REVIEW JURNAL : PENERAPAN BALANCED SCORECARD PADA PERUSAHAAN JASA DI INDONESIA

BAB I
KETENTUAN 

1. Latar Belakang Masalah 

Memasuki abad ke dua puluh satu, persaingan antar perusahaan semakin ketat baik dalam negeri maupun dalam skala internasional. Perusahaan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di segala aspek, baik dari sisi produksi, biaya, harga, pelayanan, pemasaran, dan lain-lain.

Penerapan-Akuntansi-Manajemen-dalam-Perusahaan
Hal ini menyebabkan perusahaan terus melakukan perubahan dan menerapkan banyak inovasi untuk terus dapat mempertahankan eksistensi mereka. Salah satu kunci untuk menghadapi persaingan dan perubahan tersebut adalah dengan meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Untuk mewujudkan kepuasan pelanggan secara terus menerus, perusahaan perlu menentukan strategi yang tepat dalam pengelolaannya. Strategi yang ditentukan akan dijadikan landasan dan kerangka kerja untuk mewujudkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan. 

Oleh karena itu, banyak perusahaan dunia dewasa ini sedang melakukan penyesuaian dalam struktur dan sistem organisasi dengan perubahanperubahan yang terjadi. Pada saat ini, metode pengukuran kinerja yang popular adalah Balanced Scorecard. 

2. Rumusan Masalah
  1. Bagaimanakah kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif keuangan?
  2. Bagaimanakah kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif pelanggan?
  3. Bagaimanakah kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif proses bisnis internal?
  4. Bagaimanakah kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif pembelajaran pertumbuhan?
  5. Bagaimanakah kesimpulan dari nilai Balanced Scorecard dari ketiga perusahaan?
3. Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif keuangan
  2. Untuk mengetahui kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif pelanggan
  3. Untuk mengetahui kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif proses bisnis internal
  4. Untuk mengetahui kinerja perusahaan bila diukur dengan menggunakan perspektif pembelajaran pertumbuhan 
  5. Untuk mengetahui kesimpulan dari nilai Balanced Scorecard dari ketiga perusahaan
4. Manfaat Penelitian 
  • Manfaat dari penelitian ini untuk meningkatkan penerapan Balanced Scorecard sesuai dengan empat perspektif dan hasil kinerja mereka sesuai dengan langkah-langkah Balanced Scorecard untuk tiga perususahaan jasa yang diselidiki. Serta meningkatkan kerjasama antar rekan kerja (team) dan menjaga komunikasi antar atasan dan bawahan.

BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA

1. Landasan Teori
  • Pengertian Akuntansi 
  • Pengukuran Kinerja
  • Pengertian Balanced Score-card
  • Kelebihan Balanced Score-card
  • Empat Perspektif Balanced  Scorecard
2. Penelitian Terdahulu
  • Menurut Hansen & Mowen (2009a), Akuntansi manajemen merupakan proses mengiden-tifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam merencanakan, mengendalikan dan mengambil keputusan. 
  • Menurut Rangkuti (2013) Balanced Scorecard adalah kartu skor yang digunakan untuk mengukur kinerja dengan memperhatikan keseimbangan antara sisi keuangan dengan nonkeuangan, antara jangka pendek dan jangka panjang serta melibatkan faktor internal dan eksternal.

BAB III 
METODELOGI PENELITIAN

1. Desain Penelitian

  • Penelitian ini mengukur kinerja perusahaan Jasa Di Indonesia di masa depan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tiga perusahaan jasa di Indonesia. Objek penelitian dilakukan di tiga perusahaan layanan terpilih, yaitu PT Fast Food Indonesia, PT Graha Layar Prima dan PT Kristamedia Primary.

2. Lokasi Penelitian

  • PT Fast Food Indonesia, PT Graha Layar Prima dan PT Kristamedia Primary.
3. Definisi Operasional atau Variabel
  • Variabel yang digunakan dalam peneliatian ini merupakan variabel deskriptif berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tiga perusahaan jasa di Indonesia.
4. Sumber Data
  • Sumber data yang dugunakan dalam penelitian ini adalah Data Primer yang diambil dari PT Fast Food Indonesia, PT Graha Layar Prima dan PT Kristamedia Primary.
5. Jenis Data
  • Data Kualitatif
6. Cara Mengumpulkan Data
  • Pengumpulan data melalui penilaian kepustakaan (Library Research) 
  • Telaah dokumen 
  • Penelitian lapangan
7. Uji Data Yang Dilakukan
  • Pengumpulan data melalui penilaian kepustakaan (Library Research) dilakukan dengan mengkaji buku, situs web, majalah dan jurnal ilmiah untuk memperoleh landasan teoritis yang kuat dan menyeluruh tentang Balanced Scorecard. 
  • Telaah dokumen yaitu mengumpulkan informasi data dengan mempelajari referensi, laporan keuangan perusahaan, maupun yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 
  • Penelitian lapangan yaitu mengumpulkan data primer, dengan cara mendatangi perusahaan.
8. Teknik Analisis Data
  • Penetapan target dan KPI untuk tiap-tiap perusahaan. 
  • Inventarisasi data yang terkait dengan pengukuran keempat perspektif. 
  • Melakukan penghitungan untuk setiap item dalam kolom balanced scorecard. 
  • Membandingkan standar dengan realisasi pencapaian kinerja.
BAB IV 
HASIL DATA DAN HASIL PENELITIAN

1. Hasil Penelitian

- PT Fast Food Indonesia 

PT Fast Food Indonesia, Tbk bergerak di bidang jasa dalam penawaran makanan cepat saji. PT Fast Food Indonesia, Tbk merupakan pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia. PT Fast Food Indonesia, Tbk (KFC) berkantor pusat dan berlokasi di Gedung Galael, Jl. Let. Jend. M.T. Haryono Kav. 7, Jakarta. 

Untuk memperoleh data primer maka penelitian dilakukan di cabang KFC yang berlokasi di BSD Square, Serpong. 

Yang dinilai berdasarakan; Perspektif Keuangan, Target Perspektif Pelanggan, Target Perspektif Proses Bisnis Internal, dan Target Prespektif Pembelajaran dan Pertumbuhan 

- PT Medium Primaniaga 

PT. Kristamedia Pratama didirikan sejak tahun 1994, dan berdomisili di Jl. Blandongan No. 28D/G, Tambora, Jakarta Barat. PT. Kristamedia Pratama bergerak di bidang jasa penyelenggara pameran dan terdaftar sebagai anggota Asosiasi Perusahaan Pameran Indo-nesia (ASPERAPI) sejak tahun 1994. 

Nilai akhir total atau total score yang berhasil dicapai PT. Kristamedia Pratama pada tahun 2013 adalah: (369,5/500) x 100 = 73,90. Berdasarkan total score dan kriteria standar diatas, kinerja PT. Kristamedia Pratama secara keseluruhan pada tahun 2013 termasuk dalam kondisi sehat dengan kategori A. 

jika dilihat dari perspektif finansial, PT. Kristamedia Pratama hanya berhasil memenuhi 40% dari target karena Account Receivable Turnover, ROE, dan NPM yang diperoleh masih jauh dari target. Pada perspektif pelanggan sebesar 90% dari target berhasil dipenuhi, hal ini karena pertumbuhan pelanggan yang mencapai target dan kepuasan pelanggan yang cukup baik. Jika dilihat dari perspektif inovasi dan proses internal, PT. 

Kristamedia Pratama berhasil memenuhi 100% dari target. Sedangkan pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan PT. Kristamedia Pratama hanya berhasil memenuhi 67% dari target, yang disebabkan karena loyalitas dan kepuasan karyawan yang masih kurang. 

- PT Graha Layar Prima 

PT Graha Layar Prima merupakan perusahaan yang memiliki merek dagang Blitzmegaplex Mall of Indo-nesia yang berlokasi di Kelapa gading, Jakarta Utara. Blitzmegaplex adalah bioskop pertama di Indonesia dengan konsep One Entertainment Center dengan selogan Beyond Movies. 

Gerai keempat berlokasi di Mall of Indonesia yang resmi dibuka pada 7 November 2008 (fasilitas yang tersedia diantaranya 10 screen dengan total 1816 kursi, velvet dan dinnind class. Café , restaurant, karaoke, lounge, digital music store, merchandise store, candy bar and snack bar). 

Yang dinilai berdasarakan; Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis Internal, dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

2. Simpulan dan Saran

- Simpulan 

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, penelitian ini memberikan hasil sebagai berikut: 
  • Ketiga perusahaan memiliki pendekatan Balanced Scorecard yang agak berbeda, namun tetap menggunakan empat perspektif yang sama. 
  • Penetapan bobot dan skor ditentukan sendiri oleh perusahaan dengan mempertimbangkan target yang hendak dicapai untuk tiap-tiap perspektif. 
  • Indikator yang digunakan untuk tiap-tiap perspektif juga bervariasi, tergantung pada target yang hendak dicapai, dan jenis indikator juga dapat berbedabeda. 
  • Ketiga perusahaan menghasilkan nilai Balanced Scorecard yang baik, yang menggambarkan bahwa kinerja keuangan dan non keuangan dapat berjalan dengan selaras dan berimbang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 
- Saran 
  • Bagi perusahaan yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk menggunakan Balanced Scorecard, dapat mengadaptasi salah salah satu contoh dari ketiga perusahaan yang telah dianalis. Perusahaan dapat melakukan adaptasi sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

0 Response to "REVIEW JURNAL : PENERAPAN BALANCED SCORECARD PADA PERUSAHAAN JASA DI INDONESIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel