Proposal Studi Kelayakan Bisnis “Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang”

BAB I 



PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 

Studi kelayakan usaha adalah suatu penelitian tentang layak tidaknya suatu bisnis yang dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus menerus. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu.

 Aspek – aspek dalam studi kelayakan adalah bidang kajian dalam studi kelayakan tentang keadaan objek tertentu, yang dilihat dari fungsi - fungsi bisnis. Secara umum analisis kelayakan terbagi menjadi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek sosial, dan aspek finansial. 

Menurut Subagyo (2007), pembagian dan pengkajian aspek – aspek dalam studi kelayakan terbagi menjadi dua bagian yaitu aspek primer dan aspek sekunder. Aspek primer merupakan aspek yang utama dalam penyusunan studi kelayakan.

Aspek primer ini ada dalam semua sektor usaha yang terdiri dari : aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan organisasi, aspek hukum, serta aspek ekonomi dan keuangan. Aspek sekunder adalah aspek pelengkap yang disusun berdasarkan permintaan instansi / lembaga yang terkait dengan objek studi, yaitu aspek analisis mengenai dampak lingkungan dan aspek sosial. 

1.2 Rumusan Masalah 
  • Apa Konsep Dasar Studi Kelayakan Bisnis ? 
  • Bagaimana Analisis Aspek Keuangan Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang? 
  • Bagaimana Analisis Aspek Manajemen Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang? 
  • Bagaimana Analisis Aspek Pemasaran Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang? 
  • Bagaimana Analisis Aspek Hukum Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang? 

1.3 Tujuan Makalah 
  • Mengetahui Konsep Dasar Studi Kelayakan Bisnis. 
  • Mengetahui Analisis Aspek Keuangan Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang. 
  • Mengetahui Analisis Aspek Manejemen Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang. 
  • Mengetahui Analisis Aspek Pemasaran Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang. 
  • Mengetahui Analisis Aspek Hukum Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang. 

BAB II 

PEMBAHASAN 


2.1 Konsep Dasar Studi Kelayakan Bisnis 

2.1.1 Definisi Studi Kelayakan Bisnis 

Menurut Kasmir & Jakfar (2012 : 6), Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara mendalam untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan.

Sedangkan bisnis adalah usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yanga akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. 

Husein Umar (Sunyoto 2014 :2), studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh satu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba dan orientasi tidak pada laba (sosial). 

2.1.2 Manfaat Studi Kelayakan Bisnis 

Sebuah studi kelayakan sebuah bisnis akan memiliki manfaat yang berguna bagibeberapa pihak menurut Umar (2005,p19), yaitu: 

1) Pihak Investor 

Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan,pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai di cari, misalnya dari investor ataupemilik modal yang mau menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu. 

2) Pihak Kreditor 

Pendanaan proyek dapat juga dipinjam dari bank, dimana pihak bank sebelumnyamemustuskan untuk memberikan kredit atau tidak, diperlukan kajian dari studikelayakan bisnis yang ada. 

3) Pihak Manajemen Perusahaan 

Studi kelayakan ini dapat berguna sebagai gambaran tentang potensi sebuah proyek dimasa yang akan datang dengan berbagai aspeknya. 

4) Pihak Pemerintah dan Masyarakat 

Penyusunan studi kelayakan ini perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telahditerapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun, pemerintah dapat secara langsungmaupun tidak langsung mempengaruhi kebijakan perusahaan. 

5) Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi 

Dalam menyusun studi kelayakan ini perlu juga dianalisis manfaat yang akan di dapatdan biaya yang akan timbul oleh proyek terhadapa perekonomian nasional. 

2.1.3 Hasil Studi Kelayakan Bisnis 

Hasil studi kelayakan bisnis berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang diperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai p

2.2 Analisis Aspek Keuangan 

2.2.1 Aspek Keuangan Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Aspek keungan merupakan aspek yang digunakanuntuk menilai keuangan perusahaan secera keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspeklainnya,bahkan ada beberpa pengusaha menggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisiskarena dari aspek ini tergambar jelasn hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehinggamerupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya. 

Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti: 
  • Sumber-sumber dana yang akan diperoleh. 
  • Kebutuhan biaya investasi. 
  • Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biayayang dikelurkan selama umur investasi. 
  • Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode kedepan. 
  • Kriteria penilaian investasi 
  • Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan. 

2.2.2 Aspek Keuangan Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang 

1. Kebutuhan Dana Investasi 

a) Biaya pra operasi 
bakpao kentang
Biaya pra operasi mencapai Rp 1.019.300.000 yang digunakan untuk proses pembelian tanah dan mendirikan bangunan. 

b) Modal kerja 

Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh aktiva lancar yang mencapai Rp 550.000.000 

c) Total kebutuhan dana Investasi sebesar Rp 1.569.300.000 

2. Rencana Pembelanjaan Sumber Dana 

- Modal sendiri adalah Modal sendiri didapat dari gabungan modal ketiga pemilik Rp 1.569.300.000 

3. Rencana Kebutuhan Dana proyek bisnis yang layak

A. Aktiva Tetap

1.
Tanah 1500 m2                             
Rp 250.000.000
2.
Bangunan 750 m2                         
Rp 400.000.000
3.
Mesin Pengaduk 4 unit                
Rp 60.000.000
4.
Mesin Pencetak 8 unit                  
Rp 64.000.000
5.
Mesin Pengukus 8 unit                 
Rp 72.000.000
6.
Mesin Pemotong Buah 2 unit      
Rp 10.000.000
7.
Blender 6 unit                              
Rp 1.800.000
8.
Kompor Gas 4 unit                      
Rp 2.000.000
9.
Etalase Penghangat 2 unit            
Rp 30.000.000
10.
Meja Saji 2 unit                            
Rp 20.000.000
11.
Mesin Kasir                                  
Rp 2.500.000
12.
Meja 20 unit                                 
Rp 4.000.000
13.
Kursi 70 unit                                
Rp     3.500.000
14.
Sofa 1 set                                     
Rp     2.500.000
15.
Peralatan Kantor                          
Rp   10.000.000
16.
Perlengkapan Kantor                   
Rp     2.000.000
17.
Komputer 5 set                            
Rp   25.000.000
18
Mobil 1 unit                                  
Rp   60.000.000

Jumlah Aktiva Tetap                
Rp 1.019.300.000





























B. Aktiva Lancar
1.
Kas
Rp 100.000.000
2.
Bahan Baku
Rp 300.000.000
4.
Bahan Pelengkap
Rp 150.000.000

Jumlah Aktiva Lancar
Rp    550.000.000

Total Aktiva
          Rp 1.569.300.000


4. Proyeksi Keuangan
a.
Proyeksi Penjualan

1)   
Penjualan per hari                         
Rp  4.000.000
2)   
Penjualan per bulan                     
Rp   120.000.000
3)  
Penjualan per tahun                     
Rp1.440.000.000
b.   
Proyeksi biaya per tahun

1)   
Pengadaan Bakpao                      
Rp   450.000.000
2)   
Gaji karyawan :


-          1 Pimpinan                             
Rp. 24.000.000

-          4 Manajer                               
Rp. 81.600.000

-          1 Supervisor Pelayanan          
Rp. 14.400.000

-          9 Staf Karyawan                    
Rp. 129.600.000

-          2 Pramusaji + 1 Kasir             
Rp. 30.600.000

-          2 Driver                                  
Rp. 16.800.000

-          2 Cleaning Service                 
Rp. 15.600.000

-          1 Tenaga Serabutan                
Rp. 6.600.000

Jumlah gaji karyawan                   
Rp. 319.200.000
3)   
Biaya listrik                                  
Rp. 12.000.000
4)   
Biaya Pemasaran                          
Rp. 139.000.000
5)   
Pajak                                            
Rp. 245.000.000
6)   
Biaya Telp.                                   
Rp. 4.000.000
7)   
Perlengkapan kebersihan              
Rp. 1.000.000
8)   
Dep Bangunan Gedung               
Rp. 10.000.000
9)   
Dep Mesin Pengaduk                   
Rp. 5.000.000
10) 
Dep Mesin Pencetak                    
Rp. 4.800.000
11) 
Dep Mesin Pengukus                   
Rp. 5.200.000
12) 
Dep Mesin Pemotong Buah         
Rp. 800.000
13) 
Dep Etalase Penghangat              
Rp. 2.400.000
14) 
Dep Meja Saji                              
Rp. 1.500.000
15) 
Dep Mesin Kasir                          
Rp. 250.000
16) 
Dep Meja Kursi                            
Rp. 750.000
17) 
Dep Sofa                                      
Rp. 250.000
18) 
Dep Peralatan Kantor                  
Rp. 500.000
19) 
Dep Komputer                             
Rp. 2.000.000
20) 
Dep Mobil                                     
Rp. 4.000.000

Jumlah Biaya                                     
Rp1.210.050.000


C. Proyeksi rugi / laba 

Perhitungan laba /rugi yaitu dengan menghitung selisih dari hasil penjualan dengan pengeluaran biaya.

Laba/Rugi      
= Hasil Penjualan – Jumlah Biaya

= Rp 1.440.000.000 – Rp 1.210.050.000

= Rp 229.950.000
Dengan demikian laba yang diperoleh per tahun dalam penjualan Bakpao Kentang adalah sebesar Rp 229.950.000

D. Cash Flow
HASIL

Tabel 1 Cash Flow Perusahaan

Keterangan: Dalam Jutaan Rupiah

Initial Cash Flow       
= Investasi + Modal Kerja

= Rp 1.019.300.000 + Rp 550.000.000

= Rp 1.569.300.000




E. Payback Period
PP1   = Rp 1.569.300.000                   PP5   = Rp 687.620.000
            Rp    194.545.000                               Rp 238.645.000
            Rp 1.374.755.000                               Rp 448.975.000

PP2   = Rp    224.245.000                   PP6   = Rp 244.945.000
            Rp 1.150.510.000                               Rp 204.030.000

PP3   = Rp    224.245.000                   PP7   = Rp 255.745.000
            Rp    926.265.000                               Rp   51.715.000

PP4   = Rp    238.645.000                  
            Rp    687.620.000                   PP     = 7 tahun 2 bulan

Diterima karena PP > Umur Ekonomis yaitu 7tahun 2bulan > 10 tahun.

F. Nett Present Value


Tabel 2 Nett Present Value 10%
Th
Proceed
DF (10%)
Present Value
1
Rp 194.545.000
0,909
Rp 176.841.405
2
Rp 224.245.000
0,826
Rp 185.226.370
3
Rp 224.245.000
0,751
Rp 168.407.995
4
Rp 238.645.000
0,683
Rp 162.994.535
5
Rp 238.645.000
0,621
Rp 148.198.545
6
Rp 244.945.000
0,564
Rp 138.148.980
7
Rp 255.745.000
0,513
Rp 131.197.185
8
Rp 262.945.000
0,467
Rp 122.795.315
9
Rp 260.245.000
0,424
Rp 110.343.880
10
Rp 1.190.245.000
0,386
Rp 459.434.570
Total Present Value
Rp 1.803.588.780
Total Investasi
Rp 1.569.300.000
Nett Present Value
Rp    234.288.780
  Diterima karena Nett Present Value > 0 atau bernilai positif.


G. Profitability Index (Return On Investment)


PI     = Total Present Value
             Total Investasi
         = Rp 1.803.588.780
            Rp 1.569.300.000
         = 1,15
Diterima karena PI atau ROI > 1.

H. Internal Rate of Return

Coba dengan Discount Factor 12%

Tabel 3 Nett Present Value 12%

Th
Proceed
PVIF 12%
Present Value
1
Rp 194.545.000
0,893
Rp 173.728.685
2
Rp 224.245.000
0,797
Rp 178.723.265
3
Rp 224.245.000
0,712
Rp 159.662.440
4
Rp 238.645.000
0,636
Rp 151.778.220
5
Rp 238.645.000
0,567
Rp 135.311.715
6
Rp 244.945.000
0,507
Rp 124.187.115
7
Rp 255.745.000
0,452
Rp 115.596.740
8
Rp 262.945.000
0,404
Rp 106.229.780
9
Rp 260.245.000
0,361
Rp   93.948.445
10
Rp 1.190.245.000
0,322
Rp 383.258.890
Total Present Value
Rp1.622.425.295
Total Investasi
Rp1.569.300.000
Nett Present Value
Rp     53.125.295


2.3 Analisis Aspek Manajemen 

2.3.1 Aspek Manajemen Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Berdasarkan prosesnya, manajemen dapat didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunanaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dimana, proses tersebut sering disebut juga sebagai fungsi manajemen. 

1. Perencanaan (Planning) 

Perencanaan dalah proses untuk menentukan kemana dan bagaimana suatu usaha akan dijalankan atau dimulai untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. 

2. Pengorganisasian (Organizing) 

Pengorganisasian adalah proses untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam unit-unit tertentu agar jelas dan teratur sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang si pemegang unit. 

3. Pengarahan (Actuating) 

Pengarahan adalah proses dimana semua hal yang terencana telah dimulai oleh seluruh unit. Seperti seorang manajer yang mengerahkan seluruh bawahannya untuk memulai pekerjaan sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan kepadanya 

4. Pengawasan (Controlling) 

Pengawasan adalah proses untuk mengukur, menilai dan mengevaluasi hasil pekerjaan agar tetap sesuai dengan rencana awal dan mengoreksi berbagai penyimpangan selama proses pelasanaan kerja. 

2.3.2 Analisis Aspek Manajemen Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang. 

Aspek Dalam menjalankan kegiatan usaha Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang, kami memperkerjakan kurang lebih 23 tenaga kerja dengan rincian dan spesifikasi sebagai berikut: 

A. 1 orang Pimpinan 

Bertanggung jawab atas segala kegiatan usaha demi tercapainya tujuan perusahaan. Memiliki wewenang puncak dan memiliki kewajiban menjadi decision maker atau pengambil keputusan. Pimpinan pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah pemilik perusahaan yang bersangkutan. 

B. 1 orang Manajer Pemasaran 

Bertanggung jawab atas segala kegiatan pemasaran agar supaya produk dari unit usaha ini dapat dikenal oleh masyarakat luas dan mendorong mereka untuk mengonsumsi produk kami. Seorang Manajer Pemasaran pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan S1 Sarjana Ekonomi dengan minimal pengalaman 1 tahun dalam bidang yang sama. 

C. 1 orang Manajer Keuangan 

Bertanggung jawab atas segala kegiatan yang berkaitan dengan keuangan perusahaan, membuat laporan keuangan setiap 6 bulan sekali, dan menganalisis hasil laporan yang ada agar supaya kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dan baik. Seorang Manajer Keuangan pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan S1 Sarjana Ekonomi dengan minimal pengalaman 1 tahun di bidang yang sama. 

D. 1 orang Manajer SDM 

Bertanggung jawab atas segala kegiatan ketenagakerjaan, mulai dari analisis jabatan, perekrutan, pemberian kompensasi, pengembangan karier, sampai dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Seorang Manajer SDM pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan S1 Sarjana Sosiologi dengan minimal pengalaman 1 tahun di bidang yang sama. 

E. 1 orang Manajer Produksi 

Bertanggung jawab atas segala kegiatan produksi perusahaan, mulai dari ketersediaan bahan baku, pengolahan bahan baku, sampai dengan mengatur persediaan secara efektif dan efisien. Seorang Manajer Produksi pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan S1 Sarjana Ekonomi dengan minimal pengalaman 1 tahun di bidang yang sama. 

F. 1 orang Supervisor Pelayanan 

Bertanggung jawab atas segala kegiatan pelayanan pada pelanggan. Supervisor ditugaskan untuk tetap stand by di Kedai Bakpao Kentang untuk mengawasi dan memimpin para Pramusaji yang bertugas. Seorang Supervisor Pelayanan pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat dengan minimal pengalaman 1 tahun di bidang yang sama. 

G. 2 orang Staf Pemasaran 

Bertanggung jawab untuk membantu dan menerima perintah dari Manajer Pemasaran dalam melaksanan kegiatan pemasaran perusahaan. 2 orang Staf Pemasaran pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat. 

H. 1 orang Staf Keuangan 

Bertanggung jawab untuk membantu dan menerima perintah dari Manajer Keuangan dalam melaksanan kegiatan yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Seorang Staf Keuangan pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat. 

I. 1 orang Staf SDM 

Bertanggung jawab untuk membantu dan menerima perintah dari Manajer SDM dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dalam perusahaan. Seorang Staf SDM pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat. 

J. 5 orang Staf Produksi 

Bertanggung jawab untuk membantu dan menerima perintah dari Manajer Produksi dalam melaksanakan kegiatan produksi perusahaan. 5 orang Staf Produksi pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMK jurusan Tata Boga atau telah menempuh pendidikan informal Tata Boga. 

K. 2 orang Pramusaji 

Bertanggung jawab untuk melayani setiap konsumen yang datang di Kedai Bakpao Kentang dan menerima perintah dari Supervisor Pelayanan. 2 orang Pramusaji pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat. 

L. 1 orang Kasir 

Bertanggung jawab untuk melayani setiap transaksi pembayaran yang dilakukan oleh konsumen di Kedai Bakpao Kentang. 1 orang Kasir pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat. 

M. 2 orang Driver 

Bertanggung jawab sebagai sopir untuk melancarkan kegiatan usaha yang berlangsung, seperti membantu proses distribusi, pengiriman pesanan, dll. 2 orang Driver pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMA/sederajat yang telah memiliki SIM A dari Kepolisian setempat. 

N. 2 orang Cleaning Service 

Bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapian kondisi Kedai Bakpao Kentang. 2 orang Cleaning Service pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMP/sederajat. 

O. 1 orang Tenaga Serabutan 

Bertanggung jawab untuk membantu para tenaga kerja perusahaan dalam mengerjakan hal-hal yang bersifat umum. Seorang Tenaga Serabutan pada Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah lulusan SMP/sederajat.



2.4 Analisis Aspek Pemasaran 

2.4.1 Aspek Pemasaran Dalam Studi Kelayakan Bisnis 

Menurut Stanton (1995), pemasaran meliputi keseluruhan system yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang actual maupun yang potensial. 

1. Analisis Persaingan 

Langkah-langkah dalam menganalisis pesaing yang dikemukakan oleh Kotler 
  • Mengidentifikasi Pesaing. 
  • Menentukan Sasaran Pesaing 
  • Mengindentifikasi Strategi Pesaing 
  • Menilai Kekuatan dan Kelemahan Pesaing 
  • Mengestimasi Pola Reaksi Pesaing 
  • Memilih Pesaing 
2. Bauran Pemasaran Produk Barang 

Bagi pemasaran produk barang, manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim,yaitu: 

  • Kebijakan produk, produk berupa barang dapat dibeda-bedakan atau diklasifikasikan menurut macamnya.
  • Kebijakan Harga.
  • Kebijakan distribusi.
  • Kebijakan Promosi
3. Bauran Pemasaran Produk Jasa 


Untuk jasa, baurannya dapat diperluas lagi dengan menambah tiga elemen lagi, yaitu: 
  • Elemen orang (people) 
  • Bukti fisik 
  • Proses jasa itu sendiri 
2.4.2 Aspek Pemasaran Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang 

a. Segmentasi 

Segemtasi pasar berarti membagai pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Segmentasi pasar dari Bidang Usaha Bakpao Kentang adalah masyarakat kota maupun kabupaten Denpasar golongan menengah ke atas. 

b. Targeting 

Targeting adalah melakukan evaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dilayani. Pasar sasaran atau target dari Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang mencakup segala usia, baik Lansia, Dewasa, Remaja, atau Anak-anak yang menggemari makanan sehat dan inovatif. 

c. Positioning 

Penentuan posisi pasar dilakukan setelah menentukan segmen mana yang akan dimasuki, maka harus pula menentukan posisi mana yang ingin ditempati dalam segmen tersebut. Posisi pasar dari Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang adalah menciptakan image di benak konsumen sebagai perusahaan yang memproduksi inovasi makanan yang menyehatkan dan juga lezat. Makanan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin konsumen segala usia dengan harga yang kompetitif. 

2.4.3 Permintaan 

Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli dan akses untuk membeli. Artinya permintaan akan terjadi apabila didukung oleh kemampuan yang dimiliki seorang konsumen untuk membeli. 

Akses untuk memperoleh produk yang kami tawarkan juga sangat menentukan besarnya permintaan, oleh karena itu masalah lokasi yang mudah dijangkau sangat kami perhatikan untuk menjaga besarnya permintaan. 

2.4.4 Perkembangan Permintaan Sekarang 

Apabila dicermati, permintaan terhadap makanan yang sehat namun juga cocok dengan selera masyarakat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat sebagai penunjang kebutuhan gizi dan vitamin bagi tubuh. 

Dalam hal kuliner, umumnya konsumen selalu ingin mencoba hal yang baru, makanan yang sehat saja tidak cukup untuk membuat konsumen kembali membeli produk kami, yang harus diperhatikan ialah rasa yang enak dan sesuai dengan selera mayarakat kota Denpasar. 

Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang selalu berusaha menjaga kualitas produk Bakpao Kentang agar masyarakat yang sudah menjadi pelanggan kami tetap menyukai cita rasa produk kami dan menjadi pelanggan yang loyal. 

Bakpao Kentang Isi Apel yang kami produksi banyak digemari oleh masyarakat kota Denpasar, selain sebagai camilan di sela-sela makanan berat, produk kami juga banyak dibeli konsumen sebagai oleh-oleh. 

Hal tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi usaha kami, sebab dengan begitu tidak hanya masyarakat kota Denpasar saja yang mengenal produk kami, tapi produk kami juga akan dikenal oleh masyarakat luar kota Denpasar. 

Dengan begitu permintaan terhadap produk kami juga dapat meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang mengenal dan menggemari produk kami. 

2.4.5 Prospek Permintaan di Masa Mendatang 

Banyak pelaku usaha memperdiksi bahwa bidang kuliner akan digemari masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang, selama masih tercipta inovasi-inovasi dalam kuliner maka hal yang disebut dengan wisata kuliner masih terus diburu oleh konsumen. Oleh karena itu kami optimis bahwa dengan menciptakan inovasi produk secara terus-menerus, maka permintaan terhadap Bakpao Kentang tidak akan surut. 

Bahkan inovasi yang tepat dan disukai oleh masyarakat mampu mempertahankan dan menarik banyak pelanggan yang loyal. Selai trend mengenai wisata kuliner, semakin lama masyarakat akan semakin memperhatikan gaya hidup sehat. Hal tersebut akan membuka peluang kami semakin lebar lagi, sebab seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan gaya hidup sehat, maka semakin banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan sehat. 

Namun hal yang harus diperhatikan ialah munculnya para pesaing di bidang kuliner dengan jenis produk yang sama. Saat ini bisa dikatakan saingan utama kami ialah Bakpao Telo, namun dalam masa mendatang bukan suatu hal yang tidak mungkin akan bermunculan banyak pesaing. Dalam menghadapi para pesaing di masa mendatang, maka mulai dari sekarang kami terus melakukan riset terhadap inovasi produk yang disukai konsumen, hal tersebut kami lakukan semata-mata untuk menjaga tingkat permintaan agar nantinya tidak menurun. 

2.4.6 Penawaran 

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu waktu tertentu. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran dari produk kami, antara lain harga barang tersebut yaitu Bakpao Kentang Isi Apel, harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap dari produk kami), teknologi, harga input (biaya produksi), tujuan perusahaan, dan fakto khusus (misalnya kemudahan akses). 

2.4.7 Perkembangan Penawaran Sekarang 

Perkembangan penawaran unit usaha kami saat ini bisa dikatakan normal dengan targetn margin laba yang efektif. Hal tersebut disebabkan karena harga jual dari produk kami yang termasuk kategori cukup terjangkau, sehingga dengan bidikan segmen pasar yang sudah ada, kami optimis laba margin dapat tercapai dengan jumlah penawaran yang kami produksi. Selain hal tersebut, harga dari bahan baku yaitu Kentang dan Apel juga saat ini 
masih terbilang normal, sehingga jumlah penawaran dari produk kami dapat tetap stabil. 

Untuk membuat usaha Bakpao Kentang kami menjadi lebih baik, maka secara berkala kami akan meningkatkan jumlah penawaran, tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan secara instan sebab kami juga harus memperhatikan kondisi pasar terlebih dahulu. 

2.4.8 Prospek Penawaran di Masa Mendatang 

Mengingat besarnya peluang bagi kami untuk mengembangkan unit usaha kami di bidang kuliner, maka yang akan kami lakukan pada masa mendatang ialah menawarkan produk yang lebih bervariasi. 

Dengan adanya variasi produk maka kami dapat meningkatkan jumlah penawaran yang pada gilirannya dapat meningkatkan besarnya margin laba yang akan kami peroleh. Varian produk yang nantinya akan kami hasilkan tidak hanya terbatas dari rasa namun juga dari segi manfaat. 

Cara penawaran tersebut juga akan semakin variatif dan lebih kompetitif karena akan ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi agar produk kami semakin dikenal oleh masyarakat luas. 

Prediksi kami pada masa mendatang, akan semakin banyak orang-orang yang bersosialisasi di dunia maya dan jejaring social juga akan semakin berkembang, atas dasar tersebut kami akan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan penawaran. 

Selain dari segi teknologi, kami juga memiliki prospek untuk memperluas jaringan usaha kami. Sehingga tidak hanya terbatas di kota Denpasar, tapi juga di berbagai kota lain yang membawa potensi bagi usaha kami untuk berkembang. 

2.4.9 Analisis Kelayakan Pemasaran 

Dalam melakukan analisis Permintaan, kami menggunakan model matrik pembobotan berskala 1 – 5. 

Keterangan: 


  • Sangat lemah : 1 
  • Lemah : 2 
  • Sedang : 3 
  • Kuat : 4 Sangat kuat : 5
Table 4 Model Matriks Pembobotan Berskala
No.
Item yang Dinilai
Kriteria Penilaian
Sangat lemah
Lemah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat
1
SDM
2
Pesaing
3
Konsumen
4
Teknologi
5
Model/Trend
6
Armada Pemasaran
7
Harga
8
Promosi
9
Distribusi
10
Produk dan Lini Produk
11
Mutu Produk
12
Peraturan Pemerintah
13
Lingkungan Bisnis
14
Ketersediaan Bahan Baku
15
Rencana Pemasaran
16
Penyimpanan Produk
17
Margin Laba
18
Ketersediaan Modal
19
Pangsa Pasar
20
Manajemen Pemasaran
Total Bobot
15
48
15


Interval = Nilai tertinggi dari interval – Nilai terendah dari interval
                                                   Jumlah kelas
              = 5 – 1
                   5
             = 0,8
1,00 – 1,80      = Sangat tidak layak
1,81 – 2,60      = Tidak layak
2,61 – 3,40      = Sedang
3,41 – 4,20      = Layak
4,21 – 5,00      = Sangat layak


Untuk mengetahui layak atau tidaknya dari segi pemasaran maka dapat dicari dengan rumus:

Kelayakan usaha     = Total bobot : Jumlah item yang dinilai
                                = 78 : 20
                                = 3,9









Berdasarkan hasil yang diperoleh sebesar 3,9 maka usaha Bakpao Kentang Isi Apel dari sisi pemasaran dikatakan dikatakan layak karena masuk pada range 3,41 – 4,20.

2.4.10 Strategi Bauran Pemasaran
Karena luasnya kegiatan pemasaran, maka dalam melaksanakan kegiatan pemasaran produk, kami akan menekankan pada strategi bauran pemasaran (marketing mix) melalui, strategi produk, strategi harga, strategi lokasi, serta strategi promosi.

2.4.11 Strategi Produk
Produk utama yang kami tawarkan di pasaran ialah Bakpao Kentang Isi Apel, mengapa isi apel menjadi produk utama kami, sebab selama ini belum ada bakpao dengan isi apel yang merupakan buah khas kota Denpasar. Oleh sebab itu kami mengutamakan bakpao dengan isi apel tersebut, karena kami memandang produk tersebut sebagai produk yang berbeda dengan yang telah ada di pasar. Namun kami juga menawarkan varian isi bakpao seperti isi Strawberry, Kiwi, Blueberry, Coklat, Vanilla, Kacang, dan Daging Cincang.

Merek dari produk kami ialah Bakpao Kentang “Maradona”, mengapa kami memilih kata Maradona sebagai merek, karena kata tersebut mudah diingat dan memiliki kesan hebat serta menarik. 

Merek yang mudah diingat sangat penting dalam hal pemasaran, sebab dengan begitu akan menimbulkan brand awareness di benak masyarakat. Selain merek yang mudah diingat, kami juga menciptakan kemasan yang menarik, karena pada umumnya konsumen membeli produk untuk dibawa pulang, maka kami menciptakan tas kemasan yang dapat dipakai lagi. 

Ketika konsumen menggunakan tas tersebut, akan terjadi proses pemasaran secara tidak langsung. Oleh karena itu kami menciptakan tas kemasan yang menarik dari segi desain dan warna.

Dalam strategi produk, kami juga menyertakan label dari BPOM RI dan label halal dari MUI. Hal tersebut penting kami lakukan sebab dapat menumbuhkan rasa percaya dari konsumen. 

Dengan adanya label dari BPOM RI maka konsumen akan percaya bahwa produk kami telah teruji aman dan memenuhi standar kualitas pangan, yang pada gilirannya konsumen tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengonsumsi Bakpao Kentang. 

Sedangkan label halal dari MUI dapat menumbuhkan rasa percaya khususnya bagi kosumen yang beragama muslim. Label halal tersebut menunjukkan bahwa segala bahan makanan yang digunakan untuk membuat Bakpao Kentang adalah bahan makanan yang halal.

2.4.12 Strategi Harga

Harga adalah salah satu aspek yang paling penting dalam marketing mix. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk yang ditawarkan. Kami sangat berhati-hati dalam menentukan harga, agar harga tersebut tetap dapat dijangkau dan juga agar margin laba yang kami targetkan tetap tercapai.

Harga untuk satu buah Bakpao dengan varian rasa buah-buahan seperti Apel, Strawberry, Kiwi, dan Blueberry ialah Rp. 4.000. Harga untuk satu buah bakpao dengan varian rasa lain seperti Coklat, Vanilla, Kacang, dan Daging Cincang iala Rp. 4.500. 

Sedangkan untuk pembelian satu box bakpao berisi 6 buah dengan varian rasa buah-buahan harganya ialah Rp. 22.000, untuk varian rasa lain harganya Rp. 25.000. Kami memberikan harga yang berbeda pula untuk pembelian satu box bakpao berisi 12 buah, varian rasa buah-buahan kami bandrol dengan harga Rp. 40.000, sedangkan varian rasa lain kami bandrol dengan harga Rp. 45.000.

Harga yang kami tetapkan di atas sudah termasuk diskon, sebab semakin banyak jumlah yang dibeli oleh konsumen maka harga per satu buah bakpao menjadi semakin murah. Hal tersebut bermanfaat untuk menarik keinginan konsumen membeli lebih banyak bakpao. 

Selain itu, pada hari-hari tertenu kami jugan memberikan persentase diskon tertentu. Misalnya saat HUT perusahaan, kami memberi diskon 20% untuk pembelian satu box bakpao yang berisi 6 dan 12 buah.

2.4.13 Strategi Lokasi dan Distribusi

Penentuan lokasi merukan hal yang tidak kalah penting dalam kegiatan pemasaran. Lokasi di Jalan Gatot Subroto No.12 kami pandang sebagai lokasi yang strategis. Tidak jauh dari seberang kedai terdapat restaurant yang ramai oleh pengunjung, hal tersebut juga

Apabila kawasan lokasi kedai kami sudah strategis, maka yang terpenting ialah lay out atau desain dari kedai agar mampu menarik perhatian kosumen. Suasana ruangan kedai cukup luas dan lega, selain itu kami memberikan warna yang nyaman dan pencahayaan yang cukup terang. 

Tata letak kursi dan meja serta fasilitas lainnya kami tata sedimikian rupa agar dapat membuat kosumen yang datang merasa nyaman dan betah. Meskipun kami tidak ingin membuat kosumen menunggu dalam mendapatkan bakpao pesanannya, namun kami juga menyiapkan ruang tunggu yang nyaman bagi para kosumen. 

Hal yang tidak kalah penting dalam lay out ialah ventilasi, sebab ventilasi yang baik akan membuat sirkulasi udara juga baik sehingga udara di dalam kedai pun segar. Kami sangat memperhatikan desain secara detail dalam kedai, untuk itu kami juga memberikan hiasan di dalam kedai. Hiasan tersebut berupa lukisan, tanaman, dll. 

2.4.14 Strategi Promosi
Tujuan dari promosi ialah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru. Terdapat empat macam sarana promosi yang kami gunakan dalam mempromosikan Bakpao Kentang, empat sarana promosi tersebut ialah, periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan penjualan pribadi.

Dalam periklanan kami memanfaatkan pemasangan spanduk di lokasi-lokasi strategis serta penyebaran brosur di gerai-gerai yang telah melakukan kerja sama dengan kami. Kami juga memasang iklan di beberapa media cetak seperti Koran. Selain itu kami juga melakukan promosi melalui dunia maya terutama di jejaring social yang sedang booming jaman sekarang ini. Kami melakukan promosi melalui Facebook, Instagram. 

2.5 Analisis Aspek Hukum

2.5.1 Aspek Hukum Dalam Studi Kelayakan Bisnis
Yuridis adalah hukum atau peraturan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat, baik secara tertuis maupun secara lisan. Yuridis yang tertulis diantarannya adalah undang-undang sedangkan yuridis yang berupa lisan adalah hukum adat. Sekalipun dalam bentuk lisan namun adanya adat tersebut harus dipatuhi oleh masyarakat. Jika seseorang atau kelompok melanggar hukum lisan maka dia akan tetap mendapatkan sanksi.

Penilaian dan analisis aspek yuridis ini sangat perlu dilakukan bagi calon kreditor yang akan memberikan bantuan pinjaman, juga bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya di dalam

bisnis yang sangat bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa calon kreditor yang bersangkutan aman karena tidak terlibat dalam suatu kegiatan yang menyimpang hukum. Bagi pemilik bisnis, tujuan melakukan analisis yuridis adalah untuk meyakinkan kepada calon kreditor atau investor bahwa bisnisnya tidak menyimpang dari hukum dan peraturan yang sedang berlaku.

Tujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan,dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki. Penelitian keabstahan dokumen dapat dilakukan sesuai dengan lembaga yang mengeluarkan dan yang mengesahkan dokumen yang bersangkutan. Penelitian ini sangat penting mengingat sebelum usaha itu dijalankan, maka perlu prosedur yang berkaitan dengan izin-izin atau berbagai persyaratan harus terlebih dahulu sudah terpenuhi.

2.5.2 Analisis Aspek Hukum Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang


2.5.3 Nama Unit Usaha

Unit usaha ini diberi nama Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang dikarenakan bergerak dalam bidang usaha kuliner yang memproduksi bakpao kentang isi selai apel yang selain lezat juga menyehatkan, dengan harapan mampu menjadi bakpao yang digemari seluruh masyarakat yang tidak hanya terbatas di kota Denpasar saja.

Nama Badan Usaha : Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang

Pemilik                  : Dewi

Alamat                  : Jalan Gatot Subroto No. 12

No. Telp                : 0341 350240

2.5.4 Legalitas Usaha

Dari segi legalitas usaha, unit usaha kami memiliki beberapa dokumen badan hukum untuk melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar di kemudian hari. Beberapa dokumen hukum yang dimiliki berkaitan dengan aspek hukum adalah :

a. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Usaha Kedai Bakpao Kentang memiliki ijin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, serta sudah terdaftar sebagai pelaku usaha penjualan komoditas makanan. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap usaha yang bersifat tetap dan terus menerus didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan/laba.

b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Sebagai badan usaha, kami juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha kami ke Departemen Direktorat Jendral Pajak Kota Denpasar. NPWP merupakan nomer yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Kepemilikan NPWP penting sebab supaya usaha kami dapat memberikan penghasilan kepada Pemerintah.

c. Izin-izin Perusahaan

Sebagai pelaku usaha yang patuh terhadap hukum yang berlaku, maka usaha kami juga memiliki beberapa dokumen perizinan sesuai dengan jenis bidang usaha yang kami jalankan. Izin-izin tersebut antara lain:

  • Surat Izin Usaha Industri (SIUI), usaha kami telah mendapatkan SIUI dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar sebagai usaha yang memproduksi makanan.
  • Izin Domisili, usaha kami memiliki Izin Domisili di mana lokasi perusahaan berada dari Pemerintah Kota Denpasar.
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB), demi kelancaran usaha maka kami selaku pengusaha juga melakukan perijian untuk merehap bangunan yang kami gunakan sebagai perusahaan kami. IMB tersebut kami dapatkan dari Pemerintah Kota Denpasar.
d. Bukti Diri

Unit usaha kami juga mempunyai bukti diri mengenai identitas para pemilik usaha yang dikeluarkan oleh Kelurahan Polehan yang dikenal dengan nama Kartu Tanda Penduduk (KTP) beserta tanda identitas lainnya yang diperlukan.

e. Keabsahan Dokumen lainnya

Di samping keabsahan dokumen-dokumen yang telah disebutkan di atas, terdapat keabsahan dokumen-dokumen lain yang tidak kalah penting bagi lancarnya usaha kami khususnya dalam aspek hukum. Beberapa dokumen tersebut ialah:

  • Status Hukum Tanah, keabsahan Sertifikat Tanah perusahaan kami dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Denpasar. Jenis hak atas tanah tersebut adalah Hak Milik. Tanah di mana perusahaan kami berdiri merupakan tanah yang dapat diperjualbelikan, sebab bukan merupakan tanah adat, wakaf, sengketa, transmigrasi, atau milik Pemerintah.
  • Status Kendaraan Bermotor, untuk kelancaran kegiatan usaha kami memiliki 1 (satu) mobil yang digunakan untuk sarana distribusi, promosi, dll. Kami memiliki keaslian surat-surat atas kendaraan bermotor tersebut seperti, Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), harga beli (faktur dan kwitansi), dan kondisi kendaraan.
  • Serta surat-surat atau sertifikat lainnya yang berkepentingan dalam aspek hukum, seperti sertifikat pangan dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BAB III 

PENUTUP 

3.1 Kesimpulan

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. 

Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.

Menurut kami usaha ini akan berjalan dengan baik dan bisa meraih keuntungan sesuai dengan target yang kami inginkan karena kami mempunyai peluang pasar yang cukup besar. Walaupun di tempat lain sudah banyak orang yang membuka usaha bakpao, namun kami optimis kami bisa bersaing dengan tempat lain karena kami ingin membuat bakpao yang berbeda dengan yang lainnya.

Kami akan berusaha dengan kemampuan yang kami miliki agar usaha ini dapat berjalan lancar, untuk melaksanakan usaha ini kami tidak pantang menyerah dengan segala kendala dan rintangan yang mungkin terjadi setiap saat. Kami juga berkeyakinan untuk mengatasi segala rintangan yang kami hadapi. Dalam menjalankan usaha ini membutuhkan kemantapan dan keuletan dalam menjalankannya. Kami juga akan bersungguh-sungguh dalam mengelola usaha ini sebaik mungkin.

3.2 Saran

Jangan pernah ragu apalagi takut untuk memulai suatu usaha, seorang entrepreneur sejati tak kenal menyerah ia akan selalu memperbaiki setiap kesalahan yang ia lakukan, dan merubahnya menjadi lebih baik.

Untuk memulai suatu usaha, wirausaha harus terlebih dahulu mengerti dasar-dasar dari memulai suatu usaha, seorang wirausaha harus bisa melihat peluang usaha yang ada.


DAFTAR PUSTAKA 

http://pustaka.stipap.ac.id/files/ta/1002260_170725091746_Bab_I.pdf (diakses pada tanggal 31 mei 2019)

0 Response to "Proposal Studi Kelayakan Bisnis “Perencanaan Bidang Usaha Kedai Bakpao Kentang”"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel