Sistematika Studi Kelayakan Bisnis : Contoh Kasus Perusahaan Jasa PT. Indosat

BAB I 


PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang

Studi kelayakan usaha adalah suatu penelitian tentang layak tidaknya suatu bisnis yang dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus menerus.

BERBISNISStudi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu.

Aspek – aspek dalam studi kelayakan adalah bidang kajian dalam studi kelayakan tentang keadaan objek tertentu, yang dilihat dari fungsi - fungsi bisnis. Secara umum analisis kelayakan terbagi menjadi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek sosial, dan aspek finansial. 

Menurut Subagyo (2007), pembagian dan pengkajian aspek – aspek dalam studi kelayakan terbagi menjadi dua bagian yaitu aspek primer dan aspek sekunder. Aspek primer merupakan aspek yang utama dalam penyusunan studi kelayakan.

Aspek primer ini ada dalam semua sektor usaha yang terdiri dari : aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan organisasi, aspek hukum, serta aspek ekonomi dan keuangan.

Aspek sekunder adalah aspek pelengkap yang disusun berdasarkan permintaan instansi / lembaga yang terkait dengan objek studi, yaitu aspek analisis mengenai dampak lingkungan dan aspek sosial. 

1.2 Rumusan Masalah 
  1. Apa Konsep Dasar Studi Kelayakan Bisnis ? 
  2. Bagaimana Analisis Aspek Keuangan PT. Indosat ? 
  3. Bagaimana Analisis Aspek Manajemen PT. Indosat ? 
  4. Bagaimana Analisis Aspek Pemasaran PT. Indosat ? 
  5. Bagaimana Analisis Aspek Hukum PT. Indosat ? 

1.3 Tujuan Makalah 
  1. Mengetahui Konsep Dasar Studi Kelayakan Bisnis. 
  2. Mengetahui Analisis Aspek Keuangan PT. Indosat. 
  3. Mengetahui Analisis Aspek Manejemen PT. Indosat. 
  4. Mengetahui Analisis Aspek Pemasaran PT. Indosat. 
  5. Mengetahui Analisis Aspek Hukum PT. Indosat. 
BAB II 

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Studi Kelayakan Bisnis 

2.1.1 Definisi Studi Kelayakan Bisnis 

Menurut Kasmir & Jakfar (2012 : 6), Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara mendalam untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Sedangkan bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yanga akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. 

Husein Umar (Sunyoto 2014 :2), studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan.

Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh satu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba dan orientasi tidak pada laba (sosial). 

2.1.2 Manfaat Studi Kelayakan Bisnis 

Sebuah studi kelayakan sebuah bisnis akan memiliki manfaat yang berguna bagibeberapa pihak menurut Umar (2005,p19), yaitu: 

1) Pihak Investor 

Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan,pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai di cari, misalnya dari investor ataupemilik modal yang mau menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu. 

2) Pihak Kreditor 

Pendanaan proyek dapat juga dipinjam dari bank, dimana pihak bank sebelumnyamemustuskan untuk memberikan kredit atau tidak, diperlukan kajian dari studikelayakan bisnis yang ada. 

3) Pihak Manajemen Perusahaan 

Studi kelayakan ini dapat berguna sebagai gambaran tentang potensi sebuah proyek dimasa yang akan datang dengan berbagai aspeknya. 

4) Pihak Pemerintah dan Masyarakat 

Penyusunan studi kelayakan ini perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telahditerapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun, pemerintah dapat secara langsungmaupun tidak langsung mempengaruhi kebijakan perusahaan. 

5) Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi 

Dalam menyusun studi kelayakan ini perlu juga dianalisis manfaat yang akan di dapatdan biaya yang akan timbul oleh proyek terhadapa perekonomian nasional. 

2.1.3 Hasil Studi Kelayakan Bisnis 

Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang diperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak 

2.2 Analisis Aspek Keuangan 

2.2.1 Aspek Keuangan Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Aspek keungan merupakan aspek yang digunakanuntuk menilai keuangan perusahaan secera keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspeklainnya,bahkan ada beberpa pengusaha menggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisiskarena dari aspek ini tergambar jelasn hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehinggamerupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya. 

Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti: 
  • Sumber-sumber dana yang akan diperoleh. 
  • Kebutuhan biaya investasi. 
  • Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biayayang dikelurkan selama umur investasi. 
  • Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode kedepan. 
  • Kriteria penilaian investasi 
  • Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.


2.2.2 Aspek Keuangan PT. Indosat

TABEL 1
Berdasarkan tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan tidak mampu memenuhi kegiatan operasionalnya sehingga hasilnya tiap tahun minus. Modal kerja bisa minus berarti disini aktiva lancarnya lebih kecil dibandingkan dengan pasiva lancarnya oleh karena itu modal kerjanya pun minus.

Disini perusahaan harus lebih bisa meningkatkan kembali aktiva lancarnya agar bisa menutupi pasiva lancarnya, dengan adanya hasil yang minus berarti perusahaan masih kurang dalam tingkat likuiditasnya atau kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya kurang. 

Oleh karena itu perusahaan harus bisa meningkatkan kembali penjualannya dan juga menjual produk mereka secara tunai agar langsung adanya dana yang masuk dalam kas. Di lain itu perusahaan harus bisa mengurangi hutang – hutangnya agar pasivanya mengalami penurunan.
TABEL2
Berdasarkan dari tabel di atas rasio lancar yang dihasilkan masih kurang dari satu yang artinya perusahaan masih belum bisa memenuhi atau membayar hutang jangka pendeknya.
TABEL 3
Berdasarkan tabel di atas kedua perusahaan, rasio cepat yang dihasilkan perusahaan masih kurang dari satu, tetepi jika dilihat berdasarkan tingkat baiknya, maka PT. Indosat masih terbilang baik Hal ini karena PT. Indosat dapat menghasilkan aktiva lancar dan pasiva lancar yang baik, jika kita lihat rasio cepat didapat dari aktiva lancar dikurangi dengan persediaan lalu dibagi dengan pasiva lancar, persediaan dikurangi karena persediaan lebih lama menjadi uang untuk ke kasnya dibandingkan dengan akun-akun aktiva lancar lainnya, oleh karena itu disebut rasio cepat, untuk persediaan PT. Indosat tahun 2004 sebesar 0.01 tahun 2005 sebesar 0.02 tahun 2006 sebesar 0.02 tahun 2007 sebesar 0.01 dan tahun 2008 sebesar 0.01. 

Persediaan yang ada di dalam sebuah perusahaan haruslah tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit karena jika persediaan di gudang sedikit maka jika adanya penjualan barang dalam jumlah besar perusahaan tidak bisa menyediakan karena persediaannya habis sedangkan jika persediaan di gudang terlalu banyak pula tidak baik karena adanya penumpukan dan akan berakibat tidak efisien terhadap kinerja perusahaan nanti. 

Oleh karena itu persediaan seharusnya dapat dikontrol secara baik. Maka disini dapat disimpulkan bahwa PT. Indosat lebih likuid dalam arti lebih bisa memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.
TABEL 4
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan masih dibilang tidak likuid karena angka yang mereka hasilkan masih di bawah satu, dengan kata lain perusahaan masih belum bisa memenuhi atau membayar hutang jangka pendeknya. 

Di tahun 2004 adanya selisih sebesar 0.15 di tahun 2005 adanya selisih sebesar 0.58 di tahun 2006 adanya selisih sebesar 0.35 di tahun 2007 adanya selisih sebesar 0.10 dan di tahun 2008 adanya selisih sebesar 0.09. Jika kita lihat di tahun 2005 terlihat jika rasio kas PT. Indosat lebih besar dan paling tinggi selama lima tahun. 

Untuk rasio lancar yang terendah untuk PT. Indosat terjadi di tahun 2008. Jika kita lihat lagi berdasarkan hitungan mengenai piutang dan lain-lainnya, maka piutang PT. Indosat antara lain tahun 2004 sebesar 0.41 tahun 2005 sebesar 0.22 tahun 2006 sebesar 0.35 tahun 2007 sebesar 0.32 dan tahun 2008 sebesar 0.34. Jika kita lihat berdasarkan rasio kas dan piutang maka untuk PT. Indosat antara kas dan piutang masih lebih besar kasnya.

2.3 Analisis Aspek Manajemen 

2.3.1 Aspek Manajemen Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Berdasarkan prosesnya, manajemen dapat didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunanaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dimana, proses tersebut sering disebut juga sebagai fungsi manajemen. 

1. Perencanaan (Planning) 

Perencanaan dalah proses untuk menentukan kemana dan bagaimana suatu usaha akan dijalankan atau dimulai untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. 

2. Pengorganisasian (Organizing) 

Pengorganisasian adalah proses untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam unit-unit tertentu agar jelas dan teratur sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang si pemegang unit. 

3. Pengarahan (Actuating) 

Pengarahan adalah proses dimana semua hal yang terencana telah dimulai oleh seluruh unit. Seperti seorang manajer yang mengerahkan seluruh bawahannya untuk memulai pekerjaan sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan kepadanya 

4. Pengawasan (Controlling) 

Pengawasan adalah proses untuk mengukur, menilai dan mengevaluasi hasil pekerjaan agar tetap sesuai dengan rencana awal dan mengoreksi berbagai penyimpangan selama proses pelasanaan kerja. 

2.3.2 Aspek Manajemen PT. Indosat 

1. Planning (Fungsi Perencanaan) 

a. Mempertahankan kepemimpinan pasar dalam jasa telekomunikasi internasional di Indonesia 

Dengan masuknya pemain baru seiring berakhirnya monopoli sebagai penyedia jasa telekomunikasi internasional, Indosat harus berjuang untuk memimpin pasar dengan: mempertahankan pangsa pasar dominan, dan menyediakan jasa yang terbaik, baik dalam kualitas dan jangkauan produk dan jasa. 

b. Memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi berkelas dunia 

Adanya kecendrungan di sektor telekomunikasi menuju swastanisasi perusahaan negara dan dibukanya pasar dunia, yang mengakibatkan masuknya pemain asing dalam industri domestik, menuntut Indosat untuk dapat bersaing dengan perusahaan multinasional. Dengan strategi untuk memasuki pasar global diharapkan dapat: meningkatkan nilai perusahaan melalui ekspansi bisnis dan meningkatkan citra perusahaan yang memperkuat posisinya di Indonesia. 

c. Menjadi pemain global dalam industri telekomunikasi dunia 

Dalam rangka mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dan menjadi pemain global, Indosat menaikkan standard sesuai dengan standard yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi multinasional, sebagai operator telekomunikasi global 

2. Organizing (Fungsi Pengorganisasian) 

a. Direktur Utama 

Mempunyai tugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan tugas-tugas daripada PT. Indosat. Tbk sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

b. Wakil Direktur Utama 

Wakil direktur utama mempunyai tugas membantu dalam menjalankan roda perusahaan. 

c. Direktur 

Mempunyai tugas mengkoordinasikan, melaksanakan pengawasan terhadap unit pelaksanaan operasional yang dibawahinya. 

d. Vice President 
  • Mengarahkan, mengkoordinasikan, dan mengevaluasikan pelaksanaan kerja dari bagian-bagian yang ada dalam divisi tersebut. 
  • Mengevaluasikan setiap kebijakan direktur yang bersankutan dari divisi masing-masing seta menyampaikan alternative penyempurnaan. 
  • Merumuskan kebijakan direktur ke dalam kegiatan operasional masing-masing divisi. 
  • Mengevaluasikan setiap masukan dan usulan yang diterima dari bagian masing-masing divisi. 
e. Divisi Regional 

Divisi Regional bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Beberapa kegiatan perusahan yang dapat dillakukan divisi ini antara lain sebagai berikut: 
  • Mengoperasikan dan memelihara perangkat dan jaringan dalam operasional jasa ke pelanggan di wilayah operasionalnya 
  • Melaksanakan pelayanan pelanggan di wilayah operasionalnya 
  • Menindaklanjuti proses billing, administrasi SDM, Sistem Informasi dan keuangan 
f. Indirect Sales 

Fungsi dari divisi Indirect Sales (chanel management) yaitu mengatur, mengkontrol, menganalisa segala tentang kartu pra-bayar (Pre-Paid Card), mulai dari alokasi kartu dan voucher, pengawasan distribusi kartu dan voucher yang dilakukan oleh dealer, dan analisa pasar kartu pra-bayar. 

g. Direct Sales 

Kegiatan dari divisi Direct Sales yaitu menangan semua tentang pasca bayar. Menganalisa pasar, penjualan, me-maintain pelanggan dan membuat strategi pemasaran untuk pelanggan pasca bayar (Matrix dan Starone). Namun semenjak menjamurnya tren Blackberry dimana Indosat merupakan pelopor Blackberry di Indonesia, Direct Sales berkonsentrasi dalam pemasarannya. 

h. CCS ( Customer Service Support) 

Dalam kinerjanya, customer service bertugas untuk melayani seluruh pelanggan Indosat, baik urusan produk, solving problem, upgrade software 

i. Marketing Komunikasi 

Marketing Komunikasi (Markom) berfungsi untuk membuat Brand awareness dan analisa pasar secara keseluruhan. 

j. Community 

Divisi Community atau komunitas bertugas untuk membuat dan menggarap komunitas Indosat serta me-maintain komunitas tersebut. 

k. Sales Admin 

Sales admin terdiri dari dua bagain,yaitu bagain verifikasi dan bagian monitoring dan controlling anggaran. Bagian verifikasi bertugas mengurus data pelanggan pasca bayar seperti Matrix, Starone, dan 3G Broadband. 

Bagian Monitoring dan Controlling anggaran bertugas untuk mengalokasikan anggaran yang didapat dari pusat, untuk dianggarkan ke setiap divisi yang ada secara presentatif (sesuai denga tujuan masing-masing divisi) serta mengawasi dan mengkontrol penggunaan anggaran tersebut dengan melihat dan menganalisis kondisi pasar yang ada. 

3. Directing (Fungsi Pengarahan) 

Karyawan Indosat disediakan ruang kerja yang nyaman, aman dan sehat untuk melakukan pekerjaannya. Kebijakan dilarang merokok diberlakukan di semua area kantor, sementara bangunan kantor dilengkapi dengan fasilitas seperti kantin, mushola, ruang menyusui, perpustakaan, klinik, dan fasilitas olahraga. 

Dengan jumlah jam kerja yang telah ditetapkan perusahaan, karyawan memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan jadwal masuk dan pulang kerja sesuai beban kerja masing-masing atau untuk mengakomodasi keperluan penting di luar kerja. Demikian pula, aturan berpakaian yang fleksibel memungkinkan karyawan untuk berpakaian formal atau santai sesuai dengan waktu kerja atau tuntutan pekerjaan mereka. 

Indosat mendorong karyawan untuk menyeimbangkan kerja dengan kehidupan sosial dalam lingkungan kantor. Pertemuan karyawan yang disponsori oleh perusahaan, di samping berbagai acara kesenian dan olahraga, adalah beberapa cara untuk mempererat ikatan di antara karyawan di luar hubungan kerja formal. 

Di tahun 2010, Indosat tengah menjalankan program Transformasi, yang mulai memperlihatkan hasil, antara lain melalui peningkatan nyata produktivitas karyawan tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang diukur dari total pendapatan per jumlah karyawan, yakni sebesar 11,96%. 

4. Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan) 

Kegiatan-kegiatan dalam proses pengendalian manajemen formal meliputi penyusunan anggaran, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam analisa akan dibedakan antara proses pengendalian manajemen pada perusahaan dan pengendalian manajemen pada divisi secara khusus. 

Penyusunan anggaran pendapatan tahunan PT Indosat,Tbk dilakukan oleh bagian penyusunan anggaran, yaitu Group Controlling khususnya pada Divisi Revenue Analysis and Controlling. Divisi ini berada dibawah tanggung jawab dan koordinasi Group Head (GH) Controlling.

Divisi ini berfungsi untuk menganalisis dan mengontrol setiap revenue yang ada di PT Indosat, Tbk. Divisi Revenue Analysis and Controlling sendiri terbagi menjadi 3 bagian yakni Cellular Revenue Analysis & Controlling, Fixed-MIDI Revenue Analysis & Controlling, Region Revenue Analysis & Controlling. 

2.4 Analisis Aspek Pemasaran 

2.4.1 Aspek Pemasaran Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Menurut Stanton (1995), pemasaran meliputi keseluruhan system yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang actual maupun yang potensial. 

1. Analisis Persaingan 

Langkah-langkah dalam menganalisis pesaing yang dikemukakan oleh Kotler 
  • Mengidentifikasi Pesaing. 
  • Menentukan Sasaran Pesaing 
  • Mengindentifikasi Strategi Pesaing 
  • Menilai Kekuatan dan Kelemahan Pesaing 
  • Mengestimasi Pola Reaksi Pesaing 
  • Memilih Pesaing 
2. Bauran Pemasaran Produk Barang 

Bagi pemasaran produk barang, manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim,yaitu: 
  • Kebijakan produk, produk berupa barang dapat dibeda-bedakan atau diklasifikasikan menurut macamnya. 
  • Kebijakan Harga. 
  • Kebijakan distribusi. 
  • Kebijakan Promosi 
3. Bauran Pemasaran Produk Jasa 

Untuk jasa, baurannya dapat diperluas lagi dengan menambah tiga elemen lagi, yaitu: 
  • Elemen orang (people) 
  • Bukti fisik 
  • Proses jasa itu sendiri 

2.4.2 Aspek Pemasaran PT. Indosat. 

1. Segmenting 

Segmentasi pasar yang digunakan oleh IM3 adalah segmentasi pemasaran lokal demografis khususnya usia muda atau remaja. Dalam iklan diatas IM3 memilih segmen pasar remaja fans JKT48 dikarenakan untuk mendukung komunitas dan memberikan apresiasi penggemar Indonesia girl group JKT48 yang saat ini menjadi salah satu idola para remaja di Indonesia, dan sebagai bagian dari Program IM3 SMS SuKa-SuKa, dimana JKT48 sebagai ‘brand ambassador’ IM3, Indosat menghadirkan Layanan Mobile Content JKT48 khusus bagi para penggemarnya. 

2. Targeting 

Telah dijelaskan bahwa IM3 memilih segmen pasar berdasarkan usia. Target pasar yang dipilih adalah remaja-remaja yang mengikuti tren masa kini. Sehingga kaum muda yang mempunyai jiwa mudapun tertarik dengan produk-produk yang telah ditawarkan oleh IM3 sendiri.

Dalam iklan tersebut, IM3 target pasar yang dipilih adalah penggemar JKT48 yang rata-rata berusia muda atau remaja. IM3 menghadirkan Layanan Mobile Content JKT48 dimana para penggemar JKT48 bisa mendapatkan digital content seperti iRing, Games, SMS Diaries, foto dan lagu para anggota JKT48 atau yang biasa disebut Oshimen. Selain itu dengan harganya yang relative murah sangat cocok untuk uang saku remaja-remaja sekarang. 

3. Positioning 

Pakai IM3, Gratis sms ke semua operator sesukamu. begitulah semboyan Indosat untuk menghidupkan kembali produk IM3. Brand yang dipakai untuk tarif murah ini meluncurkan program baru bernama “IM3 SMS SUKA-SUKA”. Dan kali ini, menawarkan layanan SMS gratis ke semua operator dengan dibintangi oleh JKT48. 

2.5 Analisis Aspek Hukum 

2.5.1 Aspek Hukum Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Yuridis adalah hukum atau peraturan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat, baik secara tertuis maupun secara lisan. Yuridis yang tertulis diantarannya adalah undang-undang sedangkan yuridis yang berupa lisan adalah hukum adat. Sekalipun dalam bentuk lisan namun adanya adat tersebut harus dipatuhi oleh masyarakat. Jika seseorang atau kelompok melanggar hukum lisan maka dia akan tetap mendapatkan sanksi. 

Penilaian dan analisis aspek yuridis ini sangat perlu dilakukan bagi calon kreditor yang akan memberikan bantuan pinjaman, juga bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya di dalam 

bisnis yang sangat bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa calon kreditor yang bersangkutan aman karena tidak terlibat dalam suatu kegiatan yang menyimpang hukum. Bagi pemilik bisnis, tujuan melakukan analisis yuridis adalah untuk meyakinkan kepada calon kreditor atau investor bahwa bisnisnya tidak menyimpang dari hukum dan peraturan yang sedang berlaku. 

Tujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan,dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki. Penelitian keabstahan dokumen dapat dilakukan sesuai dengan lembaga yang mengeluarkan dan yang mengesahkan dokumen yang bersangkutan. Penelitian ini sangat penting mengingat sebelum usaha itu dijalankan, maka perlu prosedur yang berkaitan dengan izin-izin atau berbagai persyaratan harus terlebih dahulu sudah terpenuhi.

2.5.2 Analisis Aspek Hukum PT. Indosat 

surat hukum perusahaan
Sebagai perusahaan publik terkemuka di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) maka landasan hukum dalam pelaksanaan Tata Kelola PT Indosat Ooredoo Tbk diantaranya : 
  • Undang- Undang No. 40/2007 Tentang Perseroan Terbatas (UU PT) 
  • Undang- Undang No. 8 tahun 1995 Tentang Pasar Modal (UU PM) 
  • Undang – Undang No, 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (UU TK) 
  • Peraturan – peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 
  • Peraturan – peraturan Bursa Efek (BEI) atau IDX. 
PT Indosat Ooredoo Tbk tidak hanya mematuhi peraturan pasar modal yang relevan, tetapi berusaha menjalankan praktik-praktik terbaik yang dikembangkan Perusahaan-Perusahaan global lainnya. 

Selain itu, semua pelaporan lain yang diwajibkan menurut hukum penyedia layanan telekomunikasi seperti RFR (Regulatory Financial Report/Peraturan Laporan Keuangan), QoS (Quality of Service/Kualitas Layanan), TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), dan LKO (Laporan Kinerja Operasional) telah dilaksanakan sesuai parameter dan kerangka waktu yang ditetapkan. 

BAB III 

PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. 

Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll. 

Sitematika studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan.tujuan utama dilakukan studi kelaykan bisnis ini tentunya yang akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek atau panjang serta untuk mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung maupun situasi yang tidak mendukung. 

3.2 Saran 

Menyadari masih banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran, yang sifatnya membangun atau memperbaiki makalah ini dari semua pihak. 

DAFTAR PUSTAKA 

0 Response to "Sistematika Studi Kelayakan Bisnis : Contoh Kasus Perusahaan Jasa PT. Indosat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel