolistik tidak dikuasai oleh satu produsen, tetapi banyak produsen yang bermain di dalamnya dengan produk yang sifatnya heterogen. Untuk menarik konsumen, setiap produsen berusaha memunculkan karakteristik tertentu atau ciri khas pada produknya yang membedakan dari produk produsen lain. Inilah keuntungan pasar monopolistik, yakni berfokus pada diferensiasi produk. Produsen yang kreatif dalam menentukan strategi pemasaran yang jitu akan mampu merebut pasar. Sebaliknya, produsen yang pasif dengan sendirinya akan tersingkir dari persaingan. 

Dengan diferensiasi produk, produsen menawarkan sesuatu yang lebih dari produknya, yang tidak ditemukan pada produk dari produsen lain. Di sini peran konsumen dimainkan. Konsumen akan dihadapkan pada produk sejenis tetap lebih beragam dengan keunggulannya masing-masing. Dengan begitu, konsumen menjadi lebih selektif dalam menentukan pilihan terhadap produk yang disukainya atau sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. 
  • Pengembangan kualitas produk dan jasa 
Banyaknya produsen yang bermain di pasar monopolistik pastinya menambah persaingan semakin ketat. Di sini berlaku produsen yang kuat dalam inovasi dan kreativitas dalam menciptakan diferensiasi produk saja yang akan bertahan dan sukses merebut pasar. Adanya persaingan yang ketat mendorong produsen untuk selalu berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan produknya. Hal ini tentunya akan bermuara pada kualitas produk yang semakin baik. 
  • Pengetahuan konsumen akan produk dan layanan semakin baik 
Banyaknya produk yang ditawarkan di pasaran dari berbagai produsen tentunya memberikan banyak pilihan bagi konsumen. Di sini konsumen akan mempelajari fitur dan keunggulan dari produk dan layanan yang ditawarkan. Tak hanya sampai di situ saja, konsumen selanjutnya akan membandingkan dengan produk dan layanan dari produsen lainnya. Dengan demikian, konsumen bisa lebih memahami keunggulan dari setiap produk dan layanan yang ditawarkan, sehingga bisa lebih mudah dalam menentukan pilihan. 

Pemaksimuman Keuntungan PT. Pertamina 

a. Biaya total dan hasil penjualan total 
b. Biaya marginal dan hasil penjualan marginal 

sebelum melaksanakan hal-hal tersebut terlebih dahulu akan dilihat hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan/diproduksikan, dan implikasi dari dari sifat hubungan tersebut kepada hasil penjualan total 

Apabila harga semakin menurun, pada waktu jumlah produksi semakin meningkat, maka: 

a. Hasil penjualan total akan mengalami pertambahan, tetapi pertambahan itu semakin berkurang apabila produksi bertambah banyak. Setelah mencapai tingkat produksi tertentu, pertambahan akan negatif 

b. Pada umumnya, hasil penjualan marginal nilainya lebih rendah daripada harga Pemaksimuman keuntungan dalam monopoli, dapat dihitung dengan formula kuntungan = hasil penjualan marginal. 

Kesimpulan 

Dapat disimpulkan bahwa PT. Perusahaan tambang minyak negara telah melakukan tindakan monopoli, yang mengakibatkan kerugian pada masyarakat dan melanggar Undang – undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. 

0 Response to "CONTOH KASUS PASAR MONOPOLI PT. PERTAMINA "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel