Fungsi Sumber Daya Manusia & Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem Informasi SDM 

2.1 Fungsi Sumber Daya Manusia


Sumber Daya Manusia merupakan departemen atau divisi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi atau perusahaan atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya menusia seperti perekrutan, penerimaan, pendidikan, pelatihan, manajemen data, penghentian, dan administrasi tunjangan. 

SIM
Sumber daya manusia adalah faktor produksi yang kompleks apabila dibandingkan dengan factor produksi lainnya. Manusia memiliki, kemauan, keinginan, cita-cita, dan emosi. Fungsi-fungsi sumber daya manusia sebagai berukut: 

1. Performance Evaluation 

Penilaian kinerja sumber daya manusia merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer penanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahanya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kerja yang efektif dan memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut di lakukan oleh seluruh bagian perusahaan. 

2. Compensation 

Dalam hal kompensasi di butuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji sedangakan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kompensasi yang di berikan bersifat kompetitif di antara perusahaan yang sejenis adil sesuai dengan hukum yang berlaku (misalnya UMR) dan memberikan motivasi. 

3. Trainingand development 

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawaanya menciptakan progam pelaiahan dan pengembangan yang efektif bagi karyawan baru. 

4. Employee relations 

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menghindari pratik pratik yang tidak sehat (misalnya mogok kerja) 

5. Safetyand helth 

Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk menurangi kejadian yang tidak di inginkan dan mencapai kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu di ingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja. Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatnya kesehatan kerja secara umum. 

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengadakan pelatihan tentang keselamata kerja mengidentifikasih dan memperbaiki kondisi yang membahaykan tenaga kerja dan melaporkan adanya kecelakaan. 

Baca Juga Artikel Sebelumnya :
2.2 Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia 

Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia dibagi menajdi tiga tahap yakni: 

1. Tahap Awal 

Sistem personalia pada awalnya menempatkan data pegawai dalam map yang ditempatkan pada departemen personalia. Saat departemen memperoleh mesin Punched Card, file dipindahkan ke departemen pengolahan data dan dikonversikan ke bentuk punched Card. Saat komputer menggantikan mesin Punched Card , data pegawai dikonversikan ke pita dan piringan magnetik. 

2. Pengaruh Peraturan Pemerintah 

Rangsangan untuk menaikkan status data personil diberikan oleh peraturan pemerintah seperti EEO (Equal Employment Opportunity), OSHA (Occupational Safety and Health Administration), dan AAP (Affirmative Action Program) yang diberlakukan selama tahun 1960-an dan 1970-an.

Perusahaan diharuskan untuk menyediakan statistik bagi pemerintahan nasional yang menunjukkan sampai sejauh mana praktek personalia perusahaan sesuai dengan undang-undang itu. Perusahaan segera mengerti bahwa mereka tidak dapat mengejar persyaratan pelaporan yang meningkat tanpa bantuan sistem berbasis komputer. 

Manajemen puncak perusahaan mulai mengalokasikan sumber daya tambahan bagi pengembangan sistem personalia berorientasi informasi (Information Oriented Personel System). Sistem baru dikembangkan oleh spesialis informasi dari jasa informasi, bekerja sama dengan pemakai di bagian dumber daya manusia. 

3. Pengaruh Dari Komputer Mikro 

Saat komputer mikro muncul, sistem informasi SDM mulai dipasang dalam areanya. Beberapa digunakan secara berdiri sendiri (Stand Alone), beberapa dibuat jaringan untuk membentuk LAN, dan beberapa dihubungkan dengan fasilitas komputer sentral perusahaan. Beberapa organisasi SDM bahkan memasang komputer mikro bahkan mainframe mereka sendiri.

2.3 Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia 

A. Subsistem input sistem informasi SDM 

Subsistem input terdiri dari: 

1. SIA (Sistem Informasi Akuntansi) 

SIA (Sistem Informasi Akuntansi) memberikan data personil yang bersifat keuangan. Jadi,data yang diolah terdiri dari data: 
  • Data personil (bersifat non-keuangan dan lebih permanen. Contoh : nama pegawai,jenis kelamin,tanggal lahir,pendidikan,dan jumlah tanggungan) 
  • Data akuntansi (bersifat keuangan dan lebih dinamis, contoh : upah perjam,gaji per bulan,pendapatan kotor saat ini, dan pajak penghasilan tahun berjalan) 
2. Subsistem Penelitian SDM 

Subsistem penelitian sumber daya manusia mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus, seperti: 
  • Penelitian suksesi (mengidentifikasi calon bagi posisi yang akan tersedia/promosi jabatan) 
  • Analisis dan evaluasi jabatan(mempelajari setiap jabatan dalam suatu area keahlian yang diperlukan 
  • Penelitian keluhan(membuat tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan pegawai untuk berbagai alasan) 
3. Subsistem Intelijen SDM 

Subsistem intelijen sumber daya manusia mengumpulkan data yang berhubungan dengan SDM dari lingkungan luar perusahaan,seperti: 
  • Pemerintah (peraturan ketenagakerjaan) 
  • Pemasok (pelaksanaan fungsi perekrutan dan penerimaan pegawai baru) 
  • Serikat pekerja (mengatur kontrak kerja antara perusahaan dan serikat pekerja) 
  • Masyarakat global (menyediakan sumber daya lokal seperti perumahan,pendidikan dan rekreasi,untuk perekrutan skala lokal,nas/internasional) 
  • Masyarakat keuangan (untuk perencanaan personil)  Pesaing(perpindahan pegawai dari perusahaan lain) 
B. Subsistem Database Sistem Informasi Sdm 

Data yang tersimpan dalam datbase sistem informasi SDM terdiri data pegawai (perorangan) dan data non-pegawai (organisasi) yang dapat mempengaruhi arus personil di lingkungan perusahaan 

C. Subsistem Output Sistem Informasi SDM 

Model sistem informasi SDM meliputi 6 subsistem output,antara lain: 

1. Subsistem Perencanaan Angkatan Kerja 

Perencanaan angkatan kerja melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan kebutuhan pegawai di masa depan. Aplikasi perencanaan angkatan kerja yang paling populer adalah pembuatan bagan organisasi,peramalan gaji dan analisis/evaluasi kerja 

2. Subsistem Perekrutan 

Ada dua aplikasi perekrutan dalam perusahaan yaitu: 
  • Penelusuran pelamar 
  • 2) Pencarian internal 
Penelusuran pelamar lebih banyak dipraktekkan daripada pencarian internal untuk menemukan calon pekerja yag dibutuhkan oleh perusahaan. Untuk perusahaan untuk mengisi lowongan kerja lebih difokuskan pada lingkungan luar daripada pegawai yang ada. 

3. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja 

Aplikasi untuk mengetahui usaha pengembangan angkatan kerja yang sudah dilakukan,yaitu: 
  • Aplikasi penilaian kinerja 
  • Aplikasi pelatihan 
  • Aplikasi pengendalian posisi 
  • Aplikasi relokasi 
  • Aplikasi keahlian/kompetensi 
  • Aplikasi suksesi 
  • Aplikasi pendisiplinan 
4. Subsistem Kompensasi 
  • Aplikasi untuk subsistem ini,yaitu : 
  • Aplikasi peningkatan penghargaan 
  • Aplikasi gaji 
  • Aplikasi kompensasi eksekutif 
  • Aplikasi insentif bonus 
  • Aplikasi kehadiran 
5. Subsistem Tunjangan 

Subsistem tunjangan menyediakan paket tunjangan baik bagi pegawai yang masih bekerja maupun yang sudah pensiun. 

Banyak faktor yang menyebabkan subsistem ini sangat rumit dan sukar dilakukan antara lain lama bekerja,kreatifitas,kinerja dan adanya inovasi terbaru dari pegawai untuk dapat menentukan sendiri jumlah tunjangan yang diterimanya. 

6. Subsistem Pelaporan Lingkungan 

Subsistem pelaporan lingkungan ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan. Hal ini berkaitan dengan catatan dan analisis pelaporan,peningkatan serikat pekerja,catatan kesehatan,bahan/limbah beracun dan keluhan 

2.4 Status Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Masa Kini 

Berdasarkan sumber sistem survey tahun 1990 – 1991 menyatakan bahwa di 242 (47,2%) perusahaan, eksekutif menilai HRIS seperti sistem fungsional lain. Ini merupakan situasi yang baik, dan di 29 perusahaan HRIS memperoleh posisi yang lebih baik. Tetapi, di 225 perusahaan HRIS dianggap kurang bernilai dibansingkan sistem lain. 

Karena HRIS relatif terlambat bergabung dalam komputer, HRIS dapat menjadi area fungsional berpotensi terbesar dalam menerapkan komputer untuk pemecahan masalah. HRIS ditujukan bagi fungsi manajemen pengorganisasian, penyusunan staf dan pengarahan menurut Fayol, yang selama ini diabaikan oleh sistem informasi lain. Mungkin jika manajemen puncak melihat bagaimana HRIS dapat membantu dalam area ini, statusnya akan meningkat. 

2.5 Penggunaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Oleh Manajer 

Direktur SDM menggunakan informasi dari semua subsistem output, seperti halnya eksekutif lain, manajer EEO/AA di dalam SDM, dan manajer lain di seluruh perusahaan. Manajer unit-unit di dalam SDM memiliki perhatian khusus dalam subsistem itu yang berhubungan dengan operasinya.

Dua manajer di luar SDM juga memiliki kepentingan khusus yang kuat. Manajer akuntansi berkepentingan khusus karena dampak dari program konpensasi dan tunjangan pada status keuangan perusahaan. Manajer dari bagian gaji pada departemen akuntansi berkepentingan khusus dalam subsistem kompensasi. 

3.1 Kesimpulan 

Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebuah sistem yang mendukung proses pengambilan keputusan dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan.

Informasi yang disediakan merupakan berbagai informasi mengenai pegaswai dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Sistem informasi sumber daya manusia sangat penting dalam suatu perusahaan, karena kesuksesan suatu perusahaan salah satunya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang terdapat dalam perusahaan tersebut. 

Kegiatan utama Sumber Daya Manusia adalah perekrutan dan penerimaan, pendidikan dan pelatihan, manajemen data, serta penghentian dan administrasi tunjangan. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia terdiri dari Subsistem input (Sistem Informasi Akuntansi, Subsistem penelitian SDM, dan Subsistem Intelijen SDM), database, dan Subsistem output (Subsistem Angkatan Kerja, Subsistem Perekrutan, Subsistem Manajemen Angkatan Kerja, Subsistem Kompensasi, Subsistem Tunjangan, dan Subsistem Pelaporan Lingkungan

0 Response to "Fungsi Sumber Daya Manusia & Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel