REVIEW JURNAL : PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUK RUSAK PADA PT BUMI SARANA BETON

Bab I 
Ketentuan 

1. Latar Belakang Masalah 


Masa krisis global sekarang ini menyebabkan timbulnya persaingan usaha yang tinggi, terutama diantara produsen yang menghasilkan barang-barang sejenis dalam merebut dan menguasai pasar untuk memasarkan hasil produksinya. 

AKUNTANSI MANAJEMENMenurut Hansen dan Mowen (2004:32) “salah satu cara untuk mengatasi persaingan dan penguasaan pasar adalah dengan melakukan pembaharuan Misalnya, melalui peningkatan standar kualitas, karena dengan peningkatan standar kualitas maka diharapkan perusahaan dapat menurunkan tingkat kerusakan produk. 

Untuk mencapai produk yang berkualitas, perusahaan harus selalu melakukan pengawasan dan peningkatan terhadap kualitas produknya, sehingga akan diperoleh hasil akhir yang optimal.

2. Rumusan Masalah 
  • Bagaimanakah Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak pada PT Bumi Sarana Beton? 

3. Tujuan Penelitian 
  • Bertujuan untuk mengetahui pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak pada PT Bumi Sarana Beton. 

4. Manfaat Penelitian 
  • Meningkatkan Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak pada PT Bumi Sarana Beton. 

Bab II
Tinjauan Pustaka 

1. Landasan Teori 
  • Definsi Operasional dan Pengukuran Variabel

2. Penelitian Terdahulu

  • Menurut Hansen dan Mowen (2004:32) “salah satu cara untuk mengatasi persaingan dan penguasaan pasar adalah dengan melakukan pembaharuan Misalnya, melalui peningkatan standar kualitas, karena dengan peningkatan standar kualitas maka diharapkan perusahaan dapat menurunkan tingkat kerusakan produk.
  • Menurut Gasperszz (2002:35): Tingginya tingkat kualitas suatu produk sangat berpengeruh penting untuk mengurangi terjadinya produk rusak, hal ini dikarnakan produk yang berkualitas tinggi memiliki nilai jual yang relatih lebih menguntungkan dibandingkan dengan produk rusak meskipun produk rusak tersebut telah dilakukanya perbaikan produk karna produk rusak sudah menyerap biaya produksi sama dengan produk jadi dan ketika produk rusak dilakukan perbaikan hanya akan meningkatkan biaya produksi dua kali lebih besar dibandingkan dengan biaya produksi produk jadi awal proses yang telah memenuhi standar kualitas.
  • Menurut Fegenbaum (2008:77): tingkatan kualitas ini akan memberikan dampak yang sangat penting dan positif kepada bisnis melalui dua cara yaitu dampak terhadap biaya-biaya produksi dan dampak terhadap pendapatan, dampak terhadap biaya produksi terjadi melalui proses pembuatan produk yang memiliki derajat konfirmasi yang tinggi terhadap standar-standar sehingga bebas dari tingkat kerusakan yang mungkin akan terjadi, dampak terhadap peningkatan pendapatan terjadi melalui peningkatan penjualan atau produk yang berkualitas yang berharga tinggi.



Bab III
Metodelogi Penelitian 

1. Desain Penelitian 

  • Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Menurut Sedarmayanti dan Syarifudin Hidayat (2008:33) metode deskriptif merupakan “suatu metode dalam pencarian fakta status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa sekarang dengan interpretasi yang tepat”. Penelitian ini menggunakan data laporan produk bata ringan periode tahun 2016 sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di PT Bumi Sarana Beton dengan menggunakan data 12 bulan sebagai populasi dan data 6 bulan sebagai sampel.

2. Lokasi Penelitian 
  • Penelitian Ini Berlokasi Di Pt Bumi Sarana Beton

3. Definisi Operasional atau Variabel 

  • Biaya Kualitas (X) 
  • Produk Rusak (Y). 

4. Sumber Data 
  • Primer 
  • Sekunder 

5. Jenis Data 
  • Kualitatif 
  • Kuantitatif 

6. Cara Mengumpulkan Data 
  • Wawancara 
  • Dokumentasi 

7. Uji Data Yang Dilakukan 
  • Uji Korelasi Product Moment 
  • Uji-t (Uji Parsial) 

8. Teknik Analisis Data 
  • Analisis Regresi Linear Sederhana 

Bab IV 
Hasil Data Dan Hasil Penelitian 

1. Hasil Penelitian 

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa biaya kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap produk rusak pada PT Bumi Sarana Beton. Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 21,0 dan product moment. 

Diperoleh thitung 2,767>ttabel sebesar 2,000, yaitu maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti bahwa terdapat pengaruh antara biaya kualitas terhadap produk rusak pada PT Bumi Sarana Beton, Sehingga hipotesis yang diajukan “Ada pengaruh biaya kualitas terhadap produk rusak” dapat diterima. Hal ini didasarkan pada hasil koefisien korelasi diperoleh r=0,810. Berdasarkan interpretasi koefisien korelasi yang dikemukakan oleh sugiyono (2015:157) nilai 0,687 berada pada tingkat korelasi kuat. 

Hasil penelitian yang telah dipaparkan sejalan dengan teori yang telah dikemukakan oleh Hansen dan Mowen (2004:34) bahwa “Biaya kualitas merupakan biaya yang mengacu pada semua biaya yang terjadi untuk mencegah terjadinya produk rusak atau biaya yang harus dikeluarkan karena adanya produk rusak”. 

Menurut blocher, dkk (2007:120), “biaya kualitas adalah biaya-biaya tambahan yang berkaitan  dengan pencegahan, pengidentifikasian, perbaikan dan pembetulan produk yang berkualitas rendah, dan dengan “opportunity cost” dari hilangnya waktu produksi dan penjualan sebagai akibat rendahnya kualitas”. 

Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2014) dan Prihartanto (2015) yang mengemukakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara biaya kualitas terhadap produk rusak ketika biaya pencegahan dan biaya penilaian meningkat berarti menunjukkan persentase unit produk rusak menurun dan sebaliknya jika biaya pencegahan dan biaya penilaian menurun menunjukkan unit produk rusak meningkat, tapi sebaliknya biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal naik jika jumlah unit produk rusak meningkat, hal ini menunjukkan bahwa biaya pencegahan dan biaya penilaian berpengaruh terhadap produk rusak sedangkan biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal dipengaruhi oleh jumlah unit produk rusak. 

2. Kesimpulan Dan Saran 

- Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya mengenai Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak pada PT Bumi Sarana Beton, dapat disimpulkan sebagai berikut : 
  • Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana biaya kualitas terhadap produk rusak pada PT Bumi Sarana Beton, diperoleh konstanta (a) sebesar 5,140 koefisien regresi (b) sebesar 0,078 menunjukkan bahwa ketika biaya kualitas mengalami peningkatan satu satuan, maka produk rusak juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,078 satuan. 
  • Hasil koefisien korelasi diperoleh nilai r = 0,810. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang kuat antara Biaya Kualitas dan Produk Rusak. Sedangkan koefisien determinasi ( 2) = 0,25, atau 25% yang berarti bahwa kontribusi Biaya Kualitas dan Produk Rusak sebesar 25%, sedangkan sisanya 75% ditentukan oleh faktor lain diluar faktor yang diteliti dalam penelitian ini. 
  • Berdasarkan hasil uji t diperoleh hasil t hitung sebesar 2,767 dengan signifikansi sebesar 0,000.Pada hasil ini menunjukkan nilai signifikansinya yang lebih kecil dari 5% (α = 0,05) dan nilai t hitung 2,767>t tabel sebesar 2,000 ini berarti variabel Biaya Kualitas berpengaruh secara signifikan terhadap Produk Rusak pada PT Bumi Sarana Beton. 

- Saran 

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, maka terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi beberapa pihak untuk perbaikan penelitian selanjutnya sekaligus bagi penelitian ini, sebagai berikut: 

1. Bagi perusahaan 

Bagi perusahaan dengan memahami bahwa adanya biaya kualitas mampu memberikan pengaruh terhadap produk rusak, maka perusahaan diharapkan untuk lebih meningkatkan anggaran biaya kualitas terutama pada biaya pencegahannya yaitu berupa biaya pelatihan karyawan dan biaya pemeliharaan mesin. 

Dimana biaya pelatihan karyawan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam proses pencampuran bahan baku pada saat proses produksi berlangsung sedangkan untuk biaya pemeliharaan mesin digunakan untuk mencegah terjadinya kesalahan pada saat proses produksi bahan baku akan berlangsung yang nantinya akan menimbulkan pengaruh terhadap kesempurnaan produk yang akan dihasilkan. 

Dalam setiap berlangsungnya proses produksi kemungkinan timbulnya produk rusak akan selalu ada, sehingga diperlukan kerjasama yang optimal oleh kedua komponen biaya tersebut untuk menciptakan kualitas produk yang akan dihasilkan. 

2. Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan bagi peneliti 

selanjutnya dapat meningkatkan dan memperkuat hasil penelitian ini dengan mengadakan pengkajian lebih mendalam dengan biaya kualitas dengan variabel-variabel lain atau menghubungkan produk rusak dengan faktor lainnya sehingga dapat menutupi kelemahan yang ada pada penelitian ini, agar tidak terdapat kelemahan ataupun kekurangan dalam proses penelitian selanjutnya 

0 Response to "REVIEW JURNAL : PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUK RUSAK PADA PT BUMI SARANA BETON"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel