Pengertian Etika dan Prinsip – Prinsip Dasar Beretika Dalam Ajaran Agama Hindu

Pengertian Etika dalam Agama Hindu

Dalam agama Hindu etika dinamakan susila, yang berasal dari dua suku kata, su yang berarti baik, dan sila berarti kebiasaan atau tingkah laku perbuatan manusia yang baik. 

Pengertian Etika dalam Agama HinduDalam hal ini maka etika dalam agama Hindu dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tata nilai, tentang baik dan buruknya suatu perbuatan manusia, mengenai apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan, sehingga dengan demikian akan tercipta kehidupan yang rukun dan damai dalam kehidupan manusia.

Pada dasarnya etika merupakan rasa cinta kasih, rasa kasih sayang, dimana seseorang yang menjalani dan melaksanakan etika itu karena ia mencintai dirinya sendiri dan menghargai orang lain. 

Etika menjadikan kehidupan masyarakat menjadi harmonis, karena saling menjunjung tinggi rasa saling menghargai antar sesama dan saling tolong menolong. 

Dengan etika akan membina masyarakat untuk menjadi anggota keluarga dan anggota masyarakat yang baik, menjadi warga negara yang mulia.

Etika agama Hindu pada dasarnya mengajarkan aturan tingkah laku yang baik dan mulia. Dengan adanya pedoman tersebut diharapkan seluruh umat hidup dapat menjalani serta memahami secara baik dan benar. 


Prinsip - Prinsip Etika Agama Hindu

Kerangka Dasar Prinsip – Prinsip Beretika Dalam Ajaran Agama Hindu antara lain:

- Prinsip Kebebasan

Memberikan kepada setiap orang suatu kebebasan untuk menggunakan hak-haknya misalnya, hak untuk mnjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya, hak bertanya, hak untuk membela diri, hak untuk menentukan pilihan, dan sebagainya adalah etis (benar).

- Prinsip Kebenaran

Seperti nama prinsip ini lebih menekankan pada kebenaran, yang penting benar, masalah untung rugi adalah masalah lain, masalah baik buruk adalah masalah resiko. Jadi prinsip ini mencari siapa dan apa yang benar, saiapa dan apa yang salah.

- Prinsip Keadialan

Keadilan merupakan cara memperlakukan orang secara seiambang, tetapi bukan sama rasa sama rata. Karena adil adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya sesuai dengan kesalahan atau jasa yang diperbuatnya, juga sesuai menurut kedudukan masing-masing.

Bila seseorang bersalah haknya adalah dihukum, sedangkan orang yang berjasa, haknya adalah diberi penghargaan sesuai dengan berat ringan kesalahan atau besar kecil jasa yang dilakukan. 

Dalam hal ini ada sloka "Tata meurut lungguh" maksudnya penghormatan dan tata karma masing-masing sesuai dengan posisi dan status masing-masing.

- Prinsip Kerahasiaan

Prinsip ini merupakan prinsip yang meliaht dari segi derajat kerahasiaan sesuatu. Setiap orang memiliki rahasia pribadi masing-masing. Tidaklah etis jika membeberkan rahasia orang tidak pada tempat yang tepat, kecuali memang hal itu yang dibahas. 

Maling kawakan pun dibilang maling, akan tersinggung. Tidak etis apabila mengatakan orang maling dimuka umum bila permasalahan yang dibahas tidak ada sangkut pautnya dengan perdikat maling itu.

- Prinsip Tidak Merugikan

Prinsip itu berpatokan asal tidak merugikan orang lain. Apapun perbuatan seseorang yang  penting tidak merugikan orang lain, maka tidaklah tidak etis.

- Prinsip Menguntungkan

Prinsip ini berorientasi pada keuntugan. Apapun perbuatan itu asalkan menguntungkan orang banyak, dianggap etis.

0 Response to "Pengertian Etika dan Prinsip – Prinsip Dasar Beretika Dalam Ajaran Agama Hindu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel