PENGERTIAN ANGKA INDEKS DALAM ILMU STATISTIKA

1.1 PENGANTAR
ANGKA INDEKS

Setelah data dikumpulkan, diolah dan disajikan, selain dapat dianalisis dengan menggunakan ukuran lokasi, ukuran dispersi maupun regresi dan korelasi, dapat juga dianalisis guna melihat perkembangan atau perubahan relatif maupun perbedaaan diantara data itu sendiri. Salah satu alat statistik untuk melihat perkembangan atau perubahan relatif maupun perbedaan tersebut adalah dengan angka indeks.

Dalam pembahasan materi ini akan dibahas angka indeks yang meliputi;
  1. Pengertian anggka indeks dalam statistika
  2. Jenis - jenis angka indeks dalam statistika
  3. Metode perhitungan angka indeks dalam statistika
  4. Angka indeks berantai dalam statistika
  5. Merangkai angka indeks dalam statistika
  6. Angka indeks dalam proses deflasi statistika

1.2 Pengertian Angka Indeks Dalam Statistika

Angka indeks adalah ukuran statistik yang biasanya digunakan untuk menyatakan perubahan - perubahan relatif (perbandingan) nilai suatu variabel tunggal atau nilai sekelompok variabel. Perubahan relatif ini dinyatakan dalam persentase. Namun persentase dari angka indeks umumnya tidak dinyatakan atau ditulis, akan tetapi setiap angka selalu dibaca dalam  persen.

Contoh;

Rata-rata harga per kg beras perbulan dikota denpasar pada tahun 2009 dan tahun 2010 masing-masing adalah Rp. 5.505,00 dan Rp. 6.541,00 (BPS Provinsi Bali, 2011). Apabila harga beras pada tahun 2010 dengan 2009 dibandingkan akan didapat (angka) indeks sebagai berikut:

Angka indeks 2010/2009 = 6.541,00 / 5.505,00 x 100% = 118,82. Angka indeks sebesar 118,82 memiliki makna bahwa rata-rata harga per kg besar per bulan pada tahun 2010 lebih tinggi atau mengalami kenaikan sebesar 18,82% (= 118,82-100% dari rata-rata herga per kg beras perbulan pada tahun 2009.

1.3 Jenis - jenis Angka Indeks Dalam Statistika

Dalam bidang ekonomi pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis angka indeks, yaitu (1) Indeks harga, (2) indeks kuantitas, dan (3) indeks nilai.

1. Indeks Harga (Price Indeks)

Indeks harga adalah angka yang dapat dipakai untuk melihat perubahan mengenai harga-harga barang, baik harga sejenis barang maupun sekelompok barang dalam waktu dan tempat yang sama atu berlainan.

2. Indeks Kuantitas ( Quantity Indeks)

Indeks kualita adalah angka yang dapat dipakai untuk melihat perubahan mengenai kuantitas sejenis barang atau sekelompok barang yang dihasilkan (produksi), dijual, dikonsumsi, diekspor dan sebagainya dalam waktu yang sama atau berlainan.

3. Inseks Nilai (Value Indeks)

Indeks nilai adalah anggka yang dapat dipakai untuk melihat perubahan nilai unag dari suatu barang yang diproduksi, diekspor, diimpor, dikonsumsi dan sebagainya dalam waktu dan tempat yang sama atau berlainan. Nilai ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara harga perunit barang dengan kualitasnya. 

Sebagi contoh, misalnya indeks biaya hidup pada dasarnya merupakan nilai pengeluaran konsumsi setiap keluarga, yang tidak lain dari hasil perkalian antara harga per unit dan kualitas barang yang dikonsumsi. Demikian juha halnya dengan nilai produksi, yang tidak lain merupakan hasil perkalian antara harga per unit dengan kualitas barang yang diproduksi.

Pengertian angka indeks yang lain dalam bidang ekonomi merupakan kombinasi diantara dua, dari tiga angka indeks tersebut. Selanjutnya dalam pembahasan materi kali ini akan dibahas lebih banyak mengenai indeks harga, oleh karena indeks inilah yang paling banyak digunakan dalam bidang ekonomi dan bisnis dibandingkan indeks lainnya.

Masalah Pokok dalam Penyusunan Angka Indeks

Ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angka indeks, dan beberapa masalah tadi akan menetukan mutu atau kualitas angka indeks tersebut. Beberapa masalah tersebut antara lain adalah (Levin,1981; Gupta dan Gupta, 1983):

1. Tujuan Penyusunan Angka Indeks
2. Ketersediaan dan Komparabilitas Data
3. Pemilihan Periode Dasar
4. Pemilihan Kualitas Barang
5. Pemilihan Ukuran Nilai Sentra (Rata-rata)
6. Pemilihan Timbangan
7. Pemilihan Metode Prhitungan Angka Indeks

1.4 Metode Perhitungan Angka Indeks Dalam Statistika

Menurut angka perhitungannya, angka indek dibagi menjadi dua yakni: 
1. Angka indek tidak terimbang,
2. Angka indek terimbang

Kemudian angka indek tidak terimbang dibagi menjadi tiga yaitu: 1) Angka indeks agregatif sedrhana, 2) Angka indeks relatif dan 3) Angka indeks rata-rata hitungan relatif. Sedangkan, angka indek terimbang dibagi menjadi dua yaitu; 1) Angka indeks agregatif, dan 2) Angka indeks rata-rata hitung relatif.

Indek agregatif (gabungan) merupakan indek yang terdiri dari beberapa jenis barang (kelompok barang), misalnya indeks harga 9 (sembilan) macam bahan pokok, indeks ekspor indonesia, indeks inpor indonesia, indeks biaya hidup dan yang lainnya. Indek agregatif memungkinkan untuk melihat persoalan  secara keseluruhan, dan bukan melihat per individu. 

Indeks Terimbang adalah indek yang dalam penyusunannya telah mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya angka indeks tersebut.

Sedangka Angka Indeks Tidak Terimbang maksudnya bahwa setiap jenis barang dianggap memiliki arti penting yang sama.

1.5 Angka Indeks Berantai

Angka Indeks Berantai adalah angka indeks yang menggunakan waktu dasar selalu satu tahun sebelum tahaun yang dihitung angga indeksnya. Misalnya angka indeks tahun 2009 dihitung dengan memakai tahun dasar 2008, angka indeks tahun 2010 dihitung dengan memakai tahun dasar 2009, demikian juga seterusnya. Berikut ini akan dibahas dua macam indeks berantai yaitu: 

a. Indeks harga relatif berantai


indeks harga


b. Angka indeks terimbang berantai

Dengan metode ini angka indeks dapat dihitung dengan rumus:

1.6 Merangkai Angka Indeks

Ada kalanya terdapat dua rangkaian nagka indeks atau lebih yang tumpang tidaih (overlapping), sementara tahun dasarnya masing-masing berbeda. Agar angka indeks rangkaian yang satu dapat dibandingkan dengan angkka indeks pada rangkaian yang lainnya, maka kedua rangkaian angka indeks (yang tahaun dasarnya berbeda) tersebut, perlu digabungkan menjadi sebuah rangkaian angka indeks dengan tahun dasar yang sama. Cara menggabungkan rangkaian angka indeks sedemikian itu disebut merangkai angka indeks atau splicing. 

Cara merangkai angka indeks adalah sebagai berikut:

1. Menghitung angka kuosien (k) dengan rumus sebagai berikut:
kk
2. Menyesuaikan angka indeks pada rangkaian dasar awal (lama) kerangkaian abgka indeks dengan tahund asar baru, dengan rumus sebagai berikut:
xx
Keterangan: lB = angka indeks dengan tahun dasar baru pada tumpang tidih, lA = Angka indeks dengan tahun dasar lama (awal) pada tahun tumpang tindih. lb = Angka indeks baru (angka indeks dengan tahun dasar baru), dan la = angka indeks lama (awal) yaitu angka indeks yang tahun dasarnya disesuaikan. Umumnya penyesuain tahun dasar ke tahun dasar yang lebih baru.

1. 7 Angka indeks Untuk Proses Deflasi

Upah nominal yang tinggi tidak selalu mencerminkan tingkat hidup yang lebih baik dari keadaan sebelumnya apabila perkembangan tingkat harga barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari (biaya hidup) tinggi pula. Seoranag buruh atau pegawai (karyawan tetap) lebih senang menerima gajih yang lebih kecil dengan daya beli besar dari pada gaya yang lebih besar tetapi dengan daya beli kecil. 

Dengan kata lain, seorang buruh atau pegawai akan lebih senag menerima upah nyata(daya beli) dari uang tersebut dari pada upah uang (nilai nominal) dari uang yang diterima. Besar kecilnya upah nyata tergantung dari indeks biaya hidup (cost of living index) atau indeks harga konsumen (consumer's price index)

Indeks harga konsumen tidaklah sama dengan indeks biaya hidup. Indeks harga konsumen disusun berdasarkan harga-harga sekelompok barang atau jasa tanpa memasukkan semua jenis biaya, seperti bermacam-macam pajak. Selain itu sebagaian biaya hidup lebih ditentukan selera atau gaya hidup dibandingkan harga.

Sampai saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) belum menerbitkan indeks biaya hidup yang diterbitkan adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan dan bulanan. Bila indeks biaya hidup tidak tersedia, maka indeks harga konsumen sering digunakan sebagai pengganti indeks biaya hidup. IHK dihitung dengan rumus Laspeyres.

Dengan demikian untuk menghitung upah nyata (upah riil) dengan proses deflasi, sebgai deflator dapat digunakan IHB atau IHK dengan rumus masing-masing berikut ini:
nominal

0 Response to "PENGERTIAN ANGKA INDEKS DALAM ILMU STATISTIKA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel