Pengertian Neraca Pembayaran dan Analisis Neraca Pembayaran Indonesia

Pengertian Neraca

Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). 

Analisis Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan (yang terdiri dari neraca perdagangan, neraca jasa dan transfer payment) dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.

Analisis Neraca Pembayaran

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2018 mengalami surplus sehingga menopang ketahanan sektor eksternal. Setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit, NPI pada triwulan IV 2018 mencatat surplus sebesar USD5,4 miliar, ditopang peningkatan surplus transaksi modal dan finansial. 

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2018 meningkat menjadi USD120,7 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Penyusunan neraca pembayaran Indonesia didasarkan pada Balance of Payments Manual yang diterbitan oleh IMF. Neraca pembayaran Indonesia memuat statistik mengenai transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk Indonesia dengan bukan penduduk dalam suatu periode tertentu. 

Transaksi ekonomi adalah pertukaran nilai ekonomi dari satu unit ekonomi kepada unit ekonomi lainnya yang meliputi pertukaran barang dan jasa dengan finansial item, barter pertukaran antar finansial item dan pemberian atau penerimaan barang dan jasa atau finansial item tanpa imbalan. 

Neraca pembayaran di Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam pengelolaan ekonomi makro Indonesia, yang selain dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam mengukur kemampuan suatu perekonomian nasional dalam menopang transaksi-transaksi internasional, terutama yang berhubungan dengan kewajiban pembayaran utang dan transaksi ekspor-impor, neraca pembayaran juga merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi tindakan para pelaku pasar, beserta sejumlah besaran yang ada di dalamnya, seperti transaksi ekspor dan impor barang dan jasa itu sendiri, yang memiliki peranan prnting dalam pembentukan produk domestik bruto. 

Oleh karena itu, sektor ini merupakan sektor yang memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mendorong perbaikan ekonomi di dalam negeri. 

Berikut ini penjelasan singkat mengenai transaksi debit dan transaksi kredit: 

1. Transaksi Debit 

Adalah transaski yang mengakibatkan bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain. 

Contoh: Indonesia memebeli jasa dari Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan kewajiban untuk mengadakan pembayaran kepada Malaysia, sehingga transaksi jasa tersebut merupakan transaksi debit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda (-). 

2. Transaksi Kredit 

Adalah transaksi yang mengakibatkan timbul atau bertambahnya hak bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain. 

Contoh: Indonesia menjual jasa ke Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari Malaysia, maka transaksi tersebut merupakan transaksi kredit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda (+). 

Neraca pembayaran Indonesia dapat diperoleh dari beberapa penerbitan resmi, diantaranya sebagai berikut: 
  • Nota Keuangan dan RAPBN yang diterbitkan setahun sekali untuk masing-masing tahun anggaran oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia. 
  • Bank Indonesia: Laporan Tahun Pembukuan, yang diterbitkan setiap tahun sekali untuk masing-masing tahun anggaran oleh Bank Indonesia. 
  • Statistik Ekonomi-Keuangan Indonesia yang diterbitkan 2 bulan sekali oleh Bank Indonesia. 
  • Statistik Indonesia: Statistical Yearbook of Indonesia, yang diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik setahun sekali. 
A. Pos-Pos Debit dan Kredit dalam Neraca Pembayaran 

Dalam transaksi internasional terdapat suatu transaksi yang harus dicatat pada sisi debit dan sisi kredit. Pos-pos yang di debit dan yang di kredit dalam neraca pembayaran diantaranya sebagai berikut: 

- Transaksi Debit: 

1. Neraca Barang 
  • Impor barang dari negara lain 
2. Neraca Jasa 
  • Pembayaran jasa ke penduduk luar negeri 
  • Pembayaran biaya pariwisata ke luar negeri 
3. Neraca Hasil Modal 
  • Pembayaran bunga dan dividen 
4. Neraca Modal 
  • Kredit yang diberikan ke luar negeri dan pembayaran cicilan utang 
5. Neraca Utang Piutang Jangka Panjang 
  • Pembelian obligasi dari luar negeri 
- Transaksi Kredit: 

1. Neraca Barang 
  • Ekspor barang ke negara lain 
2. Neraca Jasa 
  • Penerimaan jasa dari penduduk luar negeri 
  • Penerimaan pariwisata dari luar negeri 
3. Neraca Hasil Modal 
  • Penerimaan bunga dan dividen 
4. Neraca Modal 
  • Kredit yang diperoleh dari luar negeri dan penerimaan cicilan utang 
5. Neraca Utang Piutang Jangka Panjang 
  • Penjualan obligasi ke luar negeri 
B. Komponen Neraca Pembayaran 

Berdasarkan neraca pembayaran kita dapat mengetahui bahwa neraca dibagi ke dalam beberapa transaksi ekonomi internasional. Secara garis besar transaksi ekonomi internasional (luar negeri) atau pos-pos dasar suatu negara dapat dibedakan sebagai berikut: 

1) Transaksi Dagang (Trade Account) 

Transaksi dagang adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang (merchandise) dan jasa-jasa. 

Transaksi dagang dibedakan menjadi transaksi barang (visible trade) yang merupakan transaksi ekspor dan impor barang dagangan, dan transaksi jasa (invisible trade) yang merupakan transaksi eskpor dan impor jasa. Untuk transaksi ekspor dicatat di sisi kredit, sedangkan transaksi impor dicatat di sisi debit. 

2) Transaksi Pendapatan Modal (Income on Investment) 

Transaksi pendapatan modal adalah semua transaksi penerimaan atau pendapatan yang berasal dari penanaman modal di luar negeri serta penerimaan pendapatan modal asing di negeri kita. 

Pendapatan tersebut dapat berupa bunga, dividen, dan keuntungan lain. Penerimaan bunga dan dividen merupakan transaksi kredit, sedangkan pembayaran bunga dan dividen kepada penduduk negara asing merupakan transaksi debit. 

3) Transaksi Unilateral (Unilateral Transaction) 

Transaksi unilateral adalah transaksi sepihak atau transaksi satu arah, artinya transaksi tersebut tidak menimbulkan kewajiban untuk membayar atas barang atau bantuan yang diberikan. Berikut ini yang tergolong dalam transaksi unilateral adalah hadiah (gift), bantuan (aid), dan transfer unilateral. 

Apabila suatu negara memberi hadiah atau bantuan ke negara lain, maka transaksi ini termasuk transaksi debit. Sebaliknya, jika suatu negara menerima hadiah atau bantuan dari negara lain, termasuk dalam transaksi kredit. 

4) Transaksi Penanaman Modal Langsung (Direct Investment) 

Transaksi penanaman modal langsung adalah semua transaksi yang berhubungan dengan jual beli saham dan jual beli perusahaan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. 

Apabila terjadi pembelian saham atau perusahaan dari tangan penduduk negara lain, maka pos direct investment didebit, dan bila terjadi penjualan saham atau penduduk asing yang mendirikan perusahaan di wilayah kekuasaannya, maka pos ini dikredit. 

5) Transaksi Utang Piutang Jangka Panjang (Long Term Loan) 

Transaksi utang piutang jangka panjang adalah semua transaksi kredit jangka panjang yang pembayarannya lebih dari satu tahun. 

Sebagai contoh transaksi penjualan obligasi kepada penduduk negara lain, menerima pembayaran kembali pinjaman-pinjaman jangka panjang yang dipinjamkan kepada penduduk negara lain, atau mendapatkan pinjaman jangka panjang dari negara lain, maka pos ini dicatat di sebelah kredit, dan bila terjadi transaksi pembelian obligasi atau lainnya yang berkaitan dengan utang piutang jangka panjang, maka pos ini dicatat di sebelah debit. 

6) Transaksi Utang Piutang Jangka Pendek (Short Term Capita1) 

Transaksi utang piutang jangka pendek adalah semua transaksi utang piutang yang jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun. Transaksi ini umumnya terdiri atas transaksi penarikan dan pembayaran surat-surat wesel. 

7) Transaksi Lalu Lintas Moneter (Monetary Acomodating) 

Transaksi lalu lintas moneter adalah pembayaran terhadap transaksi-transaksi pada current account (transaksi perdagangan, pendapatan modal, dan transaksi unilateral) dan investment account (transaksi penanaman modal langsung, utang piutang jangka pendek, dan utang piutang jangka panjang). 

Apabila jumlah pengeluaran current account dan investment account lebih besar daripada penerimaannya, maka perbedaan tersebut merupakan defisit yang harus ditutup dengan saldo kredit monetary acomodating. Dari transaksi tersebut, maka transaksi ekonomi internasional dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu: 

1. Transaksi Berjalan (Current Account) 

Transaksi berjalan adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang dan jasa-jasa. Secara umum meliputi: transaksi perdagangan, transaksi pendapatan modal dan transaksi unilateral. 

2. Neraca Modal (Capital Account) 

Neraca modal adalah neraca yang menunjukkan perubahan dalam harta kekayaan (asset) suatu negara di luar negeri dan aset asing di suatu negara, di luar aset cadangan pemerintah. Neraca modal meliputi: transaksi penanaman modal langsung, transaksi utang piutang jangka panjang dan transaksi utang piutang jangka pendek. 

3. Selisih yang Belum Diperhitungkan (Error and Omissions) 

Selisih yang belum diperhitungkan merupakan rekening penyeimbang apabila nilai transaksi-transaksi kredit tidak sama persis dengan nilai transaksi debit. Dengan adanya rekening selisih perhitungan ini, maka jumlah total nilai transaksi kredit dari suatu Neraca Pembayaran Internasional (NPI) akan selalu sama dengan transaksi debitnya. 

C. Mekanisme Neraca Pembayaran 

Terdapat tiga mekanisme atau proses penting yang menyangkut neraca pembayaran, yaitu sebagai berikut : 
  • Penyesuaian melalui perubahan harga-harga atau mekanisme harga (price effects). 
  • Penyesuaian melalui perubahan pendapatan nasional atau mekanisme pendapatan (income effects). 
  • Penyesuaian melalui perubahan stok uang atau mekanisme moneter (real balance effects). 
D. Defisit dan Surplus Neraca Pembayaran 

Dalam neraca pembayaran terdapat kemungkinan terjadinya surplus dan defisit. Adapun defisit terjadi apabila jumlah ekspor lebih kecil daripada impor, sedangkan apabila jumlah ekspor lebih besar daripada impor posisi neraca pembayaran menunjukkan surplus. 

Neraca pembayaran suatu negara juga dapat dikatakan seimbang apabila stok nasional (cadangan devisa) tidak berubah dan tidak ada aliran modal/pinjaman akomodatif. 

Defisit atau surplus neraca pembayaran yang terjadi pada suatu negara dikarenakan oleh komponen berikut: 
  • Stok Nasional; Jika terjadi penurunan stok nasional berarti defisit, dan jika terjadi kenaikan stok nasional berarti surplus. 
  • Pinjaman Akomodatif; Pinjaman yang masuk karena berkaitan dengan adanya kelebihan impor berarti merupakan bagian dan defisit, sedangkan pinjaman yang masuk atas kemauannya sendiri (pinjaman otonom) tidak memengaruhi defisit. 
  • Defisit total adalah besarnya penurunan stok nasional ditambah pinjaman akomodatif. 
  • Surplus total adalah besarnya kenaikan stok nasional ditambah pinjaman akomodatif.

0 Response to "Pengertian Neraca Pembayaran dan Analisis Neraca Pembayaran Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel